Home Hukum Layangkan somasi, Praktisi hukum di Pidie minta Mualem cabut Pergub JKA
Hukum

Layangkan somasi, Praktisi hukum di Pidie minta Mualem cabut Pergub JKA

Share
Layangkan somasi, Praktisi hukum di Pidie minta Mualem cabut Pergub JKA
Muharramsyah dan Mustari Mukhtar saat beri keterangannya kepada sejumlah awak media di Pidie, Senin (27/4/2026). FOTO : popularitas.com/Nurzahri
Share

POPULARITAS.COM – Sejumlah praktisi di Pidie, minta Gubernur Aceh Muzakir Manaf, untuk cabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 tahun 2026. Sebab, aturan tersebut dinilai bertentangan dengan Qanun Aceh Nomor 4 tahun 2010 tentang Kesehatan.

Tuntutan tersebut, disampaikan para praktisi itu, sekaligus melayangkan surat somasi kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Hal itu disampaikan oleh dua orang praktisi asal Pidie, yakni Muharramsyah dan Mustari Mukhtar dalam keterangannya kepada sejumlah awak media di Pidie, Senin (27/4/2026).

Kata keduanya, Somasi itu dilakukan disebabkan, Perbu tentang JKA Tahun 2026 yang melakukan penerapan sistem desil hanya tingkat desil 7 dalam hal penerimaan pelayanan kesahatan gratis melalui dana APBA telah mengkebiri hak masyarakat Aceh.

Padahal hak masyarakat Aceh memperoleh pelayanan kesehatan gratis telah dilindungi Undang-Undang No 11 Tahun 2006 dan Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2010.

Praktis, Perbup No 2 Tahun 2026 itu dinilai mengkangkangi peraturan perundang–undangan yang lebih tinggi.

“Secara hirarki perudang-undangan, aturan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi. Hal itu sebagaimana diatur asas hukum Lex Superior Derogat Legi Inferiori,” kata praktisi Hukum Muharramsyah dan Mustari Mukhtar.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf pun didesak untuk segera mencabut Pergub No 2 Tahun 2026 itu, selain kangkangi UUPA dan Qanun Aceh tentang Kesehatan juga diskriminatif karena membatasi hak masyarakat peroleh layanan kesehatan gratis dengan anggaran bersumber konpensasi perang itu.

Dalam somasi itu, para advokat itu juga menturut sertakan Ketua DPRA agar secepatnya memanggil Gubernur Aceh untuk dimintai klarifikasinya atas penerbitan Pergub yang telah mengkebiri hak masyarakat Aceh secara global untuk peroleh layanan kesehatan gratis.

“Penerbitan Peraturan Gubernur No 2 Tahun 2026 tentang JKA yang   sangat diskriminatif dengan mengkotak-kotakkan penduduk Aceh berdasarkan Desil dalam menerima layanan Jaminan Kesehatan Aceh,” papar Muharrasyah.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Ketua SMSI Firdaus dipecat secara penuh dari keanggotaan PWI
Hukum

Ketua SMSI Firdaus dipecat secara penuh dari keanggotaan PWI

POPULARITAS.COM – Ketua Umum SMSI Firdaus, diberhentikan secara resmi oleh Dewan Kehormatan...

Hukum

IPW dukung gagasan Kapolri larang rokok elektik ape di Indonesia

POPULARITAS.COM – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung gagasan Kapolri Jenderal Suyudi Ario...

HukumNews

11 Pelanggaran Ini yang Diincar dalam Operasi Patuh 2026

POPULARITAS.COM – Operasi Patuh 2026 mulai digelar serentak pada Senin (26/10/2026) hingga...

HukumNews

Bahan Baku Sabu di Pidie Berasal dari Selundupan 2,6 Ton Sabu di Kapal Ocean Porter di Batam

POPULARITAS.COM –  Kapolda Aceh, Irjen Pol Ruddi Setiawan mengungkap kronologi pembongkaran laboratorium...