Home News Klub-klub Jerman Batasi Ponsel Pintar di Stadion, Ini Alasannya
NewsSepakbola

Klub-klub Jerman Batasi Ponsel Pintar di Stadion, Ini Alasannya

Share
Klub-klub Jerman Batasi Ponsel Pintar di Stadion, Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM –  Sejumlah klub sepak bola Jerman mulai mengambil langkah untuk mengurangi penggunaan ponsel pintar di stadion. Kebijakan ini ditempuh demi menjaga atmosfer pertandingan dan mengembalikan perhatian suporter pada pengalaman menyaksikan sepak bola secara langsung.

Borussia Dortmund menjadi salah satu klub yang menjalankan inisiatif tersebut. Pada Oktober 2026, klub Bundesliga itu mengajak para pendukungnya menyimpan ponsel selama pertandingan kandang di Westfalenstadion.

Menjelang laga melawan Eintracht Frankfurt, Dortmund memperkenalkan program yang memberikan penghargaan kepada suporter yang tidak menggunakan ponsel pintar selama pertandingan. Melalui fitur fan mode dalam aplikasi resmi klub, penggemar dapat mengumpulkan poin dan berkesempatan memperoleh berbagai hadiah, termasuk jersi bertanda tangan pemain serta voucer belanja di
toko resmi klub.

Program tersebut mendapat sambutan positif di Jerman. Di negara itu, pengalaman menyaksikan pertandingan secara langsung masih menjadi bagian penting dari budaya sepak bola.

Dortmund bukan satu-satunya klub yang menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan ponsel. Dua klub divisi kedua Jerman, Hertha Berlin dan Dynamo Dresden, juga menjalankan inisiatif serupa pada musim ini.

Berbeda dengan Dortmund yang memberikan insentif kepada suporter, kebijakan Hertha dan Dynamo lebih diarahkan untuk mengendalikan aktivitas pembuatan konten oleh para influencer di dalam stadion. Mereka menilai kebiasaan merekam dan memonetisasi pertandingan berpotensi mengganggu kenyamanan serta mengurangi pengalaman menonton bersama.

Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan perlindungan hak siar pertandingan yang memiliki nilai komersial tinggi.

Hertha Berlin menjelaskan, inisiatif itu muncul untuk menjawab persoalan mengenai produksi video oleh pihak luar di lingkungan stadion.

Sementara itu, Dynamo Dresden menyebut perlindungan hak pemegang lisensi siaran dan kenyamanan suporter sebagai pertimbangan utama.

“Suasana dan dukungan terhadap tim harus menjadi fokus utama saat berkunjung ke stadion,” ujar perwakilan Dynamo kepada AFP.

Klub tersebut juga menyebut program pembatasan penggunaan ponsel telah memperoleh tanggapan positif yang signifikan dari para pendukungnya.

Tren pembatasan konten oleh kreator juga mulai terlihat di cabang olahraga lain. Setelah muncul puluhan insiden selama US Open 2026, penyelenggara Wimbledon memutuskan melarang kehadiran pembuat konten mulai 2027.

Ketua Borussia Dortmund, Carsten Cramer, menegaskan, kebijakan tersebut bukan bertujuan menolak perkembangan teknologi. Menurut dia, klub ingin mempertahankan atmosfer autentik yang menjadi ciri khas sepak bola.

“Ini adalah pendekatan yang sangat unik. Tujuannya adalah menarik minat orang-orang dengan pesan: ‘Hei, ini bukan konser di mana Anda terus-menerus berteriak sambil merekam dan menyiarkan setiap bagian pertandingan’,” kata Cramer.

Dia menambahkan, perkembangan teknologi tetap perlu diterima, tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan karakter sepak bola yang mengandalkan emosi dan interaksi langsung antara pemain dengan pendukung.

Cramer pun mengajak para suporter untuk lebih menikmati pertandingan tanpa terus-menerus terpaku pada layar ponsel. “Menonton, menikmati, dan benar-benar merasakan momen tersebut,” ujarnya.

Salah satu alasan Dortmund mempertahankan kebijakan ini adalah keberadaan Yellow Wall atau Dinding Kuning di Westfalenstadion. Tribune berdiri tersebut merupakan salah satu yang terbesar di Eropa dengan kapasitas sekitar 25.000 pendukung.

Menurut Cramer, atmosfer yang tercipta di tribune tersebut membutuhkan keterlibatan penuh para suporter. “Emosi yang dihadirkan oleh Yellow Wall begitu istimewa sehingga membutuhkan perhatian penuh dari orang-orang yang berada di sana. Jika mereka sibuk mengirim pesan atau melakukan siaran langsung dari pertandingan, perhatian tersebut akan hilang,” tuturnya.

Dia menilai keberadaan atmosfer khas Dortmund harus terus dipertahankan agar menjadi daya tarik yang tidak tergantikan.

Cramer mengungkapkan, program tersebut mendapatkan respons sangat positif dari para pendukung. Bahkan, Dortmund membuka peluang untuk melanjutkan inisiatif itu setelah melihat antusiasme suporter.

Namun, rival mereka, Bayern Muenchen, justru memberikan tanggapan berbeda. Anggota dewan Bayern, Rouven Kasper, berseloroh bahwa klubnya tidak membutuhkan larangan penggunaan ponsel karena pertandingan mereka sudah cukup menarik.

“Sepak bola di Bayern sudah sangat seru, jadi kami tidak perlu melarang penggunaan ponsel,” kata Kasper.

Menanggapi komentar tersebut, Cramer menanggapinya dengan santai. Dia bahkan mengaitkan keberhasilan program itu dengan performa Dortmund yang mampu mencatatkan tiga kemenangan beruntun sejak kebijakan tersebut diberlakukan.

“Kami melakukan ini untuk memenangi pertandingan, dan kami pun berhasil,” ujar Cramer.

 

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsTeknologi

10 Alat Elektronik Ini Tetap Sedot Listrik meski Sudah Dimatikan

POPULARITAS.COM – Sejumlah alat elektronik di rumah tetap mengonsumsi listrik meskipun tombol...

Minum air putih berlebih dapat sebabkan keracunan
KesehatanNews

Teh Hijau vs Teh Hitam, Kenali Perbedaannya sebelum Dikonsumsi Harian

POPULARITAS.COM – Minuman teh hitam dan teh hijau sama-sama dikenal sebagai minuman...

EkonomiNews

Nilam Aceh Resmi Masuk Sistem Resi Gudang, Gubernur Mualem Instruksikan Percepat Hilirisasi

POPULARITAS.COM – Kementerian Perdagangan RI resmi menetapkan minyak nilam Aceh sebagai komoditas...

NewsPolitik

KIP Banda Aceh Gelar Mimbar Demokrasi Kupas Tuntas Independensi Penyelenggara Pemilu

POPULARITAS.COM – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh menggelar Seri Pendidikan...