POPULARITAS.COM – China menggelar parade militer akbar di Lapangan Tiananmen, Beijing, pada Rabu (3/9/2025) untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Acara ini memadukan unjuk kekuatan militer dengan simbolisme patriotik.
Ribuan pasukan berbaris, konvoi kendaraan lapis baja melintas, serta jet tempur melakukan atraksi udara dalam parade yang dipersiapkan secara cermat. Selain mengenang masa perang, acara ini juga menjadi proyeksi modernisasi militer China dan tekad nasional Presiden Xi Jinping.
Sejumlah pemimpin dunia hadir, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, hingga Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Namun, para pemimpin Barat sebagian besar absen di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Xi Jinping memimpin langsung upacara, meninjau pasukan dan menyampaikan pidato resmi. Parade ini memperingati kemenangan China atas Jepang tahun 1945, yang dalam sejarah negeri itu disebut sebagai Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok melawan Agresi Jepang sekaligus bagian dari Perang Anti-Fasis Dunia.
Perang Dunia II menelan korban antara 70 hingga 85 juta jiwa di seluruh dunia. Menurut catatan Tiongkok, lebih dari 35 juta korban berasal dari negaranya, baik tentara maupun warga sipil.
Hari Kemenangan pada 3 September ditetapkan sebagai peringatan resmi sejak 2014, dan parade kali ini merupakan yang kedua setelah parade besar pada 2015.

Parade militer tahun ini menampilkan sekitar 45 formasi angkatan darat dan udara, termasuk pameran peralatan tempur generasi baru yang menegaskan upaya modernisasi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Para pengamat pertahanan menilai parade ini sebagai ajang untuk mengukur sejauh mana kemajuan militer Tiongkok sekaligus membaca arah strateginya ke depan.

Tamu Dunia
Daftar tamu asing menunjukkan jangkauan diplomasi Beijing. Putin hadir meski masih dalam isolasi politik Barat, sementara Kim Jong Un tampil untuk pertama kalinya di forum multilateral sejak berkuasa pada 2011.
Dari Asia Tenggara, hadir Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Vietnam Luong Cuong, Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong, Raja Kamboja Norodom Sihamoni, Presiden Laos Thongloun Sisoulith, serta Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing.











Leave a comment