Dinas Pendidikan Aceh Pantau Pembentukan Satgas Covid-19 di Sekolah

POPULARITAS.COM – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rahmat Fitri telah meminta kepada seluruh Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) untuk membentuk Satgas Covid-19 di sekolah. Pembentukan ini dilakukan dalam rangka persiapan menuju pembelajaran tatap muka.

Selama pandemi Covid-19 melanda secara global. banyak kegiatan tatap muka ditiadakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Tak terkecuali dunia pendidikan, semua tingkatan terpaksa harus menerapkan belajar secara daring maupun luring.

Rahmad Fitri mengaku, sejak sepekan terakhir ini telah keliling Aceh dan mengunjungi tempat pendidikan untuk memastikan sekolah sudah memiliki fasilitas sesuai protokol kesehatan Covid-19. Seperti tempat cuci tangan, pembentukan Satgas Covid-19 dan sejumlah upaya pencegahan lainnya.

“Kita keliling Aceh ini untuk memastikan semua sekolah sudah ada Satgas Covid-19,” kata Rahmad Fidtri, Kamis (8/10/2020) via telepon genggamnya.

Menurut Rahmat, pembentukan Satgas Covid-19 di sekolah dalam rangka persiapan untuk belajar tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan. Bila semua sekolah sudah memiliki fasilitas dan kesiapan sesuai protokol kesehatan cegah virus corona, baru kemudian diizinkan belajar secara langsung.

“Bagi yang belum ada Satgas sekolah kita tidak izinkan,” jelasnya.

Untuk membuka kembali belajar tatap muka, sebut Rahmat, yang pertama harus diperhatikan adalah pembentukan Satgas Covid-19 di sekolah. Makanya ia bersama tim berulang-ulang melakukan pemantauan kesiapan sekolah menuju belajar tatap muka di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Di Aceh, sekolah daring diterapkan sejak 27 Maret 2020. Saat itu terdapat 4 kasus Covid-19, seorang di antaranya meninggal dunia. Melalui Instruksi Gubernur Aceh nomor 04/INSTR/2020, belajar dari rumah untuk siswa sekolah diberlakukan hingga 30 Mei. Belakangan, penerapannya diperpanjang hingga 20 Juni 2020, dengan menerbitkan instruksi baru bernomor 08/INSTR/2020.

Sebelum masa berlaku instruksi itu berakhir, aturan belajar dari rumah dilanjutkan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri mengenai pembelajaran pada masa pandemi yang dikeluarkan pada 15 Juni. SKB itu diteken Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Aturan ini menegaskan untuk melanjutkan belajar secara daring bagi sekolah di daerah dengan tingkat penularan virus tinggi, seperti zona merah, oranye, dan kuning. Pembelajaran tatap muka hanya boleh digelar sekolah yang berada di zona hijau dengan tingkat penularan wabah rendah.

Sesudah hampir dua bulan berjalan, pemerintah kemudian mengumumkan revisi isi SKB 4 Menteri, pada 7 Agustus 2020. Hasil penyesuaian itu menetapkan sekolah yang berada di zona kuning juga sudah boleh menggelar pembelajaran tatap muka mengikuti sekolah di zona hijau.

Supaya menjaga siswa di daerah yang boleh tatap muka terhindar dari corona, Dinas Pendidikan Aceh dan Kantor Wilayah Aceh Kementerian Agama Indonesia mengeluarkan surat edaran mengenai protokol kesehatan untuk sekolah yang tak belajar daring.

Prosedur operasional itu mengatur satu ruang kelas hanya boleh diisi maksimal 18 siswa dan berjaga jarak 1,5 meter. Siswa juga dilarang untuk berkerumunan.

“Semua protokol kesehatan itu diterapkan di sekolah yang tatap muka,” ujar Zulkifli, Kepala Bidang SMA, Dinas Pendidikan Aceh, Selasa, (2/9/2020) lalu.

Khusus sekolah tingkat SMA dan SMK yang belajar daring, tenaga pengajar diharuskan tetap mengajar dari sekolah. Itu dinilai memudahkan kepala sekolah dan pengawas sekolah memantau proses belajar dan mengajar, serta mengevaluasi kendala saat belajar daring.

“Yang di rumah itu adalah hanya siswa,” tutur Zulkifli.

Hingga sekarang di provinsi paling ujung Sumatera ini masih berlangsung belajar daring maupun luring. Pemerintah Aceh belum mengeluarkan kebijakan baru untuk belajar secara tatap muka.

Dinas Pendidikan bersama tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas tengah turun ke daerah-daerah guna memastikan kesiapan sekolah menuju sekolah tatap muka di tengah pandemi. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan cegah Covid-19 secara ketat.[]

Editor: Acal

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.