Home News Korea Utara Bebankan Biaya Karantina ke Pasien Suspect Corona
News

Korea Utara Bebankan Biaya Karantina ke Pasien Suspect Corona

Share
Dewan Minta RSU Meuraxa Sediakan Kamar Khusus Tim Medis Corona
WHO ingatkan seluruh negara siaga hadapi COVID-2019. (ANTARA/HO)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Otoritas Korea Utara mengkarantina pasien suspect virus Corona atau COVID-19 dengan biaya akomodasi yang mahal dan kemudian menagih pembayarannya kepada pasien sebelum diizinkan pulang ke rumah.

Menurut sumber Radio Free Asia atau RFA, warga Korea Utara yang menggerutu karena diwajibkan membayar penuh biaya karantina mencermati itu taktik pemerintah untuk mendapatkan uang lebih dari orang-orang yang rentan.

Seorang warga Dandong, Cina yang baru saja menyeberangi sungai Yalu dari Sinuiju menuturkan kepada RFA, dirinya berbicara dengan keluarganya yang tinggal di Sinuiju dan mendengarkan berita-berita lokal setiap hari dari mereka.

“Sinuiju saat ini mengkarantina pasien suspect virus Corona di kawasan pedesaan di luar kota, memberi mereka makan tiga kali sehari hanya nasi dicampur jagung dan sup,” kata warga Dandong itu.

Seorang anggota keluarga warga Dandong itu juga masuk karantina dan diwajibkan membayar biaya kamar dan makanan selama periode karantina keseluruhan. Pasien hanya diberi makan nasi sup.

“Mereka menagih kami lima yuan Cina atau US$ 0.72 sehari dan harus dibayar kepada otoritas setelah mereka dibebaskan dari isolasi,” kata sumber itu.

Sebagai perbandingan, dengan lima yuan cukup untuk membeli dua kilogram beras di pasar lokal.

Beberapa pasien dikhawatirkan bangkrut karena mereka sudah dikarantina hampir dua bulan lamanya. Mereka diwajibkan membayar biaya selama mereka dikarantina.

Menurut sumber ini, ketika pertama kali pasien dikarantina, aparat Korea Utara mengatakan isolasi berlangsung selama 15 hari. Namun tak lama kemudian pasien suspect diberitahu masa karantina menjadi 30 hari dan kemudian 40 hari lagi.

Sumber lainnya yang juga tinggal di Dandong menuturkan kepada RFA bahwa kondisi tempat karantina pasien suspect virus Corona tidak dilengkapi listrik. Mereka menggunakan lilin di malam hari.

“Lokasi karantina tidak ada listrik, mereka menyalakan lilin dan pergi tidur setelah makan malam. Rutinitas ini berulang hari demi hari dan ini tidak ada bedanya dengan kamp pemasyarakatan,” ujarnya.

Hingga saat ini Pyongyang belum melaporkan kasus virus Corona di Korea Utara. Namun sejumlah ahli percaya bahwa virus telah menular di negara itu.[tempo/acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Bupati Sibral Malasyi Tunjuk Rahmat Rizal Sebagai Plt Kadis Pertanahan Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Bupati Sibral Malasyi menunjuk Kepala Bagian Hukum Rahmat Rizal sebagai...

Ribuan ASN Pemrov Aceh akan dikirim ke Aceh Tamiang
News

Kemenag Pulihkan 776 Rumah Ibadah Lintas Agama Pascabencana Sumatera

POPULARITAS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) memulihkan sedikitnya 776 rumah ibadah lintas agama...

NewsSyariat Islam

Plt. Sekda Lepas Kafilah Aceh Mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke-31

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, secara resmi...

EkonomiNews

Pemerintah Aceh Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Umat

POPULARITAS.COM — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik mendorong zakat, infak,...