Kesehatan

1209 Tulisan
KesehatanNews

Forikan: Aceh komit cegah stunting

POPULARITAS.COM – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh, Ayu Candra Febiola Nazuar mengungkap, sebagai daerah penghasil ikan terbesar, daerah ujung barat Sumatra...

Musim hujan sebabkan masalah ketombe, begini cara atasinya
KesehatanNews

Musim hujan sebabkan masalah ketombe, begini cara atasinya

POPULARITAS.COM – Musim penghujan bisa jadi pemicu masalah kulit kepala, seperti ketombe. Udara dingin dan lembab berlebih dapat sebabkan kulit kepala jadi rentan...

Mempersiapkan persalinan guna cegah bayi lahir prematur
HeadlineKesehatanNews

Mempersiapkan persalinan guna cegah bayi lahir prematur

POPULARITAS.COM – Salah satu masalah kelahiran prematur disebabkan kondisi kesehatan ibu yang kurang baik. Karna itu, penting mempersiapkan kehamilan secara baik agar terhindar...

BPOM Aceh temukan teh hijau ilegal dan kerupuk tempe mengandung boraks
KesehatanNews

BPOM Aceh temukan teh hijau ilegal dan kerupuk tempe mengandung boraks

POPULARITAS.COM – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aceh, temukan sejumlah produk minuman tanpa izin edar (TIE) dan juga makanan yang mengandung...

Kurang tidur bisa sebabkan diabetes
KesehatanNews

Waspadai diabetes akibat pola makan tak teratur karena sering begadang

POPULARITAS.COM – Dokter Spesialis dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr M Ikhsan Mokoagow mengatakan bahwa orang yang sering begadang perlu...

Perempuan hamil disarankan banyak konsumsi buah
KesehatanNews

Perempuan hamil disarankan banyak konsumsi buah

POPULARITAS.COM – Perempuan hamil butuh nutrisi cukup dan berimbang. Hal itu berguna bagi tumbuh kembang janin yang baik. Untuk itu, bagi wanita yang...

Skoliosis tanpa sadar banyak diderita remaja perempuan
HeadlineKesehatanNews

Skoliosis tanpa sadar banyak diderita remaja perempuan

POPULARITAS.COM – Skoliosis merupakan peristiwa kurva melengkung pada tulang belakang. Kondisi ini, kurang disadari para remaja, khususnya perempuan yang kerap mengalami hal tersebut....

Demam turun hari ketiga pada anak penderita DBD adalah fase kritis POPULARITAS.COM - Banyak asumsi salah ketika demam turun pada hari ketiga pada anak, orangtua menganggap merupakan gejala fase kesembuhan. Namun, sebenarnya hal tersebut merupakan hal yang keliru. Pendapat itu disampaikan oleh Dokter spesialis anak RS Hermina Jatinegara, dr Kanya Ayu Paramastri. Ia mengungkapkan, kerap orang sering terkecoh saat mengira pada hari ketiga DBD sudah sembuh ketika tidak demam lagi.   "Itu yang sering menipu, saat hari ketiga sudah tidak demam dipikir sudah sehat, padahal itu kritis," ucap Kanya dalam diskusi mengenai DBD di Jakarta, Minggu (5/11/2023) dilansir laman Antara.   Kanya menjelaskan infeksi DBD memiliki pola gejala yang khas yaitu seperti pelana kuda, dengan demam di tiga hari pertama terkesan sangat umum mirip infeksi demam biasa yaitu panas, pegal-pegal dan sakit pada mata.   Namun, setelah lebih dari tiga hari, demam bisa turun, tetapi ada tanda lemas, tidak nafsu makan dan jika berisiko demam dengue dengan perdarahan akan muncul bintik merah, mimisan dan gusi berdarah.   Kanya menjelaskan perdarahan tersebut terjadi karena kadar trombosit yang seharusnya melindungi pembuluh darah menjadi semakin melemah karena infeksi DBD.   Disamping itu, demam akibat virus dengue yang dibawa nyamuk juga bisa berakibat ke organ tubuh lainnya seperti otak yang akan menimbulkan penurunan kesadaran jika tidak segera di tangani.   Selain itu, lingkungan yang bersih juga belum tentu bebas dari nyamuk pembawa penyakit dengue yang berdiam di lingkungan rumah.   "Lingkungan bersih masih ada nyamuk aedes aegypti di rumah dan albopictus di alam (luar rumah). Itu suka di atas kulkas, dispenser, AC, pot rumah dan baju kotor digantung numpuk di pojok itu nyamuk suka," kata dokter yang aktif di sosial media ini   Dokter yang menamatkan spesialis anak di Universitas Indonesia ini mengatakan, gerakan 3M plus dan vaksin menjadi cara ampuh untuk menekan angka kasus DBD.   Ia mengatakan vaksin DBD sangat dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk setiap anak usia 6-18 tahun baik yang pernah terkena DBD maupun yang belum.   "Jadi semua anak usia 6-18 tahun pernah atau belum (DBD) di rekomendasikan tetap diberikan vaksin DBD sebanyak 2 kali, dengan jeda 3 bulan," katanya.   Anak yang divaksin pun harus sehat dan tidak memiliki penyakit infeksi akut seperti diare. Selain itu vaksin DBD juga tidak memiliki efek samping sehingga aman untuk anak dan bisa langsung beraktivitas setelah vaksin.   Sedangkan bagi anak yang memiliki penyakit kronik seperti HIV, gagal ginjal, atau kondisi yang menurunkan daya tahan tubuh sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis anak terlebih dahulu.   Vaksin DBD juga bisa dilakukan berbarengan dengan vaksin lainnya sesuai arahan dokter.   Sementara pencegahan dengan 3M adalah Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang serta mengubur benda-benda yang bisa menjadi sarang nyamuk dan memakai perlindungan anti nyamuk seperti lotion dan kelambu tidur.
KesehatanNews

Demam turun hari ketiga pada anak penderita DBD adalah fase kritis

POPULARITAS.COM – Banyak asumsi salah ketika demam turun pada hari ketiga pada anak, orangtua menganggap merupakan gejala fase kesembuhan. Namun, sebenarnya hal tersebut...

Daun kelor kaya vitamin, baik untuk anak stunting
KesehatanNews

Daun kelor kaya vitamin, baik untuk anak stunting

POPULARITAS.COM – Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr Andree Hartanto, Sp.OG mengatakan, salah satu pilihan makanan yang baik dan mengadung banyak gizi dan...

Peneliti uji potensi ekstrak bawang hitam sebagai antijerawat
KesehatanNews

Lingkungan pengaruhi penyebaran penyakit kulit di Aceh

POPULARITAS.COM – Penyakit kulit adalah kelainan kulit yang disebakan oleh jamur, bakteri parasite, virus, maupun infeks. Beberapa macam penyakit kulit dapat menyebabakn gatal,...