POPULARITAS.COM – Kaki menjadi salah satu bagian tubuh yang bekerja paling keras setiap hari. Mulai dari berjalan, berlari, hingga berolahraga, hampir seluruh aktivitas bertumpu pada kaki.
Tak heran jika berbagai gangguan pada kaki menjadi keluhan yang cukup sering dialami masyarakat, baik akibat kondisi bawaan maupun aktivitas fisik yang berlebihan.
Dokter Spesialis Orthopedi Subspesialis Kaki dan Pergelangan Kaki (Foot & Ankle) Siloam Hospitals Mampang, dr. Astuti Pitarini mengatakan, keluhan pada kaki yang ditemui di praktik sehari-hari cukup beragam.
Sementara itu, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Konsultan Siloam Hospitals Mampang, dr. Antonius Andi Kurniawan juga melihat meningkatnya pasien dengan gangguan pada kaki yang berkaitan dengan aktivitas olahraga, terutama seiring meningkatnya popularitas olahraga padel. Berikut beberapa permasalahan kaki yang sering dialami :
Kaki mudah pegal atau cepat lelah
Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan pasien adalah kaki yang terasa mudah lelah atau cepat pegal setelah beraktivitas.
Menurut dr. Astuti, kondisi tersebut sering kali berkaitan dengan bentuk telapak kaki yang datar atau flat feet. Meski demikian, tidak semua kondisi flat feet merupakan masalah.
“Tired atau fatigued feet jadi keluhan paling banyak. Hal ini biasanya berhubungan dengan flat feet, tidak semua flat feet itu jelek, tapi kebanyakan flat feet itu membuat kaki lebih cepat pegal,” jelas dr. Astuti dalam Media Gathering Siloam Hospitals Mampang. Strong Bones, Strong Bonds di Siloam Hospitals Mampang, Jakarta Selatan, awal Agustus 2026.
Pada sebagian orang, bentuk telapak kaki yang datar masih tergolong fisiologis dan tidak menimbulkan gangguan. Namun, ketika kondisi tersebut membuat distribusi beban tubuh tidak optimal, kaki dapat menjadi lebih cepat lelah dibandingkan orang dengan lengkungan telapak kaki normal.
Cedera olahraga semakin meningkat
Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga turut diikuti dengan bertambahnya kasus cedera pada kaki dan pergelangan kaki.
Dr. Astuti mengatakan, cedera olahraga kini menjadi salah satu keluhan yang paling sering dijumpai. Salah satu penyebabnya adalah semakin populernya olahraga padel. “Cedera olahraga juga cukup banyak karena lagi populer banget padel. Biasanya top three-nya ada ankle keseleo (ankle sprain), cedera tendon Achilles, bisa berupa robekan tendon atau putus tendonnya, dan fracture tuh patah tulang,” tuturnya.
Pergelangan kaki menjadi salah satu area yang paling rentan mengalami cedera karena berperan menjaga keseimbangan tubuh saat bergerak.
Di sisi lain, dr. Antonius juga mengungkapkan, pola cedera pada setiap jenis olahraga tidak selalu sama. Menurutnya, olahraga seperti lari dan basket lebih sering menyebabkan cedera pada tungkai bawah, sedangkan padel dapat menimbulkan cedera pada bagian tubuh atas maupun bawah.
“Menariknya, cedera pasien itu upper and lower. Kalau lari dan basket paling banyak lower, tapi kalau padel bisa upper dan lower,” imbuhnya.
Plantar fasciitis akibat penggunaan kaki berlebihan
Dari sisi kedokteran olahraga, penggunaan kaki secara berlebihan atau overuse juga menjadi penyebab utama pasien datang berobat.
Dr. Andi mengatakan, aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera akibat beban yang terus-menerus diterima jaringan kaki.
“Kalau praktik saya di sports related, pasien yang datang kebanyakan karena kakinya overused, misalnya plantar fasciitis dan ankle sprain,” tambah dia.
Plantar fasciitis merupakan kondisi ketika jaringan plantar fascia yang berada di telapak kaki mengalami iritasi atau peradangan sehingga menimbulkan rasa nyeri, terutama saat pertama kali menginjakkan kaki setelah beristirahat.
Selain plantar fasciitis, keseleo pada pergelangan kaki atau ankle sprain juga masih menjadi salah satu cedera yang paling banyak dialami atlet maupun masyarakat yang aktif berolahraga.
Flat feet
Selain menjadi penyebab kaki mudah lelah, kondisi flat feet juga cukup sering ditemukan pada kelompok yang rutin melakukan olahraga tertentu. Menurut dr. Andi, pelari dan pemain padel merupakan kelompok pasien yang paling banyak datang dengan kondisi tersebut.
“Flat feet juga banyak, misalnya yang datang ke saya paling banyak adalah runners dan juga padel. Sekarang tuh padel banyak banget yang cedera,” ungkap dr. Andi
Bentuk telapak kaki yang datar dapat memengaruhi pola pijakan saat bergerak. Pada olahraga yang melibatkan lompatan, perubahan arah, atau aktivitas berulang, kondisi ini berpotensi meningkatkan beban pada kaki sehingga memicu keluhan apabila tidak ditangani sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Kelainan bentuk kaki seiring bertambahnya usia
Permasalahan lain yang juga cukup sering ditemui adalah perubahan bentuk kaki.
Dr. Astuti menjelaskan, kelainan bentuk kaki tidak selalu disebabkan oleh faktor bawaan sejak lahir. Kondisi tersebut juga dapat berkembang seiring bertambahnya usia.
“Kelainan bentuk bisa karena bawaan dan juga kelainan bentuk yang acquired atau didapat seiring orang bertambah usia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perubahan tersebut dapat berupa memburuknya kondisi flat feet maupun kelainan pada jari-jari kaki.
“Bisa berupa kelainan bentuk kaki, seperti flat feet yang tadinya flat feet-nya fisiologis menjadi progresif, semakin miring, atau kelainan bentuk jari-jari kaki yang paling umum adalah bunion,” tandas dr. Astuti.
Karena itu, masyarakat disarankan tidak mengabaikan keluhan pada kaki yang muncul berulang, terutama jika disertai nyeri, pembengkakan, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah gangguan berkembang menjadi lebih berat serta menjaga fungsi kaki tetap optimal untuk menunjang mobilitas.









Leave a comment