Home News Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Ini Penyebabnya
News

Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Ini Penyebabnya

Share
Insiden Stasiun Bekasi Timur: 14 Tewas, 84 Luka
Kereta jarak jauh (KAJJ) dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line terlibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin malam, 27 April 2026. (Foto: Istimewa)
Share

BEKASI – Kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam (27/4/2026) pukul 20.52 WIB. Insiden tragis ini diduga kuat dipicu oleh gangguan sistem perkeretaapian setelah sebuah taksi listrik terjebak di perlintasan sebidang.

Peristiwa bermula saat sebuah taksi listrik hijau milik Green SM dilaporkan mogok atau berhenti di jalur perlintasan Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 85, kawasan Bulak Kapal. Sebuah rangkaian KRL awalnya menabrak taksi tersebut hingga terseret beberapa meter, yang kemudian berdampak fatal pada sistem persinyalan di area tersebut.

Dikutip dari *detikFinance*, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa temperan taksi tersebut diduga mengganggu sistem perkeretaapian di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Akibat gangguan ini, rangkaian KRL nomor perjalanan PLB 5568A relasi Jakarta Kota–Cikarang terpaksa berhenti di jalur KM 28+920.

Dalam kondisi KRL yang sedang berhenti, KA Argo Bromo Anggrek (PLB 4B) relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju dari arah belakang. Karena sistem peringatan atau persinyalan diduga tidak berfungsi normal, KA Argo Bromo tidak sempat menghindar dan menghantam bagian belakang KRL dengan keras.

Benturan hebat tersebut mengakibatkan lokomotif atau gerbong depan KA Argo Bromo menerobos masuk ke gerbong terakhir KRL, yang merupakan gerbong khusus perempuan. Berdasarkan data sementara, insiden ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan puluhan orang luka-luka.

Manajer Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan permohonan maaf atas gangguan operasional tersebut. Dikutip dari *VIVA.co.id*, Franoto mengonfirmasi bahwa penanganan di lokasi langsung melibatkan Kepolisian dan Basarnas, termasuk proses dramatis pemotongan badan gerbong untuk mengevakuasi penumpang yang terjepit.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi terpantau langsung meninjau lokasi kejadian pada Selasa dini hari. Saat ini, penyebab pasti kegagalan sistem persinyalan tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diinvestigasi lebih lanjut. Dampak dari kecelakaan ini, PT KAI membatalkan sembilan perjalanan KA Jarak Jauh dan melakukan pengalihan rute KRL selama proses evakuasi berlangsung. (hsn)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

10 Rumah Sakit Tersangkut Aksi Nyinyir Dokter terhadap Pasien BPJS

POPULARITAS.COM – Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) mengidentifikasi 10 rumah sakit yang terkait...

Kasus penganiayaan timses oleh Wabup Hasan Basri terus bergulir di Polda Aceh
HukumNews

Mabes Polri Periksa Kapolresta dan Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh

POPULARITAS.COM – Kepolisian RI Daerah (Polda) Aceh menyatakan dua perwira Polresta Banda...

EkonomiNews

Penduduk Miskin Aceh Bertambah 10,40 Ribu Jiwa

POPULARITAS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat jumlah penduduk miskin...

News

Hakim Bebaskan Dua Mahasiswa Unigha Dari Dakwaan Penganiayaan

POPULARITAS.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli, membebas dua aktivis mahasiswa...