POPULARITAS.COM – Direktur Utama Bank Aceh Fadhil Ilyas, memastikan bahwa, seluruh unit jaringan kantor operasional dan kantor cabang pembantu perbankan daerah itu telah pulih 100 persen. Upaya tersebut, bagian penting dari langkah pihaknya dukung pemulihan ekonomi di provinsi ujung barat Sumatra ini pascabencana hidrometeorologi yang meluluhlantakkan daerah berjuluk serambi mekkah itu.
Hal tersebut disampaikan Fadhil Ilyas dalam keterangan resminya, Senin (15/12/2025) di Banda Aceh. “Alhamdulillah, kini 192 unit kantor cabang dan cabang pembantu serta payment poin di Aceh, Medan, dan Jakarta pulih 100 persen,” katanya.
Dengan pulihnya seluruh layanan Bank Aceh, Sambung Fadhil lagi, pihaknya berharap para nasabah, terutama di daerah-daerah terdampak, bisa mengakses layanan keuangan yang disediakan pihaknya.
“Ini langkah kami juga dukung pemulihan ekonomi Aceh pascabencana,” ujarnya.
Dia menambahkan, salah satu daerah terparah terdampak bencana adalah Aceh Tamiang. Di kabupaten itu, perkantoran Bank Aceh juga terimbas berat. Namun, sejak 11 Desember 2025, empat jaringan kantor dan cabang pembantu sudah berhasil dipulihkan.

Sebelumnya, bencana banjir di beberapa kabupaten/kota telah mengakibatkan 46 jaringan kantor Bank Aceh terdampak serius, sehingga terpaksa berhenti operasional.
Untuk mengatasi situasi ini, Bank Aceh membentuk Tim Task Force Percepatan Pemulihan Operasional Kantor yang bekerja sejak akhir November 2025.
Tim ini melakukan penanganan darurat, termasuk pembersihan, perbaikan infrastruktur, dan penormalan sistem teknologi informasi.
Fadhil Ilyas, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tim Task Force Percepatan Pemulihan Operasional Kantor yang telah bekerja tanpa jeda sejak diturunkan pada akhir November lalu.
Kembalinya operasional 192 jaringan kantor ini memastikan layanan-layanan utama, seperti penarikan tunai, penyetoran dana, dan transfer, kini tersedia optimal bagi nasabah.
Selain layanan fisik, Bank Aceh juga memastikan layanan digitalnya, termasuk 130 unit ATM/CDM/CRM dan layanan mobile banking, beroperasi maksimal 24 jam.
Memang, masih ada dua KCP yang operasional belum maksimal akibat listrik yang belum menyala serta terbatasnya pasokan BBM untuk genset.
Begitupun layanan perbankan di lokasi tersebut tetap didukung oleh KCP lainnya yang terdekat. Bank Aceh kini memfokuskan diri untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung fase rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.
Fadhil Ilyas menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Daerah, OJK, aparat keamanan dan stakeholder atas dukungan penuh yang membantu Bank Aceh kembali prima.










Leave a comment