POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, mengungkapkan hingga pekan kedua pascabanjir besar yang melanda Aceh, dua rumah sakit pemerintah masih belum bisa beroperasi penuh, yaitu RSUD Aceh Tamiang dan RSUD Sultan Abdul Aziz di Aceh Timur.
Selain itu, tiga rumah sakit swasta, yakni RS Pertamina Rantau, RS Umi Langsa, dan RS Prima Inti Medical di Aceh Utara, juga belum beroperasi akibat kerusakan berat dan putusnya akses.
“Kita masih menganggap RSUD Aceh Tamiang belum beroperasi karena baru IGD saja yang berjalan. Hampir semua alat kesehatannya tenggelam semua, tapi saya tidak bisa katakan apakah masih bisa digunakan atau tidak,” kata Ferdiyus saat Konferensi pers di Media Center Posko Tanggap Darurat di Kantor Gubernur Aceh, Senin, 8 Desember 2025.
Ferdiyus juga melaporkan bahwa layanan kesehatan tingkat pertama turut terdampak parah. Dari 336 puskesmas yang ada di 23 kabupaten/kota di Aceh, terdapat 54 puskesmas di 7 Kabupaten/Kota yang sampai saat ini belum bisa beroperasi.
Ia menambahkan, sebagian puskesmas tersebut mengalami kerusakan berat akibat terendam banjir, sementara sebagian lainnya tidak dapat berfungsi karena akses jalan terputus dan peralatan medis masih dalam proses pembersihan maupun pendataan.
“Kami terus berkomunikasi dengan seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memastikan pelayanan dasar bisa dipulihkan secepat mungkin,” ujar Ferdiyus.
Sementara itu, Ferdiyus menjelaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini yakni ketersediaan ambulans, sebab banyak ambulans di wilayah paling terdampak ikut terendam bersama puskesmas.
“Di Aceh Tamiang, ada 27 atau 28 puskesmas yang tenggelam, ambulansnya juga terendam. Di Aceh Utara, 32 puskesmas semua tenggelam dan di Lhokseumawe, sebagian,” ujarnya.
Ia mengatakan lantaran banyak ambulans yang tidak berfungsi, tenaga kesehatan di lapangan terpaksa menggunakan apa pun yang tersedia, termasuk sepeda motor dan kendaraan pinjaman warga, untuk merujuk pasien atau menjangkau pengungsian.










Leave a comment