Home Kesehatan Banyak Penderita HIV/AIDS di Aceh Enggan Didata
KesehatanNews

Banyak Penderita HIV/AIDS di Aceh Enggan Didata

Share
441 kasus HIV/AIDS di Banda Aceh, DPRK : ini masalah serius
Ilustrasi.
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Jumlah penderita HIV/AIDS di provinsi Aceh mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sejak 2004 hingga Juli 2019, tercatat 800 lebih warga Aceh menderita penyakit menular yang dapat mematikan itu.

Diduga masih banyak warga Aceh lainnya yang terjangkit virul itu, namun malu membuka diri atau melaporkan ke pihak terkait.

“Permasalahanya sebagian dirahasiakan bagi yang bersangkutan (penderita), karena dia merasa malu, jangankan kita ambil data, bantuan saja yang kita berikan kalau nama atas dasar itu HIV dia malu, malah dia lari, ini permasalaan kita hadapi,” kata Aji Amin, Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Dinsos Aceh di Banda Aceh, Kamis, 21 November 2019.

Dia menjelaskan, data jumlah penderita HIV/AIDS di Aceh sampai saat ini sebenarnya belum pasti. Sebab, belum semua masyarakat di 23 kabupaten/kota dilakukan pengecekan terkena atau tidak penyakit tersebut.

Baca: 800 Lebih Warga Aceh Terkena HIV/AIDS

“Tidak ada data yang pasti benar kalau seluruh Aceh, tetapi seperti yang disampaikan tadi oleh narasumber, berdasarkan data yang ada, itu yang paling terbanyak di Aceh Utara, Lhokseumawe, Pidie dan Pidie Jaya,” sebut Aji.

Pemerintah Aceh, kata Aji, melalui Dinas Sosial akan selalu memperhatikan penderita-penderita HIV/AIDS. Sebelumnya, mereka dibantu dengan usaha ekonomi produktif, seperti berjualan di kios-kios, dan memelihara kambing.

“Tetapi 2019 kita berikan bantuan berupa uang, Rp 300 ribu per bulan kepada yang betul-betul terkena penyakit HIV dan AIDS,” pungkasnya.

Sebelumnya, pengelola HIV/AIDS Dinas Kesehatan Aceh, Ratnawati menyebutkan, meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di Aceh disebabkan beberapa faktor, salah satunya yaitu lemahnya pendidikan agama sehingga melakukan seks bebas. Sementara faktor lainnya adalah tertular lewat suami saat melakukan hubungan intim.

“Orang tua yang sudah berkeluarga pun melakukan hubungan seks, dengan bukan muhrimnya, sehingga HIV/AIDS dapat tertular ke istrinya,” jelas Ratnawati.

Ratna menjelaskan, selain orang yang sudah punya istri, seks bebas juga kerap dilakukan oleh para remaja. Hal itu terjadi karena kurangnya pengawasan dari orang tua.

“Remajanya kita di Aceh itu saya lihat terlalu bebas, perhatian orang tua khususnya dalam pengawasan anak kurang, sehingga anak-anak sudah mencoba melakukan seks dini, sehingga remaja yang banyak kita temukan, khususnya laki-laki,” kata Ratnawati.*(C-008)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan
News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...