Kholil Hafiz 30 Juzz yang anak yatim

SABTU, 31 Maret 2018, puluhan siswa Mahad Assunah, Lampeneurut, Aceh Besar, duduk berkumpul didalam masjid yang berada satu kompleks dengan lembaga pendidikan tahfiz Alquran tersebut.

Para santri yang duduk berkeliling tersebut, mendengarkan setoran hafalan Alquran, oleh salah satu sahabat mereka, Muhammad Kholil, 19, yang duduk persis ditengah, dan tepat didepannya, duduk dua orang staf pengajar Mahad Assunah, yang merupakan penguji.

Menurut ustad Syauki, salah seorang staf pengajar yang ikut dalam kegiatan tersebut, kegiatan setotan hafalan Alquran yang dilakukan oleh Kholil, diawali pukul 04.00 WIB, tanggal 31 Maret 2018, dan selesai juzz ke-30, pada pukul 02.00 WIB, Minggu, 1 April 2018.

Ustad Thantawi, Mudir program Tahfiz Mahad Assunah, kepada media ini,  Senin (2/4), menceritakan, Muhammad Kholil, merupakan siswa ditempatnya, adalah warga Tangse, Pidie, dan dia adalah anak yatim, yang telah ditinggal ayahnya sejak usinya masih bayi. “Ayah Kholil meninggal sejak dia masih bayi,” katanya.

Walau hanya memiliki ibu, Kholil dalam kesehariannya adalah pemuda yang rajin, cerdas, dan aktif dalam berbagai kegiatan di Mahad, sambung alumnus Univeristas di Yaman tersebut. Di Mahad Assunah sendiri, jelas Ustad Thantawi, Kholil, menyelesaikan program Hafiz 30 juzz selama 3,6 tahun.

Sejak berdiri, tukasnya, Mahad Assunah telah melahirkan Hafiz 30 juzz, dan Kholil merupakan salah satunya. Dan dalam waktu dekat ini, ungkap ustad Thantawi, terdapat 10 siswa yang akan menyusul Kholil menyelesaikan program Hafiz 30 juzz.

Muhammad Kholil, kepada media ini, Senin (2/4), mengungkapkan cita citanya untuk bisa melanjutkan program pendidikan Alquran di salah satu universitas di Kota Madinah, Arab Saudi. “Ingin bisa lebih mendalami ilmu Alquran di Madinah,” katanya.

Kepada para generasi muda seusianya, Kholil berpesan agar tak lelah dan terus memupuk semangat untuk menjadi penghafal Alquran. “Ayo kita jadi penghafal Alquran,” ajaknya. (Saky)

Ruangan komen telah ditutup.