POPULARITAS.COM – Operasi perang yang digelorakan Amerika Serikat atas Iran pada Juli 2026, timbulkan konsekuensi besar bagi negara itu. Tercatat, setidaknya 4 personil militer tewas dan 207 lainnya dinyatakan terluka.
Data tersebut dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Minggu 26 Juli 2026. Bahkan, Menurut Sistem Analisis Korban Pertahanan (Defense Casualty Analysis System) Pentagon, hingga 25 Juli, operasi militer AS “Epic Fury” melawan Iran telah mengakibatkan 14 personel militer AS tewas dan 417 lainnya luka-luka.
Basis data tersebut baru-baru ini menambahkan kategori pelacakan baru berjudul “Operasi Luar Negeri”, yang secara terpisah mencatat korban militer AS sejak 7 Juli, dengan mencantumkan empat orang tewas dan 207 orang terluka. Namun, kategori baru ini hanya mencantumkan nama-nama korban yang tewas dan tidak memberikan rincian spesifik seperti waktu, lokasi, atau penyebab kematian para korban tersebut.
Meskipun keempat korban tewas tersebut telah dipastikan meninggal dalam babak baru konflik AS-Iran, Departemen Pertahanan AS belum mengonfirmasi apakah seluruh personel yang terluka itu terkait dengan konflik AS-Iran tersebut.
Berdasarkan undang-undang AS, presiden pada umumnya tidak boleh melibatkan pasukan AS dalam aksi permusuhan selama lebih dari 60 hari tanpa izin dari Kongres. Menurut laporan media, pemerintahan Trump telah mengirimkan surat kepada Kongres pada 10 Juli yang menyatakan serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz pada 7 Juli melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya. Berdasarkan hal ini, Gedung Putih menetapkan 7 Juli sebagai tanggal dimulainya babak baru pertempuran dengan Iran.








Leave a comment