Home News Telan Anggaran Rp3,4 Miliar, Gedung Mal Pelayanan Publik di Abdya Masih Setengah Jadi
News

Telan Anggaran Rp3,4 Miliar, Gedung Mal Pelayanan Publik di Abdya Masih Setengah Jadi

Share
Pembangunan Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Abdya menelan anggaran Rp3,4 miliar, namun hingga kini gedung tersebut belum dapat difungsikan karena masih setengah jadi. Poto : Rahmat | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM — Pembangunan Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang berlokasi di bekas kantor Puskesmas Blangpidie menelan anggaran Rp3,4 miliar, namun hingga kini gedung tersebut belum dapat difungsikan karena masih setengah jadi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek MPP tersebut diusulkan pada masa kepemimpinan Penjabat (Pj) Bupati Abdya, Ir Sunawardi, dengan sumber pendanaan berasal dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2025. Dalam perencanaan awal, gedung MPP ditargetkan sudah dapat difungsikan pada tahun 2026.

Pembangunan MPP merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik, yang mendorong pemerintah daerah menghadirkan layanan publik terpadu dalam satu lokasi.

Dengan adanya MPP, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat reformasi birokrasi, serta mendorong pertumbuhan iklim investasi.

MPP sendiri dirancang sebagai pusat layanan terintegrasi dengan fasilitas modern dan berbasis teknologi informasi. Di dalamnya, berbagai layanan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN/BUMD hingga swasta akan digabungkan dalam satu gedung. Layanan tersebut meliputi perizinan, administrasi kependudukan, perbankan, BPJS, PLN, perpajakan, serta layanan publik lainnya.

Sumber di DPRK Abdya mengungkapkan bahwa realisasi pembangunan di lapangan dinilai tidak sejalan dengan rencana awal.

“Sejak awal, targetnya dengan anggaran Rp3,4 miliar, gedung MPP sudah bisa fungsional pada 2026. Tapi karena adanya perubahan perencanaan, sekarang kondisinya baru sekitar 40 atau 50 persen,” ujar sumber tersebut.

Ia juga menyebutkan, pada tahun anggaran 2026, direncanakan akan ada penambahan dana sebesar Rp5 miliar untuk melanjutkan pembangunan gedung tersebut.

Bahkan, pihak dinas terkait disebut-sebut masih mengajukan tambahan anggaran pada tahun 2027.

“Dengan perencanaan yang baru, sebenarnya Rp5 miliar itu sudah cukup. Tapi masih ada wacana penambahan anggaran lagi ke depan,” katanya.

Padahal, lanjut sumber itu, pembangunan MPP merupakan program prioritas nasional dan menjadi salah satu indikator penilaian pemerintah pusat dalam pemberian insentif fiskal kepada daerah.

“Harusnya cukup satu lantai sesuai rencana awal. Kalau terus berubah perencanaan, dikhawatirkan sampai 2028 pun belum selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Nakertrans Abdya, Amiruddin Adi, yang dikonfirmasi Popularitas.com hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp juga belum mendapat balasan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...