Kesehatan

1223 Tulisan
Mengenali perbedaan kopi arabika dan robusta
KesehatanNews

Sederet manfaat kopi pahit untuk kesehatan

POPULARITAS.COM – Secangkir kopi di pagi hari bisa membuat dan menambah semangat dalam menghadapi pekerjaan yang menumpuk. Namun kebanyakan orang menambahkan gula ke...

KesehatanNews

Tahi lalat bisa dihilangkan? begini penjelasakan pakar

POPULARITAS.COM – Pakar bidang estetika dan antipenuaan dari Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia dr Cynthia Jayanto M. Biomed (AAM) mengatakan tahi lalat bisa dihilangkan tetapi...

Hernanda dan Nandhira wakili Indonesia di opening Asian Games 2022
KesehatanNews

Hernanda dan Nandhira wakili Indonesia di opening Asian Games 2022

POPULARITAS.COM – Atlet voli indoor putra Hernanda Zulfi dan atlet wushu putri Nandhira Mauriskha terpilih menjadi pembawa bendera Merah Putih dan papan nama Indonesia...

Manfaat hingga bahaya kekurangan vitamin K
KesehatanNews

Manfaat hingga bahaya kekurangan vitamin K

POPULARITAS.COM – Sama seperti vitamin D, E, dan B12, vitamin K juga tak kalah pentingnya bagi tubuh, seperti untuk pembekuan darah yang optimal...

Tembakau alternatif bisa jadi solusi masalah rokok di Indonesia
KesehatanNews

Tembakau alternatif bisa jadi solusi masalah rokok di Indonesia

POPULARITAS.COM – Akademisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. drg. Amaliya, M.Sc., menjelaskan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik,...

Empat makanan pencetus kolesterol tinggi yang perlu dihindari
KesehatanNews

Empat makanan pencetus kolesterol tinggi yang perlu dihindari

POPULARITAS.COM – Pakar kesehatan mengingatkan, angka kolesterol penting karena menunjukkan risiko seseorang terkena penyakit jantung. Pendiri Preventive Cardiology Consultants Elizabeth Klodas, MD, membagikan...

Saat mudik, perempuan hamil jangan menahan buang air Kecil
KesehatanNews

Lima manfaat ikan lele untuk bumil

POPULARITAS.COM – Ikan lele adalah salah satu makanan yang terbilang mudah untuk ditemukan. Selain itu, harganya juga murah di kantong dan bisa didapatkan...

Cara merawat tali pusat pada bayi baru lahir
KesehatanNews

Cara merawat tali pusat pada bayi baru lahir

POPULARITAS.COM – Dokter Spesialis Anak dari Universitas Sebelas maret Surakarta dr. Dini Safitri Zahara, Sp.A. menjelaskan cara merawat tali pusat atau lebih dikenal...

Demam turun hari ketiga pada anak penderita DBD adalah fase kritis POPULARITAS.COM - Banyak asumsi salah ketika demam turun pada hari ketiga pada anak, orangtua menganggap merupakan gejala fase kesembuhan. Namun, sebenarnya hal tersebut merupakan hal yang keliru. Pendapat itu disampaikan oleh Dokter spesialis anak RS Hermina Jatinegara, dr Kanya Ayu Paramastri. Ia mengungkapkan, kerap orang sering terkecoh saat mengira pada hari ketiga DBD sudah sembuh ketika tidak demam lagi.   "Itu yang sering menipu, saat hari ketiga sudah tidak demam dipikir sudah sehat, padahal itu kritis," ucap Kanya dalam diskusi mengenai DBD di Jakarta, Minggu (5/11/2023) dilansir laman Antara.   Kanya menjelaskan infeksi DBD memiliki pola gejala yang khas yaitu seperti pelana kuda, dengan demam di tiga hari pertama terkesan sangat umum mirip infeksi demam biasa yaitu panas, pegal-pegal dan sakit pada mata.   Namun, setelah lebih dari tiga hari, demam bisa turun, tetapi ada tanda lemas, tidak nafsu makan dan jika berisiko demam dengue dengan perdarahan akan muncul bintik merah, mimisan dan gusi berdarah.   Kanya menjelaskan perdarahan tersebut terjadi karena kadar trombosit yang seharusnya melindungi pembuluh darah menjadi semakin melemah karena infeksi DBD.   Disamping itu, demam akibat virus dengue yang dibawa nyamuk juga bisa berakibat ke organ tubuh lainnya seperti otak yang akan menimbulkan penurunan kesadaran jika tidak segera di tangani.   Selain itu, lingkungan yang bersih juga belum tentu bebas dari nyamuk pembawa penyakit dengue yang berdiam di lingkungan rumah.   "Lingkungan bersih masih ada nyamuk aedes aegypti di rumah dan albopictus di alam (luar rumah). Itu suka di atas kulkas, dispenser, AC, pot rumah dan baju kotor digantung numpuk di pojok itu nyamuk suka," kata dokter yang aktif di sosial media ini   Dokter yang menamatkan spesialis anak di Universitas Indonesia ini mengatakan, gerakan 3M plus dan vaksin menjadi cara ampuh untuk menekan angka kasus DBD.   Ia mengatakan vaksin DBD sangat dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk setiap anak usia 6-18 tahun baik yang pernah terkena DBD maupun yang belum.   "Jadi semua anak usia 6-18 tahun pernah atau belum (DBD) di rekomendasikan tetap diberikan vaksin DBD sebanyak 2 kali, dengan jeda 3 bulan," katanya.   Anak yang divaksin pun harus sehat dan tidak memiliki penyakit infeksi akut seperti diare. Selain itu vaksin DBD juga tidak memiliki efek samping sehingga aman untuk anak dan bisa langsung beraktivitas setelah vaksin.   Sedangkan bagi anak yang memiliki penyakit kronik seperti HIV, gagal ginjal, atau kondisi yang menurunkan daya tahan tubuh sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis anak terlebih dahulu.   Vaksin DBD juga bisa dilakukan berbarengan dengan vaksin lainnya sesuai arahan dokter.   Sementara pencegahan dengan 3M adalah Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang serta mengubur benda-benda yang bisa menjadi sarang nyamuk dan memakai perlindungan anti nyamuk seperti lotion dan kelambu tidur.
KesehatanNews

Tiga faktor yang sebabkan anak kena DBD

POPULARITAS.COM – Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A, Subsp.IPT, M.TropPaed mengatakan ada tiga...

KesehatanNewsSepakbola

Delapan cara mengatasi tensi tinggi dengan tepat dan aman

POPULARITAS.COM – Tensi tinggi bisa menimbulkan beragam gejala, antara lain sakit kepala hebat, pandangan kabur, hingga mimisan. Jika dibiarkan tensi tinggi bahkan bisa...