Home Hukum Seorang Penambang Emas Ilegal Ditangkap di Aceh Barat
HukumNews

Seorang Penambang Emas Ilegal Ditangkap di Aceh Barat

Share
Seorang Penambang Emas Ilegal Ditangkap di Aceh Barat
Polisi menggiring seorang tersangka diduga sebagai pekerja tambang emas ilegal di kawasan Desa Antong, Kecamatan Panton Reue, Kabupaten Aceh Barat, usai menggelar konferensi pers di Mapolres setempat di Meulaboh, Rabu (16/9/2020). (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)
Share

POPULARITAS.COM – Polres Aceh Barat menangkap seorang pria berinisial IM (23), warga Kabupaten Pidie, diduga sebagai pekerja penambangan emas ilegal di kawasan Desa Antong Kecamatan Panton Reue Kabupaten Aceh Barat.

“Sejauh ini baru satu orang pelaku yang berhasil kita tangkap, sedangkan sejumlah pekerja lainnya berhasil melarikan diri,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda SIK diwakili Kabag Ops AKP Ikmal kepada wartawan di Meulaboh, Rabu (16/9/2020) dilansir Antara.

Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya satu unit alat berat jenis exavator merek Komatsu PC200, satu kotak putih plastik berisi emas bercampur pasir, tiga lembar karpet plastik warna hijau, satu buah alat pengindang emas yang terbuat dari kayu.

AKP Ikmal menambahkan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat kepada pihak kepolisian yang melaporkan adanya dugaan aktivitas tambang ilegal, di kawasan Sungai Cahop Angkup Masjid di Desa Antong, Kecamatan Panton Reue, Kabupaten Aceh Barat.

Polisi yang mendapatkan informasi tersebut, kemudian melakukan penyelidikan dan menuju ke lokasi diduga sebagai lokasi pembangan emas ilegal.

Namun saat berada di lokasi kejadian, polisi hanya berhasil menangkap satu orang pekerja berinisial IM (23) warga sebuah desa di Kabupaten Pidie, Aceh.

Sementara sejumlah rekan pelaku berhasil melarikan diri saat akan ditangkap oleh petugas.

Polisi juga menjerat pelaku IM dengan Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009, tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Ada pun ancaman pidana yang akan dihadapi IM, kata AKP Ikmal, yakni ancaman pidana kurungan penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak sebesar Rp100 miliar, kata AKP Ikmal menuturkan.[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Tiba di India, Prabowo Siap Hadiri KTT Ke-18 BRICS

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan Angkatan Udara India (AFS)...

News

Wagub Aceh Kembali Tegaskan Perpanjangan Dana Otsus di Forum DPD

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh mendorong agar dana...

NewsSosial dan Budaya

Buka Aceh Culinary Festival 2026, Plt. Sekda Sebut Kuliner Merupakan Bagian dari Identitas Aceh

POPULARITAS.COM – Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, menegaskan bahwa kuliner bukan...

KriminalitasNews

Polisi Bekuk Komplotan Pencuri Sepeda Motor di Banda Aceh

POPULARITAS.COM – Tim Opsnal Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap tiga pria...