Pusling, upaya DPKA tumbuhkan minat baca

POPULARITAS.COM – Program perpustakaan keliling (Pusling) yang digagas oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) melalui Perpustakaan Wilayah (Puswil) Aceh merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan minat baca bagi masyarakat di daerah itu.

Program Pusling itu sendiri dilakukan rutin setiap Sabtu dan Minggu dan sasarannya adalah tempat-tempat keramaian. Selama ini, tiga titik yang rutin dikunjungi Pusling adalah Lapangan Gelanggang USK, Blang Padang dan Kompleks Stadion Harapan Bangsa.

“Pusling ini hanya Sabtu dan Minggu, kelompok saya kebetulan hari ini kena di Lapangan USK, kalau semarin di Kompleks Stadion Lhong Raya,” kata M. Alison, Penanggung Jawab Pusling saat ditemui popularitas.com, Minggu (20/11/2022) di Lapangan Gelanggang USK, Banda Aceh.

Menurut Alison, ada ratusan buku yang dipamerkan dalam pusling tersebut, baik buku agama, umum, cerpen, sejarah, bacaan anak-anak dan lain-lain. Saban hari setiap akhir pekan, Pusling ramai dikunjungi warga.

“Ini tujuannnya unntuk memperdayakan masyarakat gampong agar aktif membaca, kita sengaja bergerak ke lapangan ini sebagai tempat keramaian untuk mencari pembaca,” katanya.

Tak hanya bisa dibaca di lokasi, terang Alison, buku-buku tersebut juga dapat dipinjam untuk dibawa pulang ke rumah. Hanya saja, proses peminjaman dapat dilakukan bagi pengunjung yang memiliki kartu tanda anggota Puswil Aceh.

Alison menjelaskan bahwa Pusling sudah ada sebelum Aceh dilanda gempa dan tsunami. Mereka aktif menyasar para pengunjung di sekolah-sekolah maupun lokasi-lokasi digelarnya kegiatan masyarakat dan pemerintah. “Jadi sebelum tsunami, setiap kegiatan ada Pusling, hanya saja saat itu masih dua mobil,” ujar dia.

Kini, Alison menyebutkan bahwa Puswil Aceh telah memiliki 6 Pusling. Dari jumlah ini, hanya 5 Pusling yang masih aktif.

Setiap akhir pekan, Pusling ini secara bergantian mengisi pos-pos keramaian di tiga titik yaitu Lapangan Gelanggang USK, Blang Padang dan Stadion Harapan Bangsa. “Saat semuanya masih aktif, setiap titik diisi oleh dua Pusling,” kata Alison.

Ia mengatakan bahwa DPKA pada tahun ini telah menambah satu mobil lagi yang diperuntukkan untuk Pusling, sehingga kini total memiliki 7 Pusling. Penambahan Pusling ini diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat dalam peningkatan literasi “Mobilnya sudah ada, tapi dalam proses pengisian buku,” sebut Alison.

Perpustakaan keliling (Pusling) milik DPKA di Lapangan Gelanggang USK, Banda Aceh, Minggu (20/11/2022). Foto: Muhammad Fadhil/popularitas.com

Kepala DPKA, Edi Yandra melalui Kepala Bidang Layanan Perpustakaan, Zulfadli mengatakan, program Pusling adalah upaya Pemerintah Aceh dalam meningkatkan literasi masyarakat di daerah ujung barat Sumatra itu.

Kata Edi, program Pusling tidak hanya tersedia pada akhir pekan, tetapi juga pada hari kerja. Mereka siap datang ke lembaga atau sekolah jika dibutuhkan. “Jadi kalau ada kegiatan-kegiatan besar di sekolah, boleh disurati kami supaya dihadirkan pustaka keliling,” ucap Zulfadli.

Bukan hanya di lembaga pendidikan, tambah dia, pustaka keliling juga datang ke sejumlah lokasi pengungsian bencana di Aceh. Ini sebagai bentuk komitmen DPKA dalam malayani masyarakat.

“Jadi di lokasi pengungsian banyak anak-anak, sehingga hadirnya pustaka keliling menjadi nilai tersendiri bagi mereka, terutama bagi yang suka membaca aneka ragam buku,” terangnya.

Selain itu, katanya, pustaka keliling juga hadir ke sejumlah instansi pemerintah seperti rumah sakit jiwa dan lembaga pemasyarakatan. Hadirnya pustaka keliling ini atas permintaan lembaga tersebut.

“Misalnya di Lapas, pustaka keliling akan melayani anggota binaan dia, demikian rumah sakit jiwa, buku-buku yang disajikan menurut yang diminta oleh instansi tersebut,” sebutnya.

Menyasar Kabupaten Kota

Zulfadli menambahkan bahwa pihaknya fokus menyasar kabupaten/kota dalam upaya meningkatkan minat baca bagi masyarakat setempat. Kegiatan ini didukung dengan anggaran APBA maupun APBN.

Kegiatan tersebut, kata Zulfadli, melibatkan para siswa, masyaakat umum dan forkopimda di masing-masing kabupaten kota.

Menurut Zulfadli, pelibatan forkopimda sengaja dilakukan untuk memantik pemerintah kabupaten setempat agar program yang mereka lahirkan selaras dengan program di DPKA.

“Kita undang forkopimdanya, dalam artian kita bisa memunculkan minat baca yang  kita lakukan sendiri dan juga bisa memperngaruhi kebijakan yang ada di daerah itu atau dinas terkait,” ujar Zulfadli.

Selain itu, kata dia, DPKA juga melakukan beragam program sosialisasi guna mewujudkan minat baca bagi masyarakat melalui film dokumenter, iklan di berbagai platfom mediadan lain sebagainya.

Di sisi lain, DPKA juga punya program inklusi sosial sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi keluarga. Dalam program ini, DPKA menggandeng sejumlah pustkawan maupun LSM yang fokus di bidang literasi.

Bukan hanya di kabupaten kota, kata Zulfadli, inklusi sosial juga akan diterapkan di Puswil Aceh dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya.

“Nanti pengunjung yang datang ke sini mereka bisa belajar masalah pertanian dengan narasumber pertanian, selanjutnya minggu depan gitu juga dengan masalah perikanan, peternakan dan lain-lain,” katanya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.