Home Headline Tak ada pesta kembang api di Banda Aceh
HeadlineNews

Tak ada pesta kembang api di Banda Aceh

Share
Aktivitas warga kota Banda Aceh di simpang lima saat malam pergantian tahun baru, Kamis (1/12/2026). FOTO : popularitas.com/Fauzan
Share

POPULARITAS.COM – Penghujung malam pergantian tahun, Kota Banda Aceh tak ada gemuruh, riuh, dan pesta kembang api. Semua berjalan normal. Meski kerumuman warga sempat terjadi di detik-detik pergantian kalender, secara umum, di wilayah itu nyaris biasa saja.

Tak ada kemacetan berjam-jam. Langit malam itu cerah, hiasan kembang api dan suara mercon sama sekali tak ada. Banda Aceh begitu damai.

Ya, jauh-jauh hari, ulama, pemerintah, dan pemerintah kota, telah ingatkan, larangan perayaan tahun baru. Bukan tahun ini saja, tapi sudah bertahun-tahun hal itu terus disampaikan. Jadi, setiap pergantian kalender, di Banda Aceh tak ada pesta kembang api.

Malam Tahun Baru di Banda Aceh Berlangsung Aman Tanpa Pesta Kembang Api

Simpang Lima di Banda Aceh, episentrum warga kota, malam itu lalu lintas kenderaan tampak ramai. popularitas.com yang memantau situasi malam pergantian tahun, hanya mendapati masyarakat memilih berkeliling-keliling mengenakan sepeda motor dan mobil pribadi.

Sejumlah personel kepolisan, Dinas Perhubungan, terlihat mengatur arus lalu lintas agar tidak mengalami kemacetan.

“Dari momentum pergantian tahun baru, memang di daerah kita tidak ada perayaan,” kata Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (1/1/2025).

Illiza mengatakan, berdasarkan pantauan  aktivitas warga pada malam pergantian tahun kali ini memang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. 

Tak ada pesta kembang api di Banda Aceh
Aktivitas warga kota Banda Aceh di simpang lima saat malam pergantian tahun baru, Kamis (1/12/2026). FOTO : popularitas.com/Fauzan

Meski demikian, lanjut Illiza, bertepatan dengan hari libur, sebagian masyarakat tetap keluar rumah sekadar berkeliling untuk melihat kondisi kota, yang sempat menimbulkan kepadatan lalu lintas di beberapa titik.

“Namun secara umum, jumlah warga yang beraktivitas di malam hari mengalami penurunan cukup signifikan,” jelasnya.

Selain itu, Illiza juga mengajak seluruh warga Kota Banda Aceh untuk menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap para korban bencana banjir dan longsor pada 26 November 2025. Apalagi, kata Illiza, Banda Aceh pernah merasakan solidaritas besar dari berbagai pihak pascatsunami.

“Oleh sebab itu, kami mengimbau masyarakat untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri, serta mendoakan keluarga dan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.

Illiza berharap doa dan empati masyarakat dapat menjadi kekuatan moral bagi para korban bencana banjir dan longsor di Aceh. “Semoga Allah memberikan jalan keluar terbaik, mempercepat proses pemulihan, dan tidak lagi terjadi bencana, sehingga kita bisa kembali hidup sebagaimana biasanya,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...