Home News DPRK Usulkan Pemko Uji Usap 5.000 Warga di Banda Aceh
News

DPRK Usulkan Pemko Uji Usap 5.000 Warga di Banda Aceh

Share
DPRK Usulkan Pemko Uji Usap 5.000 Warga di Banda Aceh
Ilustrasi, Tes Swab, 54 Warga Lhokseumawe Negatif Corona. (popularitas/Risky)
Share

POPULARITAS.COM– Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menyarankan agar pemerintah kota setempat untuk melakukan uji usap (swab) massal terhadap 5.000 warga dalam upaya percepatan penanganan COVID-19.

Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar mengatakan dalam rapat pembahasan Rancangan APBK Perubahan Banda Aceh 2020 secara resmi telah meminta agar Pemko Banda Aceh untuk melakukan usapan massal minimal 5.000 orang.

“Artinya, DPRK Banda Aceh mendorong pemerintah untuk menganggarkan sejumlah dana agar dapat dilakukan kerjasama dengan Universitas Syiah Kuala yang memiliki laboratorium dan peralatan tes. Pemko Banda Aceh sudah sepakat dan DPRK akan mengawal kebijakan ini,” kata Farid, di Banda Aceh, Rabu (16/9/2020) dilansir Antara.

Farid menilai mayoritas pasien positif terinfeksi diketahui secara kebetulan ada warga yang sakit kemudian mendatangi rumah sakit dan ternyata terinfeksi virus corona. Setelah dilacak maka kedapatan kasus-kasus baru lainnya.

Kata Farid, disamping itu juga perlu dilakukan langkah strategis, dengan menargetkan tiga bulan ke depan dilakukannya 5.000 usapan massal. Apabila dibagi setiap pekannya maka 1.500 warga yang diuji usap setiap bulannya. Kemudian juga melakukan pemetaan gampong (desa) yang akan dilakukan usap massal.

“Ini menjadi penting, karena hari ini banyak pasien orang tanpa gejala (OTG) yang kondisinya sehat tapi tanpa sadar menjadi pembawa virus itu ke tempat-tempat lain jangan sampai muncul kluster baru seperti kluster perkantoran, masjid dan lainnya,” kata politikus PKS itu.

Angka positif melonjak drastis di ibukota Provinsi Aceh itu menempatkan posisi Aceh pada peringkat enam secara nasional, sehingga dibutuhkan perhatian semua pihak agar tidak bersikap abai terhadap COVID-19.

“Waspada itu penting tapi jangan berlebihan karena akan menurunkan imunitas, tapi abai tidak peduli sama sekali itu juga dapat membahayakan masa depan,” kata Farid.

Karena itu, langkah-langkah yang diambil oleh Pemko Banda Aceh mulai dari testing atau usapan massal, pelacakan interaksi dari pasien yang terpapar, isolasi baik yang mandiri maupun kelompok, hingga treatment atau proses pengobatan yang harus detail dan terukur serta jelas jadwal pelaksanaannya, dan berapa kebutuhan anggarannya, kata Farid lagi.[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...