Home Ekonomi Langkah BPMA promosi Migas Aceh ke dunia internasional
Ekonomi

Langkah BPMA promosi Migas Aceh ke dunia internasional

Share
Langkah BPMA promosi Migas Aceh ke dunia internasional
Kepala BPMA Nasri saat acara ADIPEC 2025 di Abu Dhabi
Share

POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) terus mendorong tumbuhnya industri hulu minyak dan gas di Aceh. Berbagai langkah promosi telah dilakukan, baik skala nasional dan bahkan internasional.

Upaya promosi potensi Migas di Aceh, jadi perhatian dan fokus Kepala BPMA Nasri. Sejak dilantik memimpin regulator migas di Aceh, pria itu terus jajaki langkah-langkah mendorong industri migas di provinsi ujung barat Sumatra tersebut.

Abu Dhabi International Petroleum Exhibition & Conference (ADIPEC) 2025 yang diselenggarakan di Abu Dhabi 2-6 November 2025, dimanfaatkan secara efektif oleh BPMA sebagai sarana promosi potensi Migas Aceh.

BPMA yang hadir pada acara itu, telah melakukan serangkaian pertemua dengan investor migas yang datang dari berbagai belahan dunia di even berskala internasional tersebut.

Delegasi BPMA yang dipimpin langsung oleh Kepala BPMA, Nasri melakukan pertemuan dengan beberapa perusahaan migas internasional diantaranya: Japex, Jogmec, Anton Oil & Gas Development Company, Petronas, Bakertilly, dan beberapa perusahaan lainnya dalam rangka untuk menambah investasi migas di Aceh.

Kepala BPMA Nasri dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa, pihaknya bersama Kementrian ESDM RI, berencana Lelang sejumlah blok Migas di Aceh. Jadi, kehadiran kami ke acara ini bagian dari gaes investor ke Aceh.

“Banyak investor migas dunia yang tertarik berinvestasi di Aceh. Apalagi kita akan lelang blok migas,” katanya, Kamis 6 November 2025 di Abu Dhabi.

Di Abu Dhabi, Nasri dan delegasi BPMA juga melakukan pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan gas raksasa dunia. Sejumlah investor secara nyata sampaikan niat dan rencana mereka berinvestasi di Aceh.

Pusat setujui keikutsertaan Aceh dalam pengelolaan migas di wilayah laut diatas 12 hingga 200 mil
Kepala BPMA Nasri Djalal. FOTO : HO popularitas.com

Masih kata Nasri, pada pertemuan bisnis tersebut, pihaknya membuka pintu seluas-luas bagi para investor migas dunia yang berhadir di Abu Dhabi. “Banyak dari mereka yang tertarik ke Aceh. Apalagi potensi migasnya cukup besar,” ujarnya.

Tentu, kata Nasri lagi, langkah yang dilakukan pihaknya itu, sebagai bagian dari arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, untuk menjadikan sektor migas berkontribusi besar bagi perekonomian daerah.

Jadi, kedatangan BPMA ke Abu Dhabi, untuk memasarkan potensi migas, gaet investor dan juga menjalin kemintraan secara internasional dengan pemain kelas dunia.

Di acara ADIPEC 2025, Nasri juga tampil presentasi pada konferensi yang diikuti oleh perwakilan negara-negara dunia. Pada pertemuan itu, ia paparkan makalah tentang CCUS/CCS Opportunities and Partnerships in Aceh, Indonesia. Pada sesi kedua, Nasri sampaikan tentang Upstream Block with Downstream Leverage by Accelerating Market Access in Aceh and North Sumatera Region dan diakhiri dengan paparan berjudul “Unlocking Aceh’s Energy Potential: Strengthening Investment and Partnership Opportunities in Indonesia’s Western Area.”

Nasri melanjutkan, paparan makalah yang ia sampaikan, sebagai bentuk perkenalkan potensi migas di Aceh. Jadi, pada momentu itu, dirinya ingin menyampaikan pesan penting bahwa, Aceh terbuka untuk bisnis migas dan BPMA regulator dan mitra strategis untuk mencapai tujuan bisnis di Aceh.

Indonesia siap jadi mitra global lewat kemitraan saling menguntungkan

Pada ADIPEC 2025 di Abu Dhabi, delegasi Indonesia, selain diikuti oleh BPMA, pihak lain yang ikut serta, yakni, SKK Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), delapan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan lima Perusahaan Dalam Negeri (PDN). 

Kepala SKK Migas Djoko Siswato menambahkan, di ADIPEC 2025, Indonesia menegaskan arah baru pembangunan energi dibawah Presiden RI Prabowo Subianto.

Arah baru tersebut, yakni tentang kemandirian energi sebagai pilar kedaulatan nasional. “Jadi, saat ini, pemerintah inginkan setiap kerja sama sektor hulu migas harus bawa manfaat bagi ketahanan energi dan sekaligus alih teknologi,” katanya.

Saat ini, kata Djoko melanjutkan, Pemerintah menargetkan peningkatan produksi migas nasional sebesar 31% untuk minyak dan 51% untuk gas pada 2029, sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029. Target tersebut didukung berbagai kebijakan reformasi fiskal dan perizinan guna mempercepat investasi serta meningkatkan eksplorasi di wilayah frontier.

Dalam ADIPEC 2025, Indonesia juga menegaskan kesiapannya menjadi mitra strategis global melalui kemitraan yang saling menguntungkan. Fokus utama Indonesia adalah mendorong investasi di 14 cekungan potensial yang menyimpan cadangan besar, di antaranya Cekungan Sumatra Selatan dengan potensi gas bumi 11,4 miliar barel setara minyak (BBOE), Selat Makassar dengan potensi gas bumi 29 BBOE, serta Warim dengan potensi minyak bumi 25,9 BBO dan gas bumi 42,2 TCF.

Pemerintah menilai tahun 2025 sebagai momentum terbaik dalam satu dekade terakhir untuk menggenjot investasi hulu migas nasional. Realisasi investasi hingga semester I 2025 telah mencapai US$7,19 miliar dengan proyeksi hingga akhir tahun sebesar US$15,9 miliar, tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Kebijakan percepatan proyek dan penyederhanaan perizinan telah meningkatkan minat investor global untuk masuk ke Indonesia.

Kehadiran mereka menegaskan kesatuan visi Indonesia untuk menampilkan potensi besar hulu migas dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar energi global.

Diselenggarakan pada 3–6 November 2025 di Abu Dhabi, ADIPEC dihadiri perwakilan dari puluhan negara, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan China. Pameran ini menjadi ajang strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan arah baru energi nasional dari ketergantungan menuju kemandirian, dari sumber daya menjadi kekuatan energi bangsa.

Apresiasi Dubes RI di Abu Dhabi untuk BPMA

Pada kesempatan yang lain, Duta Besar Indonesia untuk Abu Dhabi, Judha Nugraha didampingi oleh Direktur of Indonesia Investment Coordination Board (BKPM) Abu Dhabi, Nova Herlangga Masrie juga menerima kunjungan kehormatan Delegasi BPMA di komplek Perkantoran KBRI Abu Dhabi.

Dalam Pertemuan tersebut, Duta Besar menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan BPMA dalam Indonesia Pavilion ADIPEC 2025 dan menyatakan akan mempromosikan kepada para pengusaha Uni Emirate Arab untuk berinvestasi di Aceh, terutama pada sektor energi.

ADIPEC 2025 menghadirkan program konferensi energi terlengkap di dunia, yang dirancang untuk mendukung keputusan penting bagi bisnis dan memajukan kemajuan sistem secara keseluruhan, dimana BPMA sebagai regulator migas di Aceh ikut berkontribusi dan menjadi bagian dari sistem global minyak dan gas dunia.

Pada ajang ADIPEC 2025 kali ini menghadirkan 12 program, 1800+ pembicara, dan 389+ sesi coference yang menghubungkan para pemimpin global energi dunia untuk memajukan ketahanan dan teknologi energi terbaru. (***ADV)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

EkonomiNews

Sssttt…! Sekarang Ada Mi dari Umbi, Begini Tekstur & Rasa Dibanding Tepung Terigu

POPULARITAS.COM – Mi merupakan bahan makanan yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan...

Eropa dan negara G7 patok harga minyak Rusia 45 dolar AS per barel
EkonomiNews

Berikut Daftar Harga BBM di Seluruh SPBU, Berlaku 1 Juni 2026

POPULARITAS.COM – Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi pada awal...

EkonomiNews

BSI Region Aceh Distribusikan 282 Hewan Kurban di Wilayah Aceh

POPULARITAS.COM — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Region Aceh mendistribusikan 282...