POPULARITAS.COM – Sejumlah alat elektronik di rumah tetap mengonsumsi listrik meskipun tombol daya atau power sudah dimatikan. Hal ini terjadi karena beberapa perangkat masih terhubung ke stopkontak dan berada dalam mode siaga alias standby. Konsumsi listrik dalam kondisi tersebut dikenal sebagai standby power atau vampire power.
Meski daya yang digunakan umumnya lebih kecil dibandingkan saat perangkat beroperasi, konsumsi yang berlangsung terus-menerus dapat menambah penggunaan listrik rumah tangga. Dikutip dari Antara, Kementerian Energi Australia menyebut konsumsi listrik dalam mode siaga dapat mencapai 3 persen dari total penggunaan energi rumah tangga. Besarnya konsumsi tersebut berbeda-beda, bergantung pada jumlah perangkat, jenis alat elektronik, serta kebiasaan pengguna dalam mengoperasikannya.
Di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mendorong penggunaan peralatan rumah tangga yang efisien melalui penerapan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan Label Tanda Hemat Energi (LTHE). Kedua kebijakan tersebut membantu masyarakat mengenali produk yang lebih hemat energi saat membeli peralatan elektronik.
1. Televisi
Televisi menjadi salah satu perangkat yang tetap dapat menggunakan listrik setelah dimatikan melalui remote.
Pada sejumlah model, televisi sebenarnya tidak benar-benar mati, melainkan masuk ke mode siaga agar dapat dinyalakan kembali dengan cepat. Dalam kondisi tersebut, beberapa fitur seperti lampu indikator, koneksi jaringan, dan kemampuan menerima perintah dari remote tetap aktif sehingga membutuhkan daya listrik. Besarnya konsumsi bergantung pada model, fitur, dan pengaturan perangkat.
Untuk mengurangi penggunaan listrik, televisi dapat dimatikan melalui sakelar utama atau diputus sambungan listriknya jika tidak digunakan dalam waktu lama. Namun, pastikan perangkat tidak sedang melakukan pembaruan sistem atau proses lain yang membutuhkan daya.
- Dekoder TV dan perangkat streaming
Dekoder televisi berlangganan serta perangkat streaming juga dapat tetap mengonsumsi listrik meskipun tidak sedang digunakan untuk menonton tayangan.
Hal ini karena sebagian perangkat perlu mempertahankan koneksi jaringan, menerima pembaruan sistem, atau merekam program yang telah dijadwalkan. Dengan demikian, mematikan televisi belum tentu menghentikan konsumsi listrik dari perangkat pendukungnya. Jika tidak membutuhkan fitur yang berjalan saat perangkat dalam keadaan siaga, pengguna dapat memeriksa pengaturan hemat daya atau mematikannya sesuai kebutuhan.
3. Komputer desktop dan monitor
Komputer desktop dan monitor termasuk perangkat yang dapat mengonsumsi listrik meskipun sudah dimatikan atau berada dalam mode tidur, selama masih terhubung ke sumber listrik, dikutip dari Columbia University.
Pada sejumlah perangkat, sebagian fungsi tetap berjalan untuk menerima pembaruan atau mempertahankan koneksi jaringan.
Komputer desktop, misalnya, memiliki komponen pendukung yang berbeda dari laptop sehingga kebutuhan dayanya juga tidak sama. Untuk mengurangi konsumsi listrik, pengguna dapat mengaktifkan mode hemat daya dan mematikan komputer ketika tidak digunakan dalam waktu lama. Jika ingin menghentikan konsumsi daya siaga, komputer dapat dimatikan sesuai prosedur, kemudian sambungan listriknya diputus apabila aman dilakukan.

- Konsol gim
Konsol gim seperti PlayStation dan Xbox dapat tetap menggunakan listrik ketika berada dalam mode siaga. Pada perangkat tertentu, mode ini memungkinkan gim diunduh, sistem diperbarui, atau konsol dinyalakan melalui jaringan. Fitur tersebut memang memudahkan pengguna, tetapi tetap membutuhkan daya meskipun konsol tidak sedang digunakan untuk bermain. Besarnya konsumsi listrik bergantung pada model dan pengaturan daya. Untuk menghemat listrik, pengguna dapat memilih mode hemat energi jika tidak membutuhkan fitur unduhan atau pembaruan otomatis saat konsol dalam keadaan mati.
5. Microwave
Microwave atau oven gelombang mikro yang dilengkapi layar digital dan jam juga dapat tetap mengonsumsi listrik meskipun tidak sedang digunakan untuk memanaskan makanan. Daya tersebut diperlukan untuk mempertahankan tampilan waktu dan menjalankan fungsi elektronik lainnya. Meski konsumsi listriknya dalam mode siaga umumnya jauh lebih kecil dibandingkan saat digunakan, pemakaian terus-menerus tetap berkontribusi terhadap penggunaan listrik rumah tangga. Jika tidak digunakan dalam waktu lama, pengguna dapat mempertimbangkan untuk memutus sambungan listrik microwave.
- Printer
Mesin pencetak alias printer rumahan, terutama yang dilengkapi fitur jaringan nirkabel dan cetak otomatis, dapat tetap mengonsumsi listrik meskipun tidak sedang mencetak dokumen. Sebagian perangkat mempertahankan koneksi agar dapat menerima perintah cetak dari komputer atau ponsel. Printer juga dapat beralih ke mode tidur yang membutuhkan daya lebih rendah dibandingkan saat beroperasi. Karena itu, pengguna tidak harus selalu mencabut kabel printer setiap kali selesai mencetak. Jika jarang digunakan, pengaturan tidur otomatis dapat dimanfaatkan untuk mengurangi konsumsi listrik. Pengguna juga dapat mematikan perangkat sesuai petunjuk produsen dengan mempertimbangkan kebutuhan koneksi bersama perangkat lain.
7. Charger ponsel dan laptop
Charger ponsel maupun laptop yang tetap terhubung ke stopkontak dapat menggunakan sedikit listrik meskipun tidak sedang mengisi daya. Besarnya konsumsi bergantung pada desain adaptor dan efisiensi perangkat. Pada charger modern yang efisien, daya yang digunakan dalam kondisi tersebut umumnya relatif kecil. Namun, kebiasaan membiarkan banyak adaptor terus terhubung ke stopkontak dapat menambah konsumsi listrik, terutama jika berlangsung setiap hari. Untuk menghindari penggunaan daya yang tidak diperlukan, cabut charger setelah selesai digunakan. Pastikan pula menggunakan adaptor yang sesuai dengan perangkat dan tidak memakai kabel atau charger yang rusak.
- Charger kendaraan listrik dan sepeda listrik
Charger kendaraan listrik maupun sepeda listrik juga dapat tetap mengonsumsi listrik meskipun proses pengisian daya sudah selesai. Dikutip dari Kompas.com, konsumsi listrik charger kendaraan listrik atau e-bike dalam kondisi siaga umumnya berkisar 0,3 watt hingga 5 watt. Untuk menghindari konsumsi daya yang tidak diperlukan, kabel charger sebaiknya dicabut setelah pengisian selesai, sesuai petunjuk produsen.
9 AC dan air purifier
Pendingin ruangan (AC) dan pemurni udara alias air purifier juga dapat tetap menggunakan listrik meskipun terlihat sudah dimatikan. Konsumsi daya siaga AC dapat berkisar 0,6 watt hingga 10 watt, sedangkan air purifier sekitar 0,2 watt hingga 1,5 watt. Pada AC, daya tersebut umumnya digunakan untuk menjalankan sensor remote, sistem kontrol, dan mempertahankan pengaturan perangkat. Besarnya konsumsi bergantung pada model serta fitur yang tersedia. Pengguna dapat memutus sambungan listrik jika perangkat tidak akan digunakan dalam waktu lama, selama sesuai dengan petunjuk produsen
- Speaker dan sistem audio
Speaker aktif, soundbar, atau sistem audio rumahan juga dapat menyedot listrik meski tombol daya sudah dimatikan. Konsumsi listriknya dalam kondisi siaga dapat berkisar 5 watt hingga 10 watt. Hal ini biasanya terjadi karena perangkat masih menunggu koneksi Bluetooth, sinyal remote, atau input audio lain.
Cara mengurangi konsumsi listrik dari mode siaga
Mengurangi konsumsi listrik dari perangkat elektronik tidak berarti harus mencabut semua peralatan setiap kali selesai digunakan. Pengguna dapat memulainya dengan mengenali perangkat yang tetap mengonsumsi daya dalam mode siaga, terutama yang jarang digunakan. Salah satu cara praktis adalah menggunakan terminal listrik yang dilengkapi sakelar. Dengan begitu, aliran listrik ke beberapa perangkat dapat diputus sekaligus ketika tidak diperlukan. Program efisiensi energi AS, Energy Star, juga menyarankan penggunaan terminal listrik sebagai titik pemutus daya untuk komputer dan perangkat pendukungnya setelah selesai digunakan.
Meski demikian, tidak semua peralatan elektronik boleh langsung diputus sambungan listriknya. Kulkas dan freezer, misalnya, harus tetap terhubung ke sumber listrik agar dapat menjalankan fungsi pendinginan. Hal serupa berlaku untuk perangkat yang sedang melakukan pembaruan sistem atau memiliki fungsi penting yang harus tetap berjalan. Karena itu, pengguna perlu memeriksa petunjuk produsen sebelum memutus aliran listrik.
Selain mengatur penggunaan perangkat, masyarakat juga dapat mempertimbangkan label hemat energi saat membeli peralatan elektronik baru. Kementerian ESDM menerapkan SKEM dan LTHE pada sejumlah jenis peralatan rumah tangga, antara lain pendingin udara, kulkas, kipas angin, penanak nasi, lampu LED, televisi, lemari pendingin minuman, dan dispenser air minum.
Label tersebut dapat menjadi salah satu acuan untuk membandingkan efisiensi energi antarproduk. Semakin efisien suatu perangkat, semakin besar peluang untuk menghemat listrik selama masa penggunaannya.
Dengan memahami cara kerja mode siaga, masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan peralatan elektronik. Mematikan perangkat yang tidak diperlukan, memutus aliran listrik jika aman, serta memilih produk hemat energi dapat membantu mengurangi pemborosan listrik di rumah.









Leave a comment