Home News BMKG Prediksi Aceh Tanpa Hujan Berlanjut Hingga Akhir Juli 2026
News

BMKG Prediksi Aceh Tanpa Hujan Berlanjut Hingga Akhir Juli 2026

Share
Musimn Kemarau. Foto : popularitas.com
Share

POPULARITAS,COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Aceh memprakirakan hari tanpa hujan di Aceh bakal berlanjut hingga 31 Juli 2026, karena pada dasarian III diprediksikan curah hujan hanya 31 persen di bawah 50 milimeter (rendah).

“Masih ada sekitar 31 persen curah hujan di bawah 50 mm (rendah) yang diindikasikan akan berlanjut tanpa hujan hingga akhir bulan,” kata Analisis Stasiun Klimatologi BMKG Aceh Harisa Bilhaqqi Qalbi dilansir Antara, Kamis (23/7/2026).

Meski demikian, kondisi tersebut juga dapat bervariasi karena masih terdapat curah hujan 69 persen (menengah) di wilayah barat selatan Aceh.

Harisa menjelaskan, berdasarkan prediksi dasarian III Juli, akumulasi curah hujan yang minim pada periode sebelumnya (dasarian II Juli) telah menciptakan prakondisi kering yang meningkatkan sensitivitas ekosistem terhadap kekeringan meteorologis.

Berdasarkan hasil pemodelan atmosfer, prediksi curah hujan dasarian ini menunjukkan sebagian besar wilayah barat selatan akan mengalami curah hujan menengah (51-150 mm/dasarian) yang meliputi 69 persen.

Kemudian, curah hujan rendah (0-50 mm/dasarian) 31 persen terjadi di wilayah Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Pidie bagian utara, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur bagian utara, Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Berdasarkan peluang kejadiannya, prediksi curah hujan <20 mm berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh dan sebagian kecil Aceh Besar dengan peluang 60-70 persen. Dan prediksi curah hujan >50 mm berpotensi terjadi di Aceh Timur bagian Selatan, Langsa, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil. Lalu khusus di Simeulue >70 persen.

Secara keseluruhan, kata Harisa, Aceh sedang menghadapi tantangan defisit curah hujan yang terpusat di wilayah utara dan tengah, dan diprediksi masih akan terus berlanjut.

Dalam kesempatan ini, dia menyatakan bahwa mengenai kekeringan 2026 telah diprediksi jauh-jauh hari. Secara umum, puncak musim kemarau di Aceh terjadi pada  Juli (6 zona musim), dan terdapat satu ZOM bahwa puncak kemarau di Agustus mendatang.

Maka dari itu, BMKG mengingatkan kepada para pemangku kebijakan perlu melakukan mitigasi kekeringan (early warning), penghematan sumber daya air, serta perlindungan sektor pertanian mutlak dan segera diperlukan, terutama untuk wilayah pesisir utara.

“Perlindungan sektor pertanian diperlukan untuk wilayah pesisir utara. Sedangkan  pesisir selatan relatif aman karena masih menerima pasokan curah hujan yang memadai,” demikian Harisa.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Wali Kota di Meksiko Tewas Ditembak di Kantornya

POPULARITAS.COM – Seorang wali kota di Meksiko tewas ditembak di dalam kantor...

HukumNews

Kejagung Panggil Ulang Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Hari Ini

POPULARITAS.COM _ Tim penyidik sembilan jaksa Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadwalkan pemanggilan ulang...

EkonomiNews

BPKS Minta Lembaga Wali Nanggroe Ajukan Kembali Pembentukan Dewan Nasional Kawasan Sabang

POPULARITAS.COM – BPKS mengharapkan dukungan Lembaga Wali Nanggroe untuk mendorong kembali pembentukan...

News

Alasan Pertemuan Partai hingga Sakit Gigi, Anggota DPRK Pidie Tak Hadiri Sidang Paripurna LPJ APBK 2025

POPULARITAS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, menggelar rapat paripurna penyampaian...