Home Hukum 8 calon anggota senator Aceh laporkan dugaan penggelembungan suara di Pidie ke Bawaslu
Hukum

8 calon anggota senator Aceh laporkan dugaan penggelembungan suara di Pidie ke Bawaslu

Share
Hasil hitung ulang suara DPD RI di Pidie, Sayed Muliady berkurang 50.415 suara, Fadhil Rahmi : Kita lapor DKPP
Sejumlah calon anggota DPD RI memberikan keterangan pers usai melaporkan dugaan penggelembungan suara di Pidie, Jumat (8/3/2024). FOTO : popularitas.com/Nurzahri
Share

 

POPULARITAS.COM – Delapan orang calon anggota DPD RI Dapil Aceh resmi melaporkan dugaan penggelembungan suara yang dilakukan oleh PPK Pidie ke Bawaslu Aceh, Jumat (8/3/2024).

Para calon senator tersebut adalah, Azhari Cagee, Fadhil Rahmi, Nazar Apache, Nazir Adam, Darwati A Gani, Rahmad Maulizar, Akhyar Kamil dan Razi Aulia.

“Yang kita laporkan tentang penggelembungan suara ke calon DPD nomor urut 27 yang signifikan,” ujar Azhari Cagee kepada awak media di Banda Aceh.

Menurut mantan Ketua Komisi I DPR Aceh ini, dugaan kecurangan itu merupakan kezaliman yang dilakukan secara sistematis.

Pasalnya, saat dilakukan pleno tingkat kecamatan, suara caleg nomor urut 27 yang dimaksud meningkat dan tak sesuai dengan bukti hasil yang dikumpulkan.

“Menurut yang sudah kami konsultasikan dengan Panwaslih (Bawaslu) Pidie, mereka ada rekomendasi kepada 23 kecamatan di Pidie. Intinya ini ada permainan kami duga di 23 kecamatan tersebut,” bebernya.

Ia juga mengungkapkan, saat melayangkan protes, hanya empat kecamatan yang hasil perolehan suaranya dikoreksi yakni Kecamatan Indra Jaya, Mane, Tiro dan Keumala.

“Yang lain tidak diperbaiki dan ditindaklanjuti, kamis berkesimpulan hari ini akan melaporkan untuk ditindaklanjuti dan diperbaiki agar keadilan kami dapatkan,” tegasnya.

Hal yang sama juta diungkapkan oleh Fadhil Rahmi. Menurutnya, jumlah suara yang digelembungkan sangat signifikan mencapai di angka 70 hingga 100 ribu.

Langkah yang dilakukan dengan melapor ke Bawaslu Aceh ini, kata dia, merupakan usaha untuk menyelesaikan masalah pada tempatnya.

“Kita tidak ingin suara rakyat ini dikhianati dan kita junjung tinggi asas keadilan dalam pemilu. Kita juga sayangkan sikap penyelenggara pemilu di Pidie, saat pleno tingkat kecamatan dan kabupaten kita sudah coba menyanggah dan protes namun tidak dihiraukan,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap para penyelenggara pemilu di tingkat provinsi dapat netral dan memberikan solusi atas dugaan kecurangan yang terjadi di Pidie.  “Kita mau damai-damai aja, tapi tolong dudukkan persoalan ini di tempatnya, tolong dudukkan suara sesuai dengan pilihan masyarakat. Kalau begini, tidak ada gunanya kita kampanye,” pungkasnya.

Share
Tulisan Terkait
Polisi tangkap ‘oknum polisi’ kasus perampokan toko emas di Aceh Selatan, satu pucuk senjata api laras panjang diamankan
Hukum

Polisi tangkap ‘oknum polisi’ kasus perampokan toko emas di Aceh Selatan, satu pucuk senjata api laras panjang diamankan

POPULARITAS.COM – Polres Aceh Selatan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh berhasil...

Bahas revisi UUPA, Ketua DPRA Zulfadhli temui Menko Yusril Ihza Mahendra
Hukum

Bahas revisi UUPA, Ketua DPRA Zulfadhli temui Menko Yusril Ihza Mahendra

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Jumat 17 Juli 2026, temui Menteri...

HukumNews

Lembaga Wali Nanggroe Evaluasi Implementasi MoU Helsinki

POPULARITAS.COM – Lembaga Wali Nanggroe (LWN) bersama Fakultas Hukum Universitas Samudra (Unsam)...

HukumNews

Seusai Tersangka, Keberadaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Misterius

POPULARITAS.COM – Keberadaan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie...