POPULARITAS.COM – Tesla kini jadi pusat drama panas antara dua tokoh besar Amerika, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan CEO Tesla, Elon Musk. Hubungan yang dahulu tampak harmonis, terutama saat Pilpres AS, kini berubah jadi ajang sindir-menyindir, dan tuduhan liar.
Dikutip Carscoops, Sabtu (7/6/2025), perseteruan itu kini berimbas ke Tesla. Donald Trump disebut New York Times menjual mobil listrik Tesla miliknya. Mobil itu diketahui pernah menggambarkan kondisi eratnya hubungan Donald Trump dan Elon Musk.
“Tengah pekan ini, Trump memutuskan menjual Tesla Model S miliknya. Meski mobil itu lebih bersifat simbolis karena Dinas Rahasia tak mengizinkan penggunaannya, langkah ini justru dinilai sebagai bentuk pernyataan tegas Trump terhadap Musk,” tulis Carscoops.
Aksi jual mobil listrik itu memang sangat mengejutkan karena Trump sempat menunjukkan dukungan kuat terhadap Tesla. Pada Maret 2025 lalu, ia bahkan menyatakan ingin membeli mobil Tesla sebagai bentuk protes terhadap pihak-pihak yang disebutnya “secara ilegal” memboikot perusahaan itu.
Ia memuji Tesla sebagai “salah satu produsen mobil terbaik di dunia” dan menyebut Elon Musk sebagai “orang Amerika hebat.”
Namun, suasana berubah cepat. Ketegangan muncul ketika Musk menyebut rancangan kebijakan Trump, yang dijuluki “Big Beautiful Bill,” sebagai “menjijikkan.” Tak berhenti di situ, Musk juga menuduh kebijakan dagang Trump bisa menyeret ekonomi AS ke jurang resesi.
Terbaru, Elon Musk menyerempet isu sensitif dengan menyebut nama Trump dalam “berkas Epstein” yang belum dibuka ke publik. Diketahui Jeffrey Epstein adalah terpidana kasus perdagangan seks dan perdagangan manusia anak-anak di bawah umur.
Beberapa tokoh terkenal kerap disebut-sebut terlibat dalam kasus Jeffrey Epstein. Situasi ini yang dimanfaatkan Elon Musk saat menyerang Donald Trump. Ia meyakini Donald Trump merupakan konsumen setia Jeffrey Epstein.
Trump tentu tak tinggal diam menanggapi tuduhan itu. Ia membalas dengan ancaman pencabutan kontrak dan subsidi pemerintah untuk berbagai perusahaan milik Musk. Lebih pedas lagi, ia menyebut Musk sebagai “orang gila.”
Ia baru-baru ini sempat mengunggah pernyataan pengacara Jeffrey Epstein yang menyebut tidak ada informasi yang bisa mencelakakan dirinya. Sementara itu, Musk masih aktif di platform X, melempar sindiran soal kondisi ekonomi AS tanpa menyebut nama Trump secara langsung.
Kisruh ini menambah panasnya percakapan publik soal masa depan Tesla di tengah tarik-menarik kepentingan dua tokoh berpengaruh yang kini berbalik arah.










Leave a comment