POPULARITAS.COM – Amerika Serikat (AS) mendeteksi 1.139 drone di sekitar stadion dan lokasi terkait Piala Dunia 2026 hingga Minggu (28/6/2026) malam. Otoritas juga telah menetralkan lebih dari 300 drone tanpa menggunakan kekuatan.
Selain itu, Biro Investigasi Federal (FBI) menyita lebih dari 500 drone untuk dijadikan barang bukti dalam penyelidikan.
“Sejauh ini terdapat 1.139 deteksi drone di Piala Dunia dan lokasi terkait Piala Dunia, dengan lebih dari 300 tindakan penanganan yang telah dilakukan,” kata Koordinator Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, di International Police Cooperation Center (IPCC), Senin (29/6/2026), seperti dikutip AFP.
Giuliani mengatakan, drone-drone tersebut dinetralkan tanpa menggunakan kekuatan, tetapi tidak menjelaskan bagaimana cara penanganannya dilakukan.
Amerika Serikat menjadikan operasi antidrone sebagai salah satu pilar utama dalam pengamanan Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim dan diselenggarakan bersama Meksiko serta Kanada.
Pemerintah mengalokasikan dana hingga ratusan juta dollar AS untuk mendukung upaya tersebut. Kewenangan aparat lokal juga diperluas untuk mengganggu sinyal dan mencegat drone.
Selain itu, puluhan polisi dari 11 kota tuan rumah di Amerika Serikat telah menerima pelatihan khusus di pusat pelatihan FBI.
Pada pertengahan Juni, FBI menyatakan telah menggagalkan rencana serangan yang menargetkan acara pertandingan bela diri campuran di Gedung Putih yang digelar pada ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump.
Rencana tersebut diduga melibatkan peluncuran drone yang membawa bahan peledak di sekitar lokasi acara. Sebagai perbandingan, selama Olimpiade Paris 2024, otoritas Perancis mendeteksi lebih dari 350 pelanggaran wilayah udara oleh drone yang berujung pada 81 penangkapan, menurut laporan Majelis Nasional Perancis.








Leave a comment