Home Ekonomi Lhokseumawe Mulai Budidaya Komoditas Pangan di Tengah COVID-19
EkonomiNews

Lhokseumawe Mulai Budidaya Komoditas Pangan di Tengah COVID-19

Share
Patut Dicontoh, Begini Konsep Pertanian Berkelanjutan Ala Petani AS
Petani sedang membajak sawah. (Antara)
Share

POPULARITAS.COM – Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe, mengembangkan budidaya tanaman pangan untuk menciptakan ketahanan pangan di tengan pandemi COVID-19.

“Kita akan lakukan budidaya kepada petani yang memiliki lahan kosong untuk ditanami tanaman jagung dengan luas 50 hektare, ubi kayu 25 hektare, pisang 10 hektare, pepaya 5 hektare dan sayur mayur 15 hektare,” kata Kepala DKPPP Mohammad Rizal seperti dilansir laman Antara, Selasa (13/10/2020).

Ia menjelaskan bahwa hal itu merupakan strategi Pemko Lhokseumawe dalam upaya ketahanan pangan mengahadapi COVID-19 agar komoditas pangan pokok bagi masyarakat tetap tersedia di tengah ancaman ketahanan pangan global.

Kata Rizal, COVID-19 ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga sosial ekonomi masyarakat. Food and Agriculture Organization (FAO) juga telah memperingatkan potensi krisis pangan global.

“Di tengah COVID-19 seperti saat ini, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan pencegahan penyebaran COVID-19, tetapi juga upaya pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak,” katanya.

Kata dia, Pemko Lhokseumawe mendapat bantuan alokasi dana Rp15 miliar dari Pemerintah Aceh untuk penanganan dan antisipasi dampak dari pandemi COVID-19.

“Alhamdulillah, dari total Rp15 miliar bantuan untuk Pemkot Lhokseumawe, DKPPP Lhokseumawe menerima alokasi dana sebesar Rp5 miliar untuk ketahanan pangan dalam upaya pemulihan ekonomi di tengah COVID-19,” ujarnya.

Dari alokasi dana bantuan tersebut, kata Rizal, pihaknya akan melakukan program pengembangan budaya tanaman pangan yang bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan di Lhokseumawe.

Atas bantuan itu diharapkan para petani dapat mengolah lahannya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui program ketahanan pangan.

“Saat ini pemulihan ekonomi sangat dibutuhkan sehingga masyarakat juga dituntut lebih produktif memanfaatkan kesempatan, salah satunya memanfaatkan bantuan yang ada untuk meningkatkan ketahanan pangan di masa-masa sulit,” katanya.

Selain sektor pertanian, bantuan tersebut juga diperuntukkan kepada sektor perikanan. Masyarakat yang memiliki kolam nantinya akan diberikan bantuan bibit ikan dan pakan ikan untuk pengembangan.

“Ada 300 paket dengan nominal bantuan sebesar dua juta rupiah per penerima bantuan. Selain itu juga ada bantuan alat penangkap ikan bagi para nelayan,” katanya.

Para penerimanya tersebar di empat kecamatan wilayah Lhoksumawe, dan sedang dalam proses verifikasi. Bantuan itu akan diberikan dalam bentuk barang ataupun produk, yang bersumber dari alokasi APBK-Perubahan Lhokseumawe 2020.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Direktur Operasional Bank Aceh dipecat
Ekonomi

Mualem pimpin RUPSLB Bank Aceh

POPULARITAS.COM – Direktur Operasional Bank Aceh, Syahrul, dipecat dari jabatannya. Langkah dilakukan...

EkonomiNews

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

POPULARITAS.COM – Polemik pengelolaan gas di Wilayah Kerja South Andaman oleh Mubadala...

News

Terjebak di Area Bekas Karhutla, 2 Orang Utan di Sampit Dievakuasi

POPULARITAS.COM – Dua orang utan berhasil diselamatkan tim gabungan Balai Konservasi Sumber...

Gubernur Muzakir Manaf dan Ketua DPR Aceh rapat koordinasi bahas potensi bencana hidrometeorologi
News

Gubernur Muzakir Manaf dan Ketua DPR Aceh rapat koordinasi bahas potensi bencana hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Aceh...