Berkunjung gedung baru Perpustakaan Wilayah Aceh nan megah, modern dan ramah anak

POPULARITAS.COM – Era 90-an, berkunjung ke Perpustakaan Wilayah (Puswil) Aceh tidak menarik, selain bangunan kumuh, minim fasilitas, pelayanan juga kurang mengesankan. Sejak 2020, Pemerintah Aceh telah mengubahnya, dan membangun baru seluruh gedung perpustakaan.

Proses pembangunan Perpustakaan terbesar, termegah dan ternyaman di Aceh itu, tuntas dilaksanakan pada Maret 2022 lalu. Saat ini, berkunjung ke tempat ini, laksana rekreasi sambil menyelami puluhan ribu referensi buku yang tersedia.

Ditunjang dengan berbagai fasilitas, seperti areal parkir yang luas, jaringan internet, puluhan ribu judul. Buku, serta ruangan sejuk, dan sarana dan prasarana pendukung lainnya, berkunjung ke Perpustakaan Wilayah Aceh, menjadi menyenangkan, dan betah berlama-lama.

“Konsep Puswil Aceh ini kita selenggarakan agar masyarakat dapat berekreasi sambil melahirkan ide inovatif saat datang ke sini,” kata Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan (DPKA) Aceh, Zulfadhli, kepada popularitas.com, Jumat (18/11/2022) di Banda Aceh.

Zulfadhli melanjutkan, inovasi pelayanan di Puswil Aceh, dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan minat baca, meningkatkan literasi masyarakat. Karena itu, desain bangunan di buat modern, dan pengunjung yang datang ke sini seperti berkunjung ke sebuah mall.

Mewujudkan konsep ruang baca yang nyaman, diharapkan dapat melahirkan banyak ide kreatif bagi masyarakat. Untuk itu juga, Puswil Aceh menyediakan ratusan ribu buku bacaan berbagai judul, tambahnya.

Selain itu juga, sambungnya lagi, di Puswil Aceh juga terdapat ruang multimedia, deposit naskah kuno, skripsi, cafetaria, dan ruangan remaja, sarana permaianan anak, serta fasilitas umum lainnya. “Kedepan juga akan ada Bioskop ini,” imbuhnya.

Selain membenahi infrastruktur dan fasilitas penunjang lainnya, Puswil Aceh juga terus melengkapi bahan bacaan untuk referensi masyarakat umum, pelajar dan juga mahasiswa.

Selama ini, sebutnya lagi, banyak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh, seperti USK, UIN, dan universitas swasta lainnya, telah menjadikan Puswil sebagai pilihan untuk mencari referensi dalam menyelesaikan tugas perkuliahan mahasiswa.

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, layanan buka Puswil seminggu 7 hari, setiap hari Senin-Minggu, dengan jam buka 08.30-16.45 WIB. Warga juga dapat membuat kartu perpustakaan, atau kartu anggota untuk dapat meminjam buku.

Selain itu, kata dia, Puswil Aceh mempunyai unit layanan perpustakaan keliling. Di mana tujuh unit mobil pustaka yang melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah sesuai dengan jadwal, dan mengunjungi tempat keramaian pada hari Sabtu dan Minggu. 

Kepala Bidang Layanan Perpustakaan DPKA, Zulfadli. Foto: Muhammad Fadhil/popularitas.com

Beberapa tempat yang rutin dikunjungi adalah Lapangan Gelanggang Kopelma Darussalam, Lapangan Blang Padang dan Kompleks Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya. Puswil Aceh tentu juga menyediakan buku berbentuk fisik dan digital.

“Perpustakaan keliling ini adalah salah satu program kita dalam meningkatkan minat baca, di mana mobil-mobil itu menjemput bola ke masyarakat di tempat keramaian,” ujar Zulfadli.

Dia berharap, dengan gedung baru serta fasilitas baru yang modern dan canggih ini, Puswil Aceh diharapkan dapat memberikan perubahan pada minat baca masyarakat di daerah itu. “Kita harapkan tempat menjadikan perpustakaan ini sebagai ikon kebanggaan masyarakat di Aceh dan pusat referensi,” ujar Zulfadli.

Untuk diketahui, Puswil Aceh dibangun pada tahun 2017 lalu, di mana pembangunan dimulai dengan pembongkaran gedung lama. Pada tahun 2020 pembangunan gedung ini terhenti, karena ada refocusing anggaran untuk pengendalian Covid-19 dan berlanjut kembali pada tahun 2021.

Gedung baru tersebut selesai pada awal 2022 dan resmi dibuka untuk umum pada Maret 2022 setelah diresmikan.

Ramah Anak dan Disabilitas

Zulfadli menambahkan jika Puswil Aceh adalah salah satu perpustakaan yang ramah anak dan disabilitas. Hal ini diwujudkan dengan adanya ruangan khusus anak dan disabilitas.

Ruangan disabilitas, kata Zulfadli, berada di lantai pertama. Ruangan ini dalam tahap pembenahan, terutama fasilitas-fasilitas yang raham terhadap pengunjung berkebutuhan khusus. 

Sementara ruang anak, tambah dia, berada di lantai dua. Ruangan ini didesain semenarik mungkin, selain untuk membaca juga cocok untuk bermain.

“Seluruh ruangan memiliki full AC, juga tersedia lift dan juga ruang multimedia yang sangat memadai. Puswil ini juga didesain seperti mal, sehingga terwujudnya rasa nyaman bagi pengunjung,” ucap Zulfadli.

Fasilitas untuk bersantai sambil membaca buku di Perpustakaan Wilayah Aceh. Foto: Muhammad Fadhil/popularitas.com

Tersedianya ruangan khusus mendapat apresiasi dari kalangan disabilitas. Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) TNCC Banda Aceh, Ria Hidayati mengatakan, ruang ramah disabilitas menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan minat baca bagi masyarakat, terutama siswa disabilitas.

SLB TNCC Banda Aceh, tambah Ria Hidayati, juga telah melakukan penandatanganan MoU kerjasama dengan pihak Puswil Aceh. Kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.

“Selain untuk kerjasama yang lebih intens serta pemenuhan akreditasi sekolah juga akan membuat kinerja layanan puswil menjadi lebih optimal karena menyentuh berbagai kalangan masyarakat,” kata Ria dalam keterangannya kepada popularitas.com, Jumat (18/11/2022).  

Beberapa waktu lalu, Ria mengaku bahwa peserta didiknya telah berkunjung ke Puswil Aceh. Dengan panduan para pustakawan, siswa-siswi tampak sangat antusias dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan di sana.

“Kunjungan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya literasi kelompok yang dilakukan per kelas masing-masing, mereka tampak sangat antusias yang juga dipandu oleh nanny-nanno (guru) SLB TNCC,” ujar Ria. (Advertorial)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.