Home Kesehatan Hukum Makan Kelelawar dan Ular dalam Islam
KesehatanNews

Hukum Makan Kelelawar dan Ular dalam Islam

Share
Ilustrasi, sup kalelawar. (Foto: Suara.com)
Share

Jakarta (popularitas.com) – Pemimpin Pondok Pesantren Daarul Qur’an (DQ) Bulak Santri Banten, Yusuf Mansur, menjelaskan hukum memakan kelelawar dan ular. Kedua hewan itu disebut ilmuwan China sebagai sumber penyebaran virus novel corona (2019-nCov).

Pria yang akrab disapa Ustaz YM itu menyebut kelelawar sebagai hewan yang haram dimakan. Dia merujuk pada mazhab Syafi’i dan mazhab Hambali.

“Menurut Madzhab Hanbali dan Madzhab Syafi’i haram.
Karena termasuk dalam binatang  yang buruk atau menjijikkan,” kata Yusuf, Sabtu (25/1).

Sementara ada perbedaan pendapat pada dua mazhab lainnya. Menurut Hanafi kelelawar mubah, sedangkan menurut Maliki binatang itu makruh.

Terkait hukum memakan ular, Yusuf bilang sebagian besar ulama mengharamkan. Sebab ular merupakan hewan bertaring dan membahayakan.

“Ular bertaring. Nabi melarang memakan binatang buas yang bertaring. Ular termasuk binatang yang diperintahkan Nabi untuk dibunuh karena membahayakan. Ular termasuk binatang yang buruk/ menjijikkan,” ucap dia.

Yusuf juga menyampaikan dalil Alquran yang menjadi rujukannya. Menurutnya, Surat Al A’raaf ayat 157 mencerminkan hukum memakan dua hewan tersebut.

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ ) الأعراف/157

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (QS. Al A’raaf: 157)”

Sebelumnya, penyebaran virus novel corona (2019-nCov) menyita perhatian dunia. Virus yang yang diduga berasal dari Wuhan, China itu sudah menjalar ke berbagai negara, termasuk Malaysia dan Australia.

Analisis terbaru para ilmuwan China menunjukkan virus ini ditularkan dari kelelawar ke ular kemudian ke manusia. Sup kelelawar dilaporkan sebagai hidangan yang tak biasa, tapi populer di Wuhan, lokasi epidemi virus corona.

Dalam sebuah pernyataan, para peneliti mengatakan: “Host (inang) alami corona virus Wuhan bisa jadi kelelawar … tetapi antara kelelawar dan manusia mungkin ada perantara yang tidak diketahui.”

Ular dan kelelawar dianggap jadi biang kerok penyebar virus corona di China. Penyebaran ini diduga disebabkan karena banyak warga China yang mengonsumsi sup kelelawar. Di China, kelelawar dan ular menjadi bahan makanan tradisional bagi orang-orang yang tinggal di negara tersebut.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...

KriminalitasNews

Polisi Amankan Mobil Diduga Angkut 600 Liter Bio Solar Subsidi di Banda Aceh

POPULARITAS.COM –  Polisi mengamankan sebuah mobil Kia Travello yang diduga mengangkut sekitar...

News

Kejati Aceh Tangani Sembilan Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi

POPULARITAS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menangani penyidikan sembilan kasus dugaan tindak...