POPULARITAS.COM – Warga Kecamatan Sultan Daulat bersama tim SAR, Polri, dan TNI menemukan tiga jenazah yang diduga korban banjir hanyut dari Kabupaten Aceh Tenggara.
Ketiga jenazah tersebut ditemukan pada waktu berbeda di aliran Sungai Souraya dan tersangkut di sekitar Desa Sigrun, Pasir Belo, dan Jabi-Jabi, Selasa (2/12/2025).
Penemuan pertama terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Jenazah perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di aliran Sungai Lae Soraya, tepatnya di Pulo Kambing, Desa Pasir Belo.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung melaporkan kepada Polsek Sultan Daulat.
Pada pukul 11.30 WIB, personel Polsek bersama warga menuju lokasi menggunakan satu unit perahu robin dari Desa Sigrun, karena akses darat tidak dapat dilalui akibat banjir.
Sekitar pukul 12.00 WIB, Polsek kembali menerima laporan penemuan jenazah lain di Desa Jabi-Jabi, yang ditemukan di pinggir perkebunan sawit milik warga, juga di aliran Sungai Lae Soraya.
Tim kemudian tiba kembali di Pasir Belo pada pukul 12.30 WIB dan melakukan evakuasi jenazah pertama. Pada pukul 13.30 WIB, evakuasi berhasil dilakukan dan jenazah dibawa ke Desa Sigrun.
Kedua jenazah tersebut kemudian dibawa ke RSUD Kota Subulussalam menggunakan ambulans puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Jenazah di Pasir Belo berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan berusia 15 tahun, dalam kondisi membusuk dan tanpa identitas.
Sementara jenazah di Jabi-Jabi berjenis kelamin perempuan, diperkirakan berusia 25 tahun, juga tanpa identitas.
Direntang waktu pukul 07.30 hingga 15.20 WIB, Polsek Sultan Daulat mengevakuasi total tiga jenazah dari tiga desa berbeda: Sigrun, Pasir Belo, dan Jabi-Jabi.
Ketiga jenazah diperkirakan merupakan korban banjir besar di Aceh Tenggara. Sungai Lawe Alas—yang meluap saat banjir—terhubung langsung dengan aliran Sungai Lae Soraya di Kecamatan Sultan Daulat, sehingga kuat dugaan jenazah hanyut ke wilayah Subulussalam.
Kondisi tubuh seluruh korban sudah membengkak dan membusuk, diperkirakan telah lebih dari tiga hari berada di sungai.
Proses evakuasi juga terkendala minimnya stok BBM untuk perahu robin serta terbatasnya persediaan kantong jenazah.
Kapolres Subulussalam AKBP Muhammad Yusuf membenarkan penemuan ketiga jenazah tersebut.
Ia menyebut kondisi korban sudah tidak utuh dan diperkirakan kuat berasal dari wilayah banjir Aceh Tenggara.
Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin berharap pemerintah pusat dan provinsi dapat segera membantu perlengkapan pendukung evakuasi seperti speed boat, perahu karet, perlengkapan SAR, kantong jenazah, genset, perangkat komunikasi termasuk Starlink, serta dapur lapangan.










Leave a comment