Home News SKK Migas akui eksplorasi Repsol Andaman III gagal, BPMA : Kami belum terima laporan
News

SKK Migas akui eksplorasi Repsol Andaman III gagal, BPMA : Kami belum terima laporan

Share
SKK Migas akui eksplorasi Repsol Andaman III gagal, BPMA : Kami belum terima laporan
Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Afrul Wahyuni. Foto: Ist
Share

POPULARITAS.COM – Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementrian ESDM, Tutuka Ariadji, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (12/13/2022), menyebutkan bahwa, kegiatan ekspolorasi Migas yang dilakukan oleh Repsol di Wilayah Kerja (WK) III Andaman di Aceh, tidak berhasil, alias hasil kegiatan menunjukan sumur kering, atau dry hole.

Karenanya, pihaknya merasa kecewa atas hal tersebut. Sebab, itu Kementrian ESDM tidak berharap besar terhadap WK Andaman III. “WK Andaman III gak ada hasil, dry hole,” kata Tutuka Ariadji kepada CNBCIndonesia.

Seperti diwartakan popularitas.com sebelumnya, Repsol Andaman BV, telah merampungkan kerja 66 harinya melaksanakan eksplorasi pada kedalaman 1.100 meter yang berjarak 42 kilometer dari garis Pantai Aceh.

Pengeboran laut yang dilakukan di sumur rencong 1 X perairan Andaman III Pidie Jaya itu, dilangsungkan sejak awal Agustus 2022 silam.

WK Andaman III terletak di lepas Pantai Aceh, dengan luas wilayah kerja mencapai 4.684,32 kilometer persegi. Sejak 2016 hingga 2018, Respol Andaman BV telah melakukan studi G&G, serta data seismik seluas 3.250 kilometer persegi pada kawasan pengeboran eksplorasi Rencong -1X.

Namun, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), belum senafas dengan pernyataan Dirjen Kementerian ESDM. Sebab, menurut lembaga itu, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan data-data yang kongkrit. Hal tersebut disampaikan oleh Afrul Wahyuni yang merupakan deputi dukungan bisnis di lembaga tersebut. “Iya, itu yang disampaikan oleh Kementrian ESDM, BPMA sendiri belum dilaporkan oleh Repsol,” ujarnya.

Menurutnya, Respol secara resmi belum melaporkan kepada BPMA terkait dengan hasil pengeboran yang dilakukan di WK Andaman III secara resmi. Jadi, sambungnya, kelembagaan instansi kami belum bisa memberikan keterangan apapun.

Nah, ujarnya kemudian, jikapun nanti pihak Repsol sudah melaporkan perihal kegagalan, atau dry hole dari izin yang sudah diberikan. Namun BPMA tetap akan meminta data-data laporan itu. “Ya harus ada data, katanya gagal, itu harus ada data pendunkung,” pungkas Afrul Wahyuni.

 

Editor : Hendro Saky

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...