POPULARITAS.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas setelah intelijen AS mengklaim Beijing tengah bersiap mengirimkan sistem pertahanan udara ke Iran, memicu peringatan langsung dari Presiden Donald Trump.
Dikutip dari beritasatu.com, laporan CNN pada Sabtu (11/4/2026) mengungkapkan bahwa berdasarkan penilaian intelijen terbaru, China diduga mempersiapkan pengiriman sistem senjata tersebut dalam beberapa pekan mendatang. Dua sumber intelijen menyebut Beijing bahkan mencoba menyamarkan asal senjata dengan mengalihkan jalur pengiriman melalui negara ketiga.
Sistem senjata yang dimaksud adalah Manpads (man portable air defense systems), yakni rudal antipesawat yang dapat dipanggul oleh satu orang. Senjata jenis ini dinilai berpotensi menjadi ancaman asimetris bagi pesawat militer yang beroperasi di ketinggian rendah, khususnya di tengah situasi pascagencatan senjata yang masih rapuh.
Merespons laporan tersebut, Trump langsung mengeluarkan peringatan keras kepada Beijing. “Jika China melakukan itu, mereka akan menghadapi masalah besar,” ujar Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih menuju Florida.
Baca juga: Perundingan AS-Iran di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan Setelah 21 Jam
Dikutip dari beritasatu.com, pemerintah China langsung membantah seluruh tudingan itu. Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menyatakan Beijing tidak pernah memasok senjata kepada pihak mana pun dalam konflik yang sedang berlangsung. “Informasi tersebut tidak benar. China sebagai negara besar yang bertanggung jawab selalu memenuhi kewajiban internasionalnya,” tegas pernyataan resmi tersebut. China juga mendesak AS agar tidak melontarkan tuduhan tanpa dasar yang dapat memperkeruh situasi global.
Perkembangan ini terjadi di tengah kebuntuan diplomatik antara Washington dan Teheran. Wakil Presiden AS JD Vance baru saja meninggalkan Pakistan usai menjalani perundingan selama 21 jam dengan pihak Iran, namun tanpa menghasilkan kesepakatan. Iran menyebut kegagalan itu dipicu oleh tuntutan AS yang dianggap berlebihan.
Situasi ini menambah ketidakpastian geopolitik global, terutama terkait potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kini melibatkan persaingan kekuatan besar dunia. (hsn)












Leave a comment