Home News Semeru alami dua kali erupsi, masyarakat diminta siaga
News

Semeru alami dua kali erupsi, masyarakat diminta siaga

Share
699 warga masih mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru
Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Ahad (4/12/2022). (ANTARA/HO-PVMBG)
Share

POPULARITAS.COM – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami dua kali erupsi sepanjang Selasa (23/1/2024), yakni pada pukul 15.48 dan 18.53 WIB.

Erupsi pertama pada pukul 15.48 WIB terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 128 detik, namun tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Hal tersebut disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunung api Semeru, Ghufron Alwi, melalui keterangan tertulisnya, seperti dilansir Antara, Selasa (23/1/2024).

Menurut Ghufron, bahwa erupsi kedua terjadi pukul 18.53 WIB, dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak (sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut)

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 123 detik.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sepanjang 2024, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tercatat telah mengalami erupsi sebanyak sembilan kali.

Status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih pada Level III atau Siaga, sehingga petugas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi dilanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

“Kemudian warga juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

4 Fakta Kasus Dugaan Korupsi BGN yang Menjerat Dadan Hindayana Cs

POPULARITAS.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan penyimpangan besar dalam tata kelola...

EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...