Home Headline Tindak Lanjut Pembangunan 1.100 Rumah Dhuafa Dipertanyakan
HeadlineInsfrastrukturParlementaria DPR Aceh

Tindak Lanjut Pembangunan 1.100 Rumah Dhuafa Dipertanyakan

Share
Plt Gubernur Minta Pembangunan Rumah Duafa Segera Dilaksanakan
Ilustrasi | Foto: Serambi Indonesia
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Pembangunan rumah dhuafa yang ditargetkan rampung pada tahun ini, kembali dipertanyakan. Pasalnya, hingga kini pembangunan itu belum di mulai. Sehingga, banyak masyarakat yang mempertanyakan pembangunan itu.

Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, mempertanyakan alasan batalnya pembangunan sebanyak 1.100 unit rumah bantuan Baitul Mal Aceh tahun 2019, yang diperuntukkan untuk penerima manfaat di seluruh kabupaten/kota se-Aceh.

“Banyak calon penerima rumah yang ikut mempertanyakan kenapa rumah yang sudah diverifikasi batal dibangun,”

“Informasi yang kami terima sudah diverifikasi tahun 2018 itu 1000 unit, sementara tahun 2019 ada 100 unit. DPA-nya sudah disahkan di APBA-P. Anehnya kenapa batal dieksekusi,” katanya melalui pesan tertulis yang diterima, Sabtu, 23 November 2019.

Baca: Bagaimana Kelanjutan Pembangunan 1.100 Rumah Dhuafa di Aceh?

Pihaknya juga telah menyurati secara resmi terkait permasalahan rumah Baitul Mal yang sangat dinanti calon penerima itu. Bekas Ketua Banleg di DPRA ini juga menjelaskan, alokasi rumah pada Baitul Mal Aceh sudah melalui seluruh tahapan evaluasi, verifikasi, dan rapat kordinasi termasuk dengan asosiasi kontruksi, asosiasi konsultan, LPJK.

Baca: Mahasiswa Minta Pemerintah Perjelas Status Rumah Dhuafa

Bahkan Dewan Syariah Baitul Mal juga sudah setuju dibangun tahun 2019 ini. Setelah itu, kata Al-Farlaky, sekretariat Baitul Mal juga telah memerintahkan untuk langkah-langkah pekerjaan, seperti validasi ulang ke 24 kabupaten/kota, menetapkan tim pengelola, berkonsultasi dengan ULP, selanjutnya pokja untuk pembangunan rumah sudah ada yang ditetapkan berdasarkan wilayah-wilayah.

“Validasi 23 kabupaten/kota selesai dilakukan, daftar perusahaan sudah disampaikan ke ULP, namun tiba-tiba informasi yang beredar pembangunan pending dan batal dieksekusi, kenapa ?,” tanya Iskandar Al-Farlaky.

Dikatakannya, rumah bantuan Baitul Mal Aceh per-unitnya senilai Rp 80 juta. Pagu uang untuk 1.100 mencapai Rp 88 Miliar.

“Masyarakat sudah pasti memiliki pertanyaan yang sama. Apalagi bagi mereka yang sekarang sangat berharap rumahnya bisa segera dibangun oleh pihak Baitul Mal. Kita berharap ada penjelasan yang objektif dan bisa segera dikerjakan demi kepentingan masyarakat banyak,” demikian Iskandar Usman Al-Farlaky. (DRA/ril)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InsfrastrukturNews

Ada Siswa Masih Seberangi Sungai di Atas Tali, BNPB Didesak Bangun Jembatan

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk...

InsfrastrukturNews

Tol Banda Aceh–Sigli, Disiapkan juga untuk Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur

POPULARITAS.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menyiapkan empat ruas jalan tol...

InsfrastrukturNews

Sekjen KKP  Tergetkan 15 Ribu Hektar Tambak Rusak di Aceh Kembali Berproduksi Akhir 2026

POPULARITAS.COM – Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) RI, menargetkan seluas 15 ribu...

1,8 juta orang berpesta di Madrid, rayakan Spanyol Juara Piala Dunia 2026
HeadlineSepakbola

1,8 juta orang berpesta di Madrid, rayakan Spanyol Juara Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Hingar bingar di Kota Madrid, Spanyol, Senin 20 Juli 2026....