Home Feature Noda dibalik pesta HUT Pidie ke-514
Feature

Noda dibalik pesta HUT Pidie ke-514

Share
Noda dibalik pesta HUT Pidie ke-514
Rahmad Fayzar, MC saat acara penutupan HUT Pidie ke-51. FOTO : popularitas.com/Nurzahri
Share

POPULARITAS.COM – Pesta kemeriahan sambut HUT Pidie ke-514 telah usai. Delapan hari rangkaian acara digelar meriahkan even bertajuk ‘Peuingat Uroe Lahe Pidie ke-514’ tersebut.

Dana Rp341 juta digelontorkan untuk sukseskan kemeriahaan acara, sejak pembukaan hingga malam penutupan. Sementara, Rp170 juta digunakan untuk jasa EO saat penutupan acara. Kegaitan itu, dikerjakan oleh PT Mitra Poly Kreasi.

Dana sebesar itu, digunakan oleh perusahaan untuk untuk mendesain acara penutupan dengan meriah.  Panggung utama beserta dekorasi, tenda hall dan pagar pembatas, sound sistem 15.000 wat, video tron LED dan Lighting. Proses penandatangan MoU kerjasama itu dilakukan oleh Rahmad Fayzar. Dia juga bertindak sebagai MC acara tersebut.

Kepala Bidang Budaya pada Disdikbud Pidie, Mahdiana saat dikonfirmasi mengklaim, total alokasi anggaran untuk pelaksanaan pentas seni perayaan HUT ke 514 itu Rp 341 juta.

“Anggarannya Rp 341 juta, itu sudah semuanya di situ,” kata Mahdiana saat dikonfirmasi popularitas.com, Sabtu (20/9/2025) beberapa hari lalu.

Kata dia, dari jumlah tersebut, untuk paket jasa EO penyediaan lima fasilitas itu saja anggaran mencapai Rp 170 juta lebih. “Rp 170 juta sudah untuk dia (EO),” jelasnya.

Sedangkan untuk honor talent pada pentas seni itu menggunakan sisa anggaran dari 341 juta tersebut. Disdik merencanakan akan kembali menambah anggaran pada APBK perubahan 2025.

Mendapat gelontoran APBK sebesar Rp 170 juta untuk jasa Event Organizer, MC Rahmad Faizar, dikabarkan sempat melakukan perundungan terhadap peserta talent yang merupakan siswa sekolah tingkat atas sederajat saat sedang tampil untuk memenuhi undangan dari Disdikbud Pidie pada malam kedua perayaan tepatnya pada Minggu 14 September 2025 sekira pukul 21.00 WIB.

Dugaan perundungan itu dilakukan oleh Faizar yaitu dengan mematikan musik dan menurunkan anak di bawah umur itu saat sedang tampil tanpa menyelesaikan tampilannya itu.

“Saat itu anak binaan kami membawakan lagu dangdut. Baru satu bait baru satu bait lagu diawal sudah disuruh turun oleh MC (Master of Ceremony),” kata I, guru pembina talenta siswa sekolah di bawah pengelolaan Disdik Provinsi Aceh itu, Sabtu (20/9/2025).

Kata dia, sejatinya satu jam sebelum tampil, ia sudah make sure dengan pihak panitia dan audio untuk menyerahkan jenis lagu yang akan dibawakan siswa laki-lakinya berupa musik dangdut.  Tiba-tiba saat sedang tampil, dari arah bawah Faizar berteriak meminta pihak audio untuk mematikan musik, dengan dalih tidak sesuai konsep acara.

“Jika memang tidak sesuai konsep, seharunya pihak panitia langsung menyampaikan saat itu kalau lagu dangdut tidak boleh. Sehingga bisa langsung diganti. Ini anak kami di atas panggung besar dihadapan ribuan orang diturunkan tanpa pemberitahuan, dipermaluin lah,” katanya.

Sempat terjadi perdebatan usai penurunan tersebut. Namun saat itu Faizar langsung mengklaim jika dirinya adalah orang ring satu. Bahkan ia menantang  untuk melaporkan dirinya kemana saja. 

Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah tingkat atas itu mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. Soalnya tindakan tersebut berdampak terhadap mental anak didiknya itu.

“Dibilang tidak sesuai, kalau tidak sesuai buat apa juga mengundang kami. Seharusnya disampaikan dari awal, ini lagu ini yang harus dibawakan, ini tidak. Padahal sebelumnya sudah dilapor ke pengatur musik, tetapi saat sedang bernyanyi tiba-tiba dipotong oleh MC,” ungkapnya.

Sementara itu, MC Rahmad Fayzar saat dikonfirmasi popularitas.com mengakui, dirinya adalah EO penyediaan fasilitas pentas seni peringatan HUT Pidie ke 514 itu. 

Dia juga mengakui, ia meminta mematikan musik dan menurunkan anak peserta talent pada malam kedua itu. Hanya saja, dia membantah melakukan perundungan. 

Menurut MC yang kerap memakai jas berwarna pink itu, mematikan musik dan menurunkan anak peserta talent saat sedang tampil dihadapan ribuan penonton bukanlah perundungan.

“Tidak ada perundungan. Memang sudah kita koordinasi dari awal, kami (EO) menerima data dari Dinas PK (Pendidikan) aturannya bahwa tidak boleh lagu dangdut. Itu jelas tertulis pada aturan Dinas PK,” bantahnya.

Dia mengklaim, sebelum pentas dimulai, panitia melakukan loading terhadap peserta. Di situ disampaikan jika lagu dangdut tidak bolehkan. Dan pihak sekolah tersebut mengaku sudah mendapat izin dari Dinas, sehingga kemudian diizinkan. Dan berangkapan lagu yang akan dibawakan karya Rhoma Irama, seperti halnya “Judi”.

“Ketika menit ke satu dah mulai aneh-aneh jadi saya cut (potong) langsung dengan turunin musik pelan-pelan, kemudian langsung nyamber MC biar dia (peserta) tidak konyol di atas panggung. Nah saya bilang di situ masih ada video masih, terima kasih banyak segala macam, luar biasa. Saya jelaskan di situ mohon maaf sebesar-besarnya karena kita menjaga nama baik Pidie seperti itu. Terima kasih banyak kepada peserta kita, kami persilahkan untuk kembali (turun),” klaimnya.

Share

1 Comment

  • Banyak kekurangan di acara tersebut. sebagai contoh,tidak adanya koordinasi antara Leading Sector (dinas pendidikan) dengan EO (diwakili MC Fayzar) dengan pihak keamanan (satpol PP, Dishub, Muspika) dan kebersihan lingkungan (dlh) ataupun dgn pihak lainnya yg berkaitan. tidak ada transparansi anggaran keamanan, kebersihan dan lainnya menjadi bukti bahwa EO hanya mengedepankan keuntungan semata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Lebaran iduladha di Rumah Singgah BFLF
FeatureHeadline

Lebaran iduladha di Rumah Singgah BFLF

POPULARITAS.COM – Momen merayakan lebaran iduladha bersama keluarga, tentu impian dan keinginan...

Sisi lain Abang Samalanga : Antara politisi dan pecinta kucing
FeatureHeadline

Sisi lain Abang Samalanga : Antara politisi dan pecinta kucing

POPULARITAS.COM – Tak banyak yang tahu, selain politisi dan dipercaya sebagai pemimpin...

FeatureHeadline

BPMA bawa kearifan Aceh ke panggung energi nasional

POPULARITAS.COM – Dibalik sorotan lampu LED dan arsitektur modern di Indonesia Petroleum...

Feature

Ramzi Adriman, dosen muda yang dipercaya Mirza Tabrani jabat Wakil Rektor USK Banda Aceh

POPULARITAS.COM – Ramzi Adriman, satu dari empat dosen muda, yang resmi dilantik...