Home Headline Pengelolaan sektor perikanan di Aceh tidak miliki perencanaan
Headline

Pengelolaan sektor perikanan di Aceh tidak miliki perencanaan

Share
Ilustrasi nelayan sedang berlabuh di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Ulee Lheue, Banda Aceh | Foto: Boy Nashruddin Agus
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) : Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP-Unsyiah), Darussalam, Banda Aceh Prof Muchlisin menilai Pemerintah Aceh belum memiliki perencanaan yang matang berbasis data ilmiah dan fakta dalam mengelola sektor perikanan.

“Selama ini diperencanaan mungkin belum sepenuhnya berdasarkan data ilmiah dan fakta di lapangan, sehingga begitu direncanakan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, kondisi alam, budaya masyarakat dan seterusnya,” kata Prof Muchlisin di Banda Aceh, Sabtu.

Pernyataan tersebut diutarakan guru besar perguruan tinggi “Jantong Hate” rakyat Aceh itu saat dimintai tanggapan terkait dengan keseriusan Pemerintah Aceh dalam pengelolaan potensi perikanan yang dimiliki provinsi paling barat Indonesia.

Ia menjelaskan, selama ini penyusunan perencanaan yang dilakukan pemerintah tidak melibatkan para akademisi dari kampus. Padahal data-data ilmiah juga menjadi dasar penyusunan pengelolaan perikanan tersebut sebagian besarnya ada di kampus.

“Data ilmiah itu harus melibatkan kampus. Tapi kawan-kawan di dinas mungkin merasa tidak penting itu data ilmiah, mungkin mereka hanya melihat fakta-fakta. Fakta yang disajikan itu perlu dilakukan kajian,” ujar Muchlisin.

Ia menyebutkan, Pemerintah Aceh terkesan belum serius mengelola industri perikanan di daerah “Serambi Mekkah” ini. Hal itu mengacu pada alokasi anggaran untuk sektor tersebut sangat sedikit, sebesar Rp417 milliar atau 2,4 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019 bernilai Rp17,104 triliun.

“Kalau anggaran juga masalah, pengalokasian anggaran kecil sekali tidak sampai lima persen. Jadi bagaimana mau kita bilang perikanan maju kalau stimulus dari pemerintah saja rendah. Semua pembangunan itu tugas pemerintah menyediakan infrastruktur, harus disediakan dengan baik dan lengkap,” ungkapnya.

Menurut dia, investasi di sektor perikanan di Aceh cukup besar, dan fungsi pemerintah diantaranya menyiapkan infrastruktur yang memadai serta mengalokasikan biaya perawatan yang cukup.

“Tidak sedikit pembangunan infrastruktur belum difungsikan sebagaimanna mestinya dan berujung pada mubazir,” demikian kata Muchlisin.

Sumber : aceh.antaranews.com
Editor    : SKY

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Headline

Proyek rehab Krueng Meureudu di Pidie Jaya dikerjakan Kementrian PU senilai Rp717 miliar

POPULARITAS.COM – Krueng Meureudu salah satu daerah aliran sungai (DAS) di Pidie...

Puluhan murid SDN Lampoh Saka Pidie dikeluarkan dari sekolah, Kepsek : Tidak bisa masuk Dapodik
EdukasiHeadline

Daftar SD di Pidie yang keluarkan siswa baru akibat benturan aturan kementrian

POPULARITAS.COM – Ternyata, tidak hanya SDN 1 Lampoh Saka, yang terpaksa keluarkan...

BKN setujui M Nasir mutasi sebagai asisten I Setda Aceh
Headline

Sekda Aceh M Nasir diberhentikan jabatannya

POPULARITAS.COM – M Nasir, diberhentikan jabatannya oleh sebagai Sekda Aceh, oleh Presiden...

Grebek pabrik uang palsi, Pold Metro Jaya sita Rp36 miliar
HeadlineKriminalitas

Grebek pabrik uang palsu, Polda Metro Jaya sita Rp36 miliar

POPULARITAS.COM – Pabrik uang palsu digrebek personel Polri dari Polda Metro Jaya....