POPULARITAS.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengerahkan sebanyak 3.282 personel Operasi Ketupat Seulawah 2026 dalam rangka pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi tersebut berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Pengerahan personel untuk mengamankan arus mudik hari raya idul fitri ini dilakukan pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di halaman Mapolda Aceh, Kamis (12/3/2026).
“Untuk personel yang dilibatkan ada 3.282 personel gabungan yang dilibatkan. Dengan rincian Polri sejumlah 1.753 personel dan 1.529 personel dari stakholder terkait,” kata Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo.
Widodo mengatakan, dalam operasi tersebut Polda Aceh juga mendirikan sejumlah pos pengamanan guna mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran. Tercatat terdapat 34 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, serta empat pos terpadu yang disebar di berbagai wilayah di Aceh.
Selain itu, kata Widodo, petugas juga akan melaksanakan pengamanan terhadap 23 terminal, 1.414 masjid, 9 pelabuhan, 41 pusat perbelanjaan, 10 bandara, serta 107 lokasi wisata yang menjadi sasaran pengamanan selama operasi berlangsung.
“Di mana banyak saudara-saudara kita yang pulang kampung, baik dari banda Aceh ke daerah-daerah atau dari Provinsi lain kembali ke Aceh,” ujarnya.
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 13 hingga 19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 hingga 29 Maret 2026.
Widodo mengatakan, pihaknya juga mengantisipasi penggunaan jalur alternatif oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan beberapa ruas jalan utama masih dalam proses perbaikan, seperti jembatan yang putus maupun jalan yang mengalami longsor.
“Beberapa jalur alternatif akan kita amankan karena jalan utama masih ada yang dalam perbaikan. Dengan begitu perjalanan masyarakat diharapkan tetap aman, lancar, dan selamat hingga ke kampung halaman,” jelasnya.
Selain pengamanan arus mudik, kepolisian bersama stakeholder terkait juga akan meningkatkan patroli guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurut Widodo, upaya pencegahan menjadi langkah utama untuk menekan angka kejahatan selama periode mudik Lebaran.
Oleh karena itu, Widodo juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar memastikan kendaraan dalam kondisi baik serta membawa kelengkapan surat-surat kendaraan.
Selain itu, kata Widodo, warga yang meninggalkan rumah diminta untuk memberi tahu ketua RT atau tetangga terdekat, atau melaporkannya ke kantor polisi terdekat agar dapat dipantau melalui patroli.
“Rumah yang ditinggalkan sebaiknya dilaporkan ke RT atau Polsek agar bisa dipantau melalui patroli, sehingga dapat mengantisipasi tindak kejahatan,” ujarnya.
Widodo berharap, dengan kerja sama antara aparat dan masyarakat, situasi keamanan di Aceh selama perayaan Idulfitri dapat tetap kondusif.
“Mudah-mudahan dengan kerja sama kita semua, wilayah Aceh tetap aman dan tenteram sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan bahagia,” pungkasnya.











Leave a comment