Teguh Santosa : Karya jurnalistik bermutu penting di Pemilu 2024

POPULARITAS.COMKetua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa mengatakan, Karya jurnalistik bermutu merupakan hal penting dan dibutuhkan masyarakat jelang Pemilu 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Teguh Santosa, saat berbicara pada diskusi bertajuk ‘Media Soisal untuk optimalisasi tingkat partisipasi pemilih milenial’, di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Teguh melanjutkan, JMSI selaku kontituen Dewan Pers, sejak awal merasa terpanggil untuk bertanggungjawab ciptakan Pemilu 2024 yang berkualitas. Salah satu upaya itu adalah penandatangan MoU antara lembaga yang Ia pimpin saat ini, dengan KPU RI pada Agustus 2022 silam.

Acara diskusi yang digelar KPU RI itu, selain menghadirkan Teguh Santosa sebagai pembicara, sejumlah narasumber, seperti akademisi Universitas Multi Media Nusantara Nona Evita dan Communication Spesialist Institut STIAMI Geofakta Razali. Komisioner KPU RI, August Mellaz.

Masih menurut Teguh Santosa, kesuksesan Pemilu 2024 adalah tanggungjawab semua pihak. JMSI sendiri, telah berkomitmen untuk mengdepan informasi yang programatik, kontruktif, dan produktif.

Informasi yang produktif lewat karya jurnalistik yang baik, akan dikerjakan dengan memperhatikan kaidah pers yang profesional, ujar Teguh kemudian.

Nah, masalah terbesar saat ini, sambung Teguh lagi, generasi milenial, dan generasi Z, peroleh informasi andalkan media sosial. Sementara di ranah platform itu sangat banyak kabar bohong dan hoaks yang disebarkan pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. “Ini tantangan kita bersama,” katanya.

Mengejar Target Partisipasi

Adapun anggota KPU RI August Mellaz ketika dimintai pandangannya mengatakan bahwa KPU periode sekarang berusaha mengejar target partisipasi sebesar 81 persen yang lebih tinggi dari penyelenggaraan Pemilu sebelumnya.

Dalam kaitannya dengan hal itu, KPU menyadari bahwa salah satu tantangan yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan partisipasi kelompok milenial dan generasi Z.

August Mellaz menyampaikan, kelompok milenial dan generasi Z memiliki kecenderungan yang khas dalam memperoleh informasi.

“Misalnya, kalau informasi berasal dari KPU dan medsos KPU, itu akan segera (diakses). Tetapi tidak juga diberikan legitimasinya kalau belum muncul di media mainstream,” kata August Mellaz mencontohkan.

Maka dari itu, August Mellaz menilai informasi yang disebarkan media massa di platform sangat penting untuk mendorong partisipasi kelompok milenial dan generasi Z.

Comments
Loading...