News

China tangguhkan penerbitan visa bagi warga Jepang

China balas tindakan Jepang yang  membatasi warganya memasuki negeri Sakura itu sebagai pelaku perjalanan internasional.
China tangguhkan penerbitan visa bagi warga Jepang
Orang-orang berjalan dengan barang bawaan mereka di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, di tengah wabah COVID-19, di Beijing, China, Selasa (27/12/2022). ANTARA/REUTERS/Tingshu Wang/am.

POPULARITAS.COM – China balas tindakan Jepang yang  membatasi warganya memasuki negeri Sakura itu sebagai pelaku perjalanan internasional.

Balasan yang dilakukan oleh China adalah dengan menangguhkan penerbitan visa bagi warga Jepang yang akan berkunjung ke negara tersebut.

Kedutaan Besar China di Jepang, Selasa (10/1/2023), diberitakan Antara, menolak dan menangguhkan permohonan sejumlah warga Jepang yang hendak berpergian ke negara tirai bambu itu.

Keputusan tersebut merupakan bentuk pembalasan atas keputusan Jepang, yang membatasi masuk warga negara China karena China dianggap tidak transparan terkait data terbaru COVID-19.

Sebelumnya, Korea Selatan menjadi negara pertama yang terkena aksi balasan China tersebut.

“Sejak China mengumumkan penurunan status penanganan COVID-19 dan mengambil langkah-langkah sementara untuk perjalanan lintas-batas, banyak negara menyambut positif,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Wang Wenbin di Beijing.

“Tetapi beberapa negara telah mengumumkan langkah-langkah pembatasan masuk yang menargetkan traveler dari China,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan komunikasi berbasis fakta dengan negara-negara yang melarang masuk warganya dan menjelaskan penyempurnaan langkah-langkah penanganan COVID-19.

“Sayangnya, segelintir negara, dengan mengabaikan sains, fakta, dan situasi pandemi mereka yang sebenarnya, bersikeras mengambil tindakan pembatasan masuk yang diskriminatif terhadap China. China dengan tegas menolak ini dan perlu mengambil tindakan balasan,”  kata Wang, menegaskan.

Selain Jepang dan Korsel, Amerika Serikat dan Malaysia serta beberapa negara lain di Eropa mewajibkan pelaku perjalanan dari China menunjukkan hasil tes negatif PCR sebelum keberangkatan menuju negara-negara tersebut.

Per 8 Januari 2023, China mengizinkan warganya bepergian ke luar negeri. China juga menghapus kewajiban karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang baru mendarat di negara tersebut.

Meskipun demikian, China masih mewajibkan pelaku perjalanan internasional menunjukkan tes negatif COVID-19 sebelum terbang ke China.

Hampir tiga tahun China menerapkan kebijakan nol COVID-19, yang mewajibkan para pelaku perjalanan internasional melakukan karantina terpusat dan termonitor serta melarang warganya ke luar negeri kecuali untuk tujuan yang sangat mendesak.  

Shares: