Home News Karhutla Aceh Barat Kian Kritis, Bara Gambut Capai 160 Derajat Celsius
News

Karhutla Aceh Barat Kian Kritis, Bara Gambut Capai 160 Derajat Celsius

Share
BNPB akan melakukan Operasi Modifikasi cuaca di Aceh Barat untuk atasi kebakaran lahan gambut. Foto : HO/BNPB | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Kabupaten Aceh Barat, semakin mengkhawatirkan. Tim di lapangan menemukan suhu bara api di bawah permukaan tanah mencapai 160 derajat celsius, sehingga berpotensi memicu penyebaran api dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan hasil pemantauan, potensi meluasnya kebakaran diperkirakan masih tinggi setidaknya selama dua hari ke depan. Meski di sejumlah lokasi hanya terlihat kepulan asap, namn bara api di lapisan gambut masih aktif membakar di bawah permukaan tanah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T Ronald Nehdiansyah, mengatakan hasil pengamatan visual yang dilakukan tim di darat menunjukkan kebakaran belum sepenuhnya dapat dikendalikan.

“Hasil pengamatan visual darat menyimpulkan kondisi bara api masih sangat membara dengan suhu mencapai 160 derajat celsius. Hal ini berpotensi memicu dan mempercepat penyebaran api di sekitar wilayah yang terdampak,” ujar Ronald, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Ronald, karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menyala di bawah tanah (subsurface fire), sehingga jauh lebih sulit dipadamkan dibandingkan kebakaran di lahan mineral.

Bara api yang tersimpan di dalam lapisan gambut dapat kembali memunculkan kobaran api ketika cuaca semakin panas dan kering. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman harus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan.

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dijadwalkan mengerahkan helikopter water bombing guna membantu operasi pemadaman dari udara.

“Menimbang kondisi tersebut, berdasarkan informasi yang kami terima, BNPB akan membantu operasi penanganan karhutla di Aceh Barat menggunakan helikopter water bombing yang direncanakan mulai beroperasi hari ini,” kata Ronald.

Operasi udara akan difokuskan pada lokasi api yang sulit dijangkau petugas di darat. Selain memadamkan kobaran api, penyiraman dari udara juga diharapkan mampu menurunkan suhu ekstrem pada lapisan gambut yang masih menyimpan bara.

Pengerahan helikopter water bombing menjadi bagian dari strategi terpadu untuk menekan penyebaran api, mempercepat pengendalian kebakaran, serta mencegah karhutla meluas ke kawasan lain di Aceh Barat.

Dengan suhu bara bawah permukaan mencapai 160 derajat celsius, kondisi kebakaran lahan gambut di Aceh Barat masih berada pada kategori kritis.

Pemerintah berharap kombinasi operasi darat dan udara dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
5 Polisi Dipecat Tersandung Narkoba Selama 2020
News

Tuding demo BEM UI untuk menjarah, Dokter Ayu dipecat dari Klinik First Care

POPULARITAS.COM – Manajemen Klinik First Care, akhirnya memberhentikan dr Ayu Bopha Devi...

News

Aroma kuah kari dan Shalawat Rasul untuk tanah Japakeh yang ingin bangkit

POPULARITAS.COM – Aroma kari menguar lebih dulu, jauh sebelum tenda-tenda itu tampak...

News

Dinilai tak layak, BGN tutup 2 ribu dapur MBG 

POPULARITAS.COM – Sebanyak lebih dari 2.000 dapur MBG di seluruh Indonesia, ditutup...

News

Komunitas pegiat sejarah dan budaya berduka, Piet Rusdi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh meninggal dunia

POPULARITAS.COM – Komunitas pegiat sejarah dan budaya Aceh, Piet Rusdi meninggal dunia....