Home News Gubernur Aceh: Kehadiran STIS Ummul Ayman Ibarat Oase
News

Gubernur Aceh: Kehadiran STIS Ummul Ayman Ibarat Oase

Share
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, memberikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka Wisuda Anggkatan ke-1 Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya, Selasa (2/3/2021). (Ist)
Share

POPULARITAS.COM – Ibarat Oase, kehadiran Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya, merupakan sebuah terobosan pendidikan, yang sangat selaras dengan kekhususan Aceh sebagai negeri yang menjalankan syariat Islam.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam sambutannya pada Wisuda Perdana STIS Ummul Ayman, Selasa (2/3/2020).

“Kehadiran STIS Ummul Ayman ibarat oase di tengah padang pasir, menjadi sumber mata air ilmu pengetahuan yang menyegarkan dan tiada habisnya. Terutama bagi generasi-generasi muda Pidie Jaya,”

“Oleh karena itu, keberadaan Kampus ini patut diapresiasi, karena sekolah tinggi ini tidak hanya mencetak sarjana dunia tetapi juga sarjana akhirat karena STIS Ummul Ayman mengintegrasikan ilmu agama dan umum dalam bidang Hukum Islam dan Hukum Ekonomi Syariah,” ujar Gubernur.

Gubernur mengimbau seluruh civitas akademika STIS Ummul Ayman untuk terus melakukan inovasi dan terobosan dalam mencetak generasi-generasi Islami berkualitas yang siap menghadapi tantangan global. Karena Aceh masih membutuhkan para intelektual yang tidak hanya mampu menguasai pendidikan dunia, tetapi juga mampu bermuamalah dengan dunia keagamaan.

“Hari ini merupakan hari penuh kebahagiaan bagi kita semua karena hari ini menjadi momen keberhasilan bagi anak, adik, abang, dan rekan kita dalam menyelesaikan studinya di STIS Ummul Ayman. Untuk itu, Saya atas nama Pemerintah Aceh mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan/wisudawati,” kata Nova.

Dalam sambutannya, Gubernur juga mengingatkan, selain menjadi sebuah kebanggaan, wisudawan perdana STIS Ummul Ayman. Para alumni memiliki tugas berat menjaga citra almamater saat kembali ke masyarakat nanti.

“Jangan lupa untuk terus menjaga citra almamater. Jangan pernah terbersit di pikiran kalau setelah wisuda urusan Anda dengan kampus ini selesai. Baik buruknya wajah STIS Ummul Ayman di tengah-tengah masyarakat nanti, salah satunya tergantung dari tindak-tanduk para lulusannya. Maka dari itu, kami menitip pesan agar para alumni senantiasa menunjukkan jati diri sebagai seorang intelektual sejati,” pesan Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga berpesan agar para alumni terus mengembangkan dan menata diri agar menjadi pribadi lebih baik dari sebelumnya, baik dari segi emosional maupun spiritual.

“Selepas Anda meninggalkan kampus ini, proses menuntut ilmu belumlah selesai. Menggali ilmu pengetahuan dapat dilakukan di mana saja, baik dari lembaga pendidikan, lapangan pekerjaan, dari proses kreativitas, dan sebagainya. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti belajar dan tetaplah menjadi pribadi-pribadi rendah hati seraya terus menggali pengetahuan dari lingkungan baru yang akan dimasuki nanti,” kata Nova.

Gubernur juga berpesan kepada para orangtua dan alumni STIS untuk merubah cara pandang, tidak semata menyasar menjadi Aparatur Sipil Negara atau pegawai di instansi swasta.

“Kita harus mandiri, jangan lagi berpikir untuk menjadi ASN atau pegawai swasta. Mulailah berdikari bangun usaha sendiri karena sektor UMKM cukup menjanjikan dan menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi,” imbau Gubernur.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengumumkan, bahwa Pemerintah Aceh melalui Badan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia setiap tahun memberangkatkan putra-putri Aceh untuk belajar ke luar negeri. Untuk itu, Gubernur mengajak para alumni dayah maupun STIS Ummul Ayman untuk turut mengajukan berkas pada program beasiswa tersebut.

“Terima kasih kami ucapkan kepada segenap pihak yang selama ini telah membantu STIS Ummul Ayman dari berbagai aspek. Kepada Pemkab Pidie Jaya, agar terus memantau perkembangan kampus ini, dimana masih ada kekurangan agar dapat segera dibantu. Pemkab juga dapat melakukan berbagai kerjasama dengan melibatkan STIS, baik dengan civitas akademika maupun para lulusannya. Semoga STIS Ummul Ayman terus maju dan berkembang sehingga dapat menjadi kebanggaan masyarakat Pidie Jaya, dan para lulusannya menjadi putra-putri terbaik daerah yang mampu berkiprah membangun kabupaten ini menjadi lebih maju lagi,” pungkas Nova.

Senada dengan Gubernur, Ketua STIS Ummul Aiman Muhammad Zukhdi, dalam sambutannya juga mengingatkan para lulusan agar menjaga nama baik almamater dan mengamalkan ilmu didapat di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) wilayah V Aceh Warul Walidin, dalam sambutannya menegaskan, bahwa Gubernur Aceh adalah sosok yang sangat pro dengan syariat Islam dan pendidikan Islam di Aceh.

“Pak Gubernur adalah sosok yang sangat peduli dengan pendidikan Islam, peduli dengan Syari’at Islam.

Hari ini, seharusnya Pak Nova mengikuti sejumlah kegiatan di Banda Aceh, saya tahu karena saya juga turut diundang dalam pertemuan tersebut. Namun beliau lebih memilih ke datang ke Pidie Jaya untuk menghadiri wisuda perdana di STIS Ummul Ayman,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Rektor UIN Ar-Raniry itu.

Kehadiran Gubernur disambut langsung oleh Ulama kharismatik Aceh sekaligus Pendiri Ummul Ayman Waled Nuruzzahri atau akrab disapa Waled Nu, Bupati Pidie Jaya Ayyub Abbas.

Prosesi wisuda sebanyak 118 lulusan STIS Ummul Ayman berlangsung dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh hadirin diwajibkan mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun. Panitia juga menyediakan hand sanitizer dan sejumlah tempat cuci tangan portabel.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Terbaru

NewsSepakbola

Wow! Bola Tangan Tuhan Maradona Terjual Rp 59,47 Miliar POPULARITAS.COM – Bola yang digunakan Diego Maradona saat mencetak gol kontroversial “Tangan Tuhan” dan “Gol Abad Ini” pada Piala Dunia 1986 terjual seharga US$ 3,355 juta atau sekitar Rp 59,47 miliar dalam sebuah lelang. Bola Adidas Azteca tersebut digunakan dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Inggris di Stadion Azteca, Mexico City, pada 22 Juni 1986. Argentina menang 2-1 berkat dua gol Maradona. Dikutip dari AS, Senin (24/8/2026), bola tersebut dilelang Heritage Auctions setelah sebelumnya menjadi salah satu memorabilia sepak bola paling bersejarah yang berada di tangan kolektor. Nilai penjualan US$ 3,355 juta masih jauh di bawah perkiraan awal sekitar US$ 10 juta. Meski demikian, Heritage Auctions menyebut penjualan itu mencetak rekor untuk memorabilia sepak bola nonjersei. Bola tersebut memiliki nilai sejarah karena digunakan dalam dua momen berbeda yang hanya terpaut empat menit. Maradona mencetak gol pertama pada menit ke-51. Dalam duel udara dengan kiper Inggris Peter Shilton, Maradona menggunakan tangannya untuk menyentuh bola hingga masuk ke gawang. Wasit asal Tunisia Ali Bin Nasser tetap mengesahkan gol tersebut karena tidak melihat pelanggaran tangan. Teknologi video assistant referee (VAR) belum digunakan pada masa itu. Maradona kemudian menyebut gol kontroversial tersebut tercipta “sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan”. Sejak saat itu, gol tersebut dikenal luas sebagai gol “Tangan Tuhan”. Empat menit berselang, Maradona kembali mencetak gol, tetapi kali ini dengan aksi individu yang kemudian dikenang sebagai “Gol Abad Ini”. Kapten Argentina tersebut menggiring bola melewati sejumlah pemain Inggris sebelum menaklukkan Shilton untuk membawa Argentina unggul 2-0. Inggris memperkecil ketertinggalan melalui Gary Lineker pada menit ke-81, tetapi Argentina tetap mempertahankan kemenangan 2-1. Bola pertandingan tersebut kemudian disimpan oleh Ali Bin Nasser selama lebih dari 3 dekade. Menurut dokumen asal-usul barang yang disertakan dalam lelang, bola itu digunakan sepanjang pertandingan dan tidak diganti, termasuk ketika Maradona mencetak kedua gol bersejarahnya. Bola yang sama sebelumnya pernah dilelang pada 2022 dan terjual sekitar US$ 2,37 juta. Barang tersebut kembali masuk pasar lelang sebelum akhirnya terjual dengan harga lebih tinggi pada Agustus 2026. Spesialis lelang Heritage Auctions Mike Provenzale menyebut bola tersebut sebagai barang yang unik dan memiliki posisi penting dalam sejarah sepak bola. “Ini benar-benar barang satu-satunya. Bisa dibilang salah satu benda sepak bola paling penting yang pernah ada,” ujarnya. Kemenangan atas Inggris membawa Argentina melaju ke semifinal. Maradona dan kawan-kawan kemudian mengalahkan Belgia sebelum menundukkan Jerman Barat di final untuk meraih gelar Piala Dunia kedua Argentina. Piala Dunia 1986 juga menjadi satu-satunya trofi Piala Dunia yang diraih Maradona sepanjang kariernya.

Tulisan Terkait
News

Meski Titik Panas Terdeteksi di Aceh, Tapi BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar...

EkonomiNews

BPMA, Kementerian ESDM, dan Medco Verifikasi Faktual Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kementerian ESDM, PT Medco...

News

Prabowo Mau Jual Kapal Perang Ki Hajar Dewantara

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan penjualan kapal perang RI (KRI) latih...

News

Vokalis Seuramoe Reggae Teuku ‘Uye’ Andie Meninggal Dunia

POPULARITAS.COM – Kabar duka menyelimuti blantika musik Aceh. Teuku Andie, vokalis grup...