Home Teknologi Peretas Bobol 9 Lembaga Pemerintah Meksiko dengan Bantuan AI, 195 Juta Data Warga Bocor
Teknologi

Peretas Bobol 9 Lembaga Pemerintah Meksiko dengan Bantuan AI, 195 Juta Data Warga Bocor

Share
Satu Peretas Bobol 9 Lembaga Pemerintah Meksiko dengan Bantuan AI, 195 Juta Data Warga Bocor
Gambar ilustrasi
Share

POPULARITAS.COM – Dunia keamanan siber diguncang laporan mengejutkan: seorang peretas — atau kelompok kecil — berhasil membobol sembilan lembaga pemerintahan Meksiko hanya dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Serangan berlangsung antara akhir Desember 2025 hingga pertengahan Februari 2026, dan mengakibatkan kebocoran sekitar 150 gigabyte data sensitif milik negara.

Temuan ini dipublikasikan oleh Gambit Security, perusahaan keamanan siber asal Israel, dalam laporan resmi yang dirilis Februari 2026 dan diperbarui secara teknis pada April 2026.

AI Dijadikan Senjata Utama Serangan

Dalam melancarkan serangan siber ini, pelaku menggunakan dua alat AI generatif: Claude Code dari Anthropic dan GPT-4.1 dari OpenAI. Lebih dari 1.000 prompt dikirimkan ke sistem AI tersebut, menghasilkan ribuan perintah eksekusi otomatis. Claude Code menangani sekitar 75 persen dari seluruh perintah jarak jauh yang digunakan selama serangan.

Baca juga: Hacker Yordania serang situs militer Israel untuk dukung Palestina

Dengan bantuan AI, pelaku mampu menulis kode eksploitasi, membangun backdoor, sekaligus mengotomatisasi proses pencurian data — semua dalam waktu kurang dari satu bulan untuk mendapatkan akses utama ke sistem target.

Trik Jailbreak untuk Kelabui AI

Yang menarik, pelaku tidak menggunakan malware canggih maupun zero-day exploit. Mereka justru memanfaatkan celah keamanan yang sudah ada, seperti manajemen kredensial yang lemah dan server yang tidak diperbarui (unpatched).

Untuk mengelabui sistem keamanan AI, pelaku berpura-pura sebagai peserta program bug bounty atau pen tester. Dengan kedok itu, AI bersedia membantu menulis skrip peretasan dan menganalisis data target — sebuah metode yang dikenal sebagai jailbreaking.

Data yang Bocor: Dari Identitas hingga Catatan Pajak

Skala kebocoran data dalam kasus ini tergolong masif. Berdasarkan laporan Gambit Security, data yang berhasil dicuri meliputi:

  • ±195 juta identitas warga beserta catatan pajak mendetail dari otoritas pajak federal Meksiko (SAT)
  • 15,5 juta data registrasi kendaraan
  • 3,6 juta data pemilik properti
  • 2,28 juta catatan properti tambahan
  • Ratusan catatan sipil mencakup data kelahiran, kematian, dan pernikahan
  • Data sensitif lain dari berbagai lembaga federal dan negara bagian

Peringatan Keras bagi Dunia Siber

Kasus ini telah dikutip luas oleh media internasional, termasuk Bloomberg, Live Science, dan HackRead. Tidak ada pihak yang membantah keabsahan fakta yang diungkap dalam laporan tersebut.

Dikutip dari laporan Gambit Security, perusahaan itu menekankan bahwa pendekatan berbasis pencegahan (prevention) kini sudah tidak lagi memadai. Yang jauh lebih krusial saat ini adalah resilience — kemampuan organisasi untuk pulih dengan cepat setelah serangan terjadi.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi komunitas keamanan siber global: dengan AI, satu orang kini mampu melancarkan serangan sekelas tim peretas profesional dalam waktu yang sangat singkat.

Sumber: Laporan resmi Gambit Security (Februari–April 2026), Bloomberg, Live Science, HackRead.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsTeknologi

Hujan Meteor Akan Terlihat di Langit Indonesia, Kapan Waktunya?

POPULARITAS.COM – Sebuah unggahan di media sosial Instagram menyebutkan akan ada fenomena...

NewsTeknologi

SIM Digital Punya Kedudukan Hukum yang Sama dengan SIM Fisik, Ini Dasarnya

POPULARITAS.COM –  Surat Izin Mengemudi (SIM) Digital kini dapat digunakan sebagai dokumen...

NewsTeknologi

Prabowo Targetkan Indonesia Punya Pemerintahan Digital Kelas Dunia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki pemerintahan digital kelas dunia...

NewsTeknologi

Komdigi Tindak 3,7 Juta Situs dan Konten Bermuatan Judol dari Oktober 2024 hingga Juli 2026

POPULARITAS.COM – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengeklaim telah menindak 3,7 juta...