Home News Berdebu Saat Kemarau, Becek Ketika Hujan
News

Berdebu Saat Kemarau, Becek Ketika Hujan

Share
Kondisi jalan yang menghubungkan Gampong Limpok, Kecamatan Darussalam - Cot Iri, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar rusak parah. Foto direkam, Jumat, 22 November 2019 pagi. Foto: Muhammad Fadhil
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Kondisi jalan penghubung Gampong Limpok, Kecamatan Darussalam – Cot Iri, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar rusak parah. Jalur tersebut bahkan sulit dilalui saat musim hujan.

Amatan popularitas.com, kondisi tersebut sudah berlangsung lebih dua tahun lalu. Hingga saat ini, belum ada upaya perbaikan dari pemerintah setempat. Kondisi kerusakan terjadi di sejumlah titik sepanjang tiga kilometer dari arah Limpok ke Jembatan Cot Iri.

Saat musim kemarau, sepanjang jalan itu penuh dengan debu. Sedangkan saat musim hujan, kondisinya becek, sehingga membahayakan pengguna jalan. Padahal, jalan tersebut menjadi salah satu akses yang banyak dilalui pengendara.

Selain menghubungkan Lambaro, Aceh Besar – Kopelma Darussalam, Banda Aceh, jalan tersebut juga bisa mengakses Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang. Karena itu, saban hari jalan itu selalu ramai.

Nurnisa, warga Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar mengakui hal itu. Menurutnya, jalan tersebut selalu ramai karena menjadi alternatif tercepat dari berbagai arah.

“Itu jalan alternatif tercepat bagi mahasiswa yang berdomisili di Aceh Besar, namun sayangnya kondisi jalan alternatif tersebut rusak parah, saya selaku warga setempat merasa sangat kecewa dengan pemerintah Aceh Besar,” kata Icha, sapaan akrab Nurnisa kepada popularitas.com, Jumat, 22 November 2019.

Menurut Icha, jalan tersebut sudah sangat lama rusak, tetapi tidak diperbaiki. Saat musim hujan, kondisinya sangat membahayakan pelintas, apalagi dengan penerangan yang minim. Ditambah lagi dengan banyaknya ternak warga yang melintasi kawasan tersebut.

“Saya juga mau ternak sapi juga ikut ditertipkan, supaya pengguna jalan tidak terganggu, karena pernah kejadian pengguna tabrak lembu yang tiba-tiba lewat,” katanya.* (C-008)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...