Home News Anggota DPRK Sebut Kadis di Lhokseumawe Banyak yang Belum Divaksin
News

Anggota DPRK Sebut Kadis di Lhokseumawe Banyak yang Belum Divaksin

Share
Alasan Vaksin Covid-19 Prioritas Usia Produktif
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi vaksinasi COVID-19 di RS Islam, Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). (Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim/rwa)
Share

POPULARITAS.COM – Anggota DPRK Lhokseumawe, Dicky Saputra menyebutkan bahwa kepala Dinas di Kota Lhokseumawe banyak yang belum divaksin dengan alasan punya riwayat penyakit tertentu.

Hal itu dikatakan Dicky merespon soal aturan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Sosial setempat terkait pemberhentian bantuan sosial apabila warga enggan melakukan vaksinasi.

Menurut Dicky, tidak semua warga bisa divaksin. Apalagi mereka yang memiliki riwayat penyakit. Kata dia, aturan yang dikeluarkan oleh Pemko Lhokseumawe itu dinilai aneh.

Baca: Penerima Bansos di Lhokseumawe Wajib Divaksin Covid-19

“Saya mau bilang, beberapa kepala dinas di Lhokseumawe juga tidak bisa divaksin. Coba hitung sendiri mereka berapa orang yang tidak bisa divaksin karena ada penyakit bawaan dan penyebab lain. Jangan rakyat langsung kita hentikan bantuan, tapi tidak kita periksa,” pungkasnya.

Aturan pemberian bansos tersebut merupakan buntut dari peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 14 tahun 2021 pasal 13 A poin empat. Penerima yang diwajibkan vaksin adalah penerima program bantuan sosial (Bansos), program keluarga harapan (KPM) dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Oleh sebab itu Dicky mendesak Pemerintah Kota Lhokseumawe agar mencabut aturan bahwa warga yang belum divaksin bakal tidak menerima bansos.

“Itu aturan aneh sekali, jangan lah asal main setop bansos terus. Disisi lain tidak ada layanan pemeriksaan kesehatan untuk para penerima bantuan sosial, sediakan dulu layanan kesehatan, periksa dulu semua, jangan asal,” kata Dicky Saputra kepada Popularitas.com, Selasa (24/8/2021).

Menurutnya, melakukan pemeriksaan kesehatan bagi penerimaan bantuan sosial penting dilakukan.

“Apabila tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu dan langsung mengklaim penerima bantuan sosial tidak mau vaksin, itu kesalahan besar,” ujarnya.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...