Home News Paramedis Terpapar COVID-19 di Aceh Akibat Pasien Tidak Jujur
News

Paramedis Terpapar COVID-19 di Aceh Akibat Pasien Tidak Jujur

Share
Paramedis Terpapar COVID-19 di Aceh Akibat Pasien Tidak Jujur
Dokumentasi - Sejumlah pejabat pemerintah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, mengikuti uji tes usap (swab) di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Meulaboh, Kamis (24/09/2020). (ANTARA/Syifa Yulinnas)
Share

– Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Ika Suhannas menegaskan penyebab banyaknya paramedis di Aceh yang terpapar virus corona (COVID-19) akibat banyaknya pasien tidak jujur saat berobat di rumah sakit atau pusat layanan kesehatan masyarakat.

“Akibat warga yang tidak jujur, justru menyebabkan banyaknya kasus paramedis yang terinfeksi COVID-19 di Aceh, termasuk di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh,” kata Ika Suhannas di Suka Makmue, Senin (16/11/2020) dilansir Antara.

Bentuk ketidakjujuran masyarakat tersebut yakni diduga berbohong setelah kembali dari luar daerah atau zona merah/zona hitam sebaran COVID-19, atau diduga telah terinfeksi gejala COVID-19 namun tidak menjelaskan kondisi kesehatan yang sebenarnya ketika berobat.

Akibat persoalan tersebut, paramedis yang akan menangani pasien justru harus terpapar penyakit berbahaya dan mematikan tersebut.

Untuk itu, pihaknya berharap agar masyarakat yang akan berobat di pusat layanan kesehatan agar jujur ketika ditanyai oleh petugas medis, sehingga pengobatan kepada pasien bisa lebih mudah dilakukan untuk mendapatkan perawatan medis secara tepat.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh mencatat bahwa sekitar 200 orang tenaga medis di Aceh sepanjang tahun 2020 telah terkonfirmasi positif COVID-19.

“Banyak tenaga kesehatan yang sudah terkena, bahkan mencapai 10 persen dari angka positif kita itu adalah tenaga medis, sudah mendekati 200 orang,” kata Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman, di Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, IDI Aceh telah mencatat sekitar 200 orang tenaga medis yang positif terpapar, baik dari kalangan dokter, perawat, dan bidan.

Menurut Safrizal, mayoritas paramedis yang terinfeksi tidak memiliki gejala atau asimtomatik, sehingga hanya membutuhkan waktu untuk isolasi mandiri. Hanya sedikit yang memiliki gejala sehingga harus dirawat di ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU), katanya menegaskan.[]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...