Home Headline Warga Aceh Terlibat Terorisme Ditangkap di Malaysia
HeadlineNews

Warga Aceh Terlibat Terorisme Ditangkap di Malaysia

Share
ASN Terduga Teroris yang Ditangkap Bekerja di Majelis Adat Aceh Timur
Ilustrasi | Tempo.co
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Atase Polri KBRI Kuala Lumpur Kombes Pol Chaidir Zahari mengungkap 12 warga Negara Indonesia (WNI) termasuk dua asal Aceh ditangkap Polisi Diraja Malaysia (PDRM) karena diduga terlibat terorisme sejak Juli hingga September 2019.

Menurut penjelasannya di Kuala Lumpur, Jumat, mereka adalah AL asal Medan Sumatra Utara yang diitangkap 7 Mei 2019, N asal Surabaya yang ditangkap 14 Mei 2019, M asal Sulawesi ditangkap 10 Juli 2019.

Kemudian MD asal Bandung Jawa Barat ditangkap 12 Juli 2018, Z asal Lhokseumawe, ditangkap 12 Juli 2018, UR asal Subang Jawa Barat ditangkap 12 Juli 2018, AS asal Lombok Timur ditangkap 14 September 2019.

Selain itu SS asal Sebatik Nunukan ditangkap 14 September 2019, AR asal Sebatik Nunukan ditangkap: 14 September 2019, MI asal Bireun Aceh ditangkap 23 September 2019, JA ditangkap 24 September 2019, H ditangkap 24 September 2019.

“Mereka ditangkap sejak Mei 2019 sehingga ada beberapa tangkapan dan semuanya 12 WNI. Selain itu ada beberapa warga negara lain yang ada kaitannya dengan terorisme. Mereka ditangkap di Sabah, Sarawak maupun Kuala Lumpur,” katanya.

Chaidir menegaskan pihaknya selalu mendapatkan akses untuk menemui para WNI yang ditahan oleh aparat keamanan bahkan dari pihak Indonesia dilibatkan untuk mengungkap keterlibatan dan jaringan-jaringan lainnya baik di Indonesia maupun Malaysia.

“Densus 88 juga melakukan penyelidikan dan wawancara di Malaysia bahkan di Rumah Tahanan Sungai Buloh juga di Rumah Tahanan Kota Kinabalu. Bahkan pihak keamanan selalu membagikan informasi ke KBRI,” katanya.

Untuk penangkapan tiga WNI terakhir September ini, ujar Chaidir pihaknya akan melakukan pertemuan Senin (30/9) nanti sedangkan sembilan lainnya sudah bertemu dengan Densus 88.

Tentang keterlibatan para WNI tersebut, dia mengatakan ada yang terlibat dengan jaringan kelompok teroris di Filipina maupun dengan jaringan teroris di Malaysia dan Indonesia dan ada yang sekedar mendukung faham radikal di media sosial.

Sebelumnya Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menyatakan telah menangkap 12 terduga teroris antara 10 Juli hingga 25 September 2019 di sekitar Sabah, Selangor, Sarawak, Pulau Pinang, Pahang, Kuala Lumpur dan Johor.

“Mereka terdiri dari tiga warga negara Malaysia, 12 warga negara Indonesia dan seorang warga negara India,” ujar Direktur Kontra Terorisme PDRM Wakil Komisaris Datuk Ayob Khan Bin Mydin Pitchay di Kuala Lumpur, Kamis.

Sumber: Antara

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...