POPULARITAS.COM – Delapan anak tak berdosa kehilangan nyawa dalam serangan penembakan brutal di Shreveport, Louisiana, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2026) dini hari waktu setempat. Tragedi ini menjadi salah satu kasus penembakan massal paling mematikan di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.
Kepolisian Shreveport mengidentifikasi pelaku sebagai Shamar Elkins, pria berusia 31 tahun. Serangan dimulai sebelum fajar di kawasan selatan pusat kota Shreveport, ketika Elkins menembak seorang wanita di rumah pertama yang disambanginya.
Elkins kemudian memacu kendaraannya menuju lokasi kedua. Di sinilah kekejaman utama terjadi — tujuh anak ditemukan tewas dengan luka tembak di dalam satu rumah. Juru bicara Kepolisian Shreveport, Chris Bordelon, menyebutkan korban anak-anak berusia antara 3 hingga 11 tahun.
Dua perempuan dewasa, termasuk istri pelaku, turut menjadi korban dan kini dirawat dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Kesaksian di lokasi kejadian menggambarkan betapa paniknya para korban berusaha menyelamatkan diri. Satu anak ditemukan tewas di atas atap rumah, diduga setelah mencoba melarikan diri dari pelaku. Seorang anak lain berhasil selamat setelah melompat dari atap dan segera dibawa ke rumah sakit.
Baca juga: Dua Insiden Penembakan Sekolah Terjadi di Turki dalam Dua Hari Berturut-turut
Dikutip dari AP, Senin (20/4/2026), anggota dewan negara bagian Tammy Phelps menggambarkan suasana di lokasi kejadian sangat memilukan saat petugas pertama kali tiba.
Motif serangan diduga kuat berakar dari konflik rumah tangga. Crystal Brown, sepupu salah satu korban luka, mengungkapkan bahwa Elkins dan istrinya tengah menjalani proses perceraian dan dijadwalkan hadir di pengadilan pada Senin keesokan harinya. Pertengkaran seputar perpisahan itu diyakini menjadi pemicu ledakan amarah yang berujung pada pembantaian.
Pelarian Elkins berakhir di wilayah Bossier City. Polisi berhasil memojokkan pelaku dan terjadi baku tembak yang menewaskan Elkins di tempat. Meski pelaku tercatat memiliki riwayat hukum terkait kepemilikan senjata api pada 2019, kepolisian menyatakan tidak pernah menerima laporan kekerasan dalam rumah tangga sebelumnya.
Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux, menyebut insiden ini sebagai peristiwa paling tragis yang pernah dialami kotanya. Warga sekitar mengaku tidak percaya, mengingat beberapa hari sebelumnya Elkins masih terlihat menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.
Kepolisian Negara Bagian Louisiana kini turut membantu penyelidikan lintas lokasi kejadian. Gubernur Louisiana dan Ketua DPR AS telah mengeluarkan pernyataan resmi, meminta masyarakat mendoakan keluarga korban. Tragedi ini kembali memantik perdebatan nasional soal regulasi senjata api dan penanganan konflik domestik di Amerika Serikat. (HSN)
Sumber: beritasatu.com









Leave a comment