Feature

409 Tulisan
Lebaran iduladha di Rumah Singgah BFLF
FeatureHeadline

Lebaran iduladha di Rumah Singgah BFLF

POPULARITAS.COM – Momen merayakan lebaran iduladha bersama keluarga, tentu impian dan keinginan semua orang. Namun, tak semua bisa melakukan itu. Banyak masalah yang...

Sisi lain Abang Samalanga : Antara politisi dan pecinta kucing
FeatureHeadline

Sisi lain Abang Samalanga : Antara politisi dan pecinta kucing

POPULARITAS.COM – Tak banyak yang tahu, selain politisi dan dipercaya sebagai pemimpin lembaga parlemen di Aceh, Zulfadhli, juga sosok penyayang binatang. Kucing, hewan...

FeatureHeadline

BPMA bawa kearifan Aceh ke panggung energi nasional

POPULARITAS.COM – Dibalik sorotan lampu LED dan arsitektur modern di Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026, Badan Pengelola Migas Aceh...

Feature

Ramzi Adriman, dosen muda yang dipercaya Mirza Tabrani jabat Wakil Rektor USK Banda Aceh

POPULARITAS.COM – Ramzi Adriman, satu dari empat dosen muda, yang resmi dilantik Mirza Tabrani jadi Wakil Rektor USK Banda Aceh. Alumni Teknik Elektro...

FeatureNews

Thalassemia di Aceh, Jangan Lagi Tersembunyi dan Temukan yang Belum Terdiagnosis

POPULARITAS.COM – Darmiati (18) terlihat begitu Bahagia, senyum lebar dari bibrnya terus terkembang. Ucapan selamat, jabatan tangan dan pelukan dari teman dan guru...

Feature

Kala Fadhlullah ketuk ‘pintu langit’ usai bencana mendera Aceh

POPULARITAS.COM – Tak banyak yang mengetahui, peran Wakil Gubernur Aceh saat bencana sangat besar. Terutama, mengembalikan ruang fiskal Aceh yang sempat kala banjir...

Feature

Ramai-ramai investor migas masuk ke Aceh

POPULARITAS.COM – Potensi minyak bumi dan gas di Aceh, kini jadi lirikan para investor global. Kondisi tersebut, jadi sinyal positif tentang masa depan...

Menyoal kutipan Rp3 juta per desa di Pidie Jaya dalih sosialisasi
FeatureHeadline

Menyoal kutipan Rp3 juta per desa di Pidie Jaya dalih sosialisasi

POPULARITAS.COM – Pada Anggaran Pendapatan Belanja gampong (APBG) 2025 diseluruh desa di Pidie Jaya, ada plot Rp3 juta untuk kegiatan sosialisasi. Dana sejumlah...

Kehadiran Murthala ditengah keterisolasian SMA 1 Pining di Gayo Lues
FeatureHeadline

Kehadiran Murthala ditengah keterisolasian SMA 1 Pining di Gayo Lues

POPULARITAS.COM – Pining di Gayoe Lues, salah satu kecamatan terdampak parah. Kala banjir bandang menghumbalang 18 kabupaten dan kota di Aceh, kawasan itu...

Mukhtar dan kursi roda kala banjir bandang melanda di Pidie Jaya POPULARITAS.COM - Pidie Jaya, satu dari 18 kabupaten dan kota di Aceh yang terdampak langsung bencana banjir bandang dan tanah longsor. Saat air bah menghumbalang kabupaten itu, Mukhtar (45), saksi hidup yang melihat secara nyata kala luapan gemuruh air, lumpur dan gelondongan kayu menyapu habis apapun. Selasa 25 November 2025 malam hari, kata Mukhtar mengawali kisahnya. Dari atas kursi rodanya, Ia melihat air mulai meluap dan masuk ke rumah-rumah warga. Saat itu, ia tengah berbaring diatas kasur di rumahnya. Mukhtar tinggal di Gampong Meunasah Lhok, Meureudu, Pidie Jaya. Dirinya yang tak bisa bergerak sebab lumpuh, saat itu menyaksikan detik demi detik air mulai memenuhi kamar tidurnya. Selang beberapa saat kemudian, ketinggian air telah menenggelamkan tempatnya berbaring. Ya, situasi itu tak membuatnya pasrah. Ia mengaku, meski kondisi tubuhnya terbatas akibat kelumpuhan, dirinya tak menyerah. “Saya lumpuh akibat kecelakaan motor 13 tahun lalu,” kata Mukhtar mengawali kisahnya kepada popularitas.com, Selasa 6 Januari 2026. Saat berbincang dengan popularitas.com, Mukhtar duduk dengan santai diatas kursi rodanya. Lelaki itu mengenakan kaos putih. Sorot matanya tajam dan bicaranya tenang dan kalimat yang disampaikannya mengalir. Sembari membenarkan posisi duduknya, Mukhtar melanjutkan ceritanya. Saat itu, banjir sudah masuk ke rumah. Meski kondisi tubuhnya yang terbatas, namun dirinya tetap berupaya ingin selamat. Saat itu, air makin deras dan terus meninggi. Dalam situasi yang pelik, adiknya Muksalmina (35) pun datang melihatnya. Dengan sigap, keduanya pun berhasil menyelamatkan diri dengan dua lembar papan. “Tubuh saya dibaringkan diatas papan oleh adik saya. Lalu kami berenang menyelamatkan diri,” imbuhnya. Saat itu, sambungnya lagi, ketinggian air telah mencapai 1,5 meter. Namun, ia bersama adik dan kakaknya terus berenang menyelamatkan diri. Sementara, seluruh perkampungan telah rata dengan genangan air. “Kira-kira saat kami berenang itu, ketinggian banjir sudah capai 1,5 meter,” ucapnya. Malam terus bergerak, bahkan hingga jelang subuh. Lantunan ayat alquran yang biasa nyaring dari pengeras suara masjid, waktu itu tidak terdengar. Yang ada hanya gemuruh air dan suara orang-orang yang saling menyelamatkan diri. Ia mencoba melirik jam tangannya yang berembun. Samar-samar, jarum jam menujuk pukul 04.20 WIB. Namun, luapan air tak berhenti dan justru kian tinggi. “Saat itu, yang ada dalam pikiran hanya menyelamatkan diri dan minta bantuan,” ujarnya lagi. Sebagai korban banjir, Mukhtar kini tinggal di Posko Pengungsian Gampong Meunasah Lhok. Bangunan toko milik yang belum rampung milik Haji Wan itu, kini dijadikan tempat penampungan sementara oleh warga. Dalam situasi kegentingan, ia pun mencoba menghubungi para pihak, saudara-saudara, para pejabat dan nomor siapa saja yang tersimpan dalam memori hapenya, sambung Mukhtar melanjutkan kisahnya. Meski hapenya tak ada pulsa, Mukhtar berharap ada keajaiban yang bisa membuatnya terhubung dengan orang-orang yang bisa memberikan bantuan dan pertolongan. “Saya sadar ponsel tak ada pulsa, tapi berharap ada keajaiban,” sebutnya. Tak terbilang beberapa kali ia mencoba peruntungan lewat hape yang digengamnya itu. Nyaris tidak ada terhubung. Bahkan, kenalannya di badan penanggulangan bencana pun tak luput ia telpon. “Saat itu, jika ada keajaiban bisa terhubung, rasanya hanya ingin minta dikirimkan perahu karet atau evakuasi,” ungkapnya. Butuh Kursi Roda Mukhtar mengaku, meski tinggal di pengungsian, dirinya tetap bersyukur. Sebab, Allah SWT masih memberinya kesempatan hidup dan beramal. Kini, pascabencana, harapan yang ia miliki hanya kursi roda baru. “Saya butuh kursi roda, yang ini sudah rusak,” katanya. Karna itu, dirinya berharap ada pihak-pihak yang bisa membantunya mendapatkan kursi roda, untuk menopang kehidupannya yang serba dalam keterbatasan. Ia pun berharap, daerah-daerah yang dilanda banjir bandang bisa cepat pulih, terutama kampung tempatnya bermukim. Saat berbincang dengan Mukhtar, beberapa anak-anak berlari dan bersepeda. Pria-pria dewasa sibuk mengangkut bahan-bahan makanan. Bangunan yang dijadikan Posko Pengungsian itu, tak begitu ramai siang itu. Hanya terlihat lalang beberapa kenderaandan hilir mudik orang-orang, serta burung-burung terbang rendah di lokasi pengungsian tersebut. Mukhtar tentu ingin cepat pulang, pun begitu ratusan warga lainnya yang tinggal sementara di bangunan dua lantai itu. Harapan lelaki berkursi roda itu, sama seperti keinginan masyarakat lainnya, bisa segera pulang dan menata kehidupan dan masa depan kembali.
FeatureHeadline

Mukhtar dan kursi roda kala banjir bandang melanda di Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Pidie Jaya, satu dari 18 kabupaten dan kota di Aceh yang terdampak langsung bencana banjir bandang dan tanah longsor. Saat air...