News

39.290 wisatawan keluar-masuk Sabang selama libur lebaran

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Sabang menyatakan jumlah wisatawan yang keluar masuk wilayah Pulau Weh itu mencapai 39.290 orang selama libur Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah, dan diharapkan menjadi awal kebangkitan sektor pariwisata Sabang pascapandemi COVID-19.

POPULARITAS.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Sabang menyatakan jumlah wisatawan yang keluar masuk wilayah Pulau Weh itu mencapai 39.290 orang selama libur Lebaran Idulfitri 1443 Hijriah, dan diharapkan menjadi awal kebangkitan sektor pariwisata Sabang pascapandemi COVID-19.

“Lonjakan wisatawan mulai terjadi pada 4-6 Mei 2022, yang mencapai lebih 3.000 orang per hari yang masuk Sabang,” kata Kepala Dispar Sabang Anas Fahruddin melalui Kabid Pemasaran Murdiana saat dihubungi dari Banda Aceh, Senin (8/5/2022).

Data Dispar Sabang mulai 2-8 Mei 2022, wisatawan yang masuk dan keluar Sabang pada pada (2/5) sebanyak 930 orang. Kemudian pada (3/5) meningkat menjadi 4.653 orang dan pada (4/5) mencapai 6.661 orang.

Selanjutnya, pada (5/5) warga keluar masuk pulau paling barat Indonesia itu mencapai 6.834 orang, pada (6/5) sebanyak 7.409 orang, pada (7/5) sebanyak 6.849 orang dan pada (8/5) sebanyak 5.954 orang.

“Yang masuk dari Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan Sabang itu wisatawan semua, yang keluar juga wisatawan semua, hanya sebagian kecil warga Sabang,” katanya.

Saat ini, kata dia, kondisi Sabang masih dipenuhi wisatawan yang berasal dari berbagai daerah di dalam dan luar Aceh. Paling dominan wisatawan asal Sumatera Utara dan juga beberapa daerah lain dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

“Kondisi di Sabang saat ini masih ramai. Penginapan juga penuh, karena wisatawan sangat membludak tahun ini setelah pandemi dua tahun dan juga hari liburnya panjang,” katanya.

Menurut dia, umumnya wisatawan berkunjung ke semua destinasi wisata yang yang ada di Sabang. Namun yang paling favorit dikunjungi seperti Pulau Rubiah dan Titik Nol Kilometer Indonesia.

“Wisatawan berkunjung ke semua destinasi di Kota sabang, semua full. Tetap paling favorit di Pulau Rubiah dan tugu Nol Kilometer tapi destinasi lain seperti anoi itam juga penuh,” katanya.

Tentunya, kata dia, tingginya tingkat kunjungan wisatawan ke Sabang ini memberi dampak positif yang besar bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat. Diharapkan pariwisata Sabang terus bangkit pasca dua tahun terdampak pandemi.

“Ada satu kios jual baju I Love Sabang di Kilometer Nol itu mencapai omzet Rp50 juta selama beberapa hari ini. Itu baru satu, belum toko-toko lain di daerah kota,” katanya. (ANT)

Shares: