Home News YLBH KONTRA Siap Advokasi Warga Aceh Kasus Terbunuhnya Preman di Medan
News

YLBH KONTRA Siap Advokasi Warga Aceh Kasus Terbunuhnya Preman di Medan

Share
Aldi Kurniadi, SH Direktur YLBH KONTRA
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) : Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Kontak Intra Advokasi- YLBH KONTRA, Aldi Kurniadi, SH, menyatakan kesiapannya untuk memberikan advokasi, dalam kasus keributan antara warga Aceh dengan preman di medan, yang berujung pada tewasnya bromocorah tersebut.

Hal ini disampaikannya kepada media ini, Senin, 3 Februari 2020, saat dimintai pandangannya terkait dengan kasus tersebut.

Menurut Aldi, sapaan karibnya, penggunaan pasal 338 junto 351 ayat 3, tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, yang digunakan Polrestabes Medan, dalam penanganan kasus tersebut, adalah kurang tepat.

“Saya pikir, tidak tepat menggunakan pasal itu dalam kasus ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Rahayu Abadi Bangun, yang disebut sebagai preman di Medan, terlibat perkelahian dengan Mursalin dan Agus Salim, di Cafe Delicous, Rabu, 29 Januari 2020.

Dalam keributan yang terjadi di jalan pasar baru 14, Titi Rantai, Medan Baru, tersebut, Rahayu Abadi Bangun, tewas, akibat perkelahian dengan kedua karyawan Mie Aceh itu.

Dalam keterangannya, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjutak, setelah melakukan pemeriksaan 12 orang saksi, telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, dan selain dua karyawan, pihak polisi juga menjerat pemilik Cafe, Mahyudi, dengan pasal yang sama.

Karena itu, lanjut Aldi, penetapan ketiganya sebagai tersangka, dengan pasal 338 junto 351 ayat 3, sangat tidak tepat. Sebab, jelasnya, dalam kasus ini, semestinya polisi dapat lebih objektif, dengan menggunakan pasal 48 KUHP, yakni orang yang melakukan tindakan pidana karena pengaruh daya paksa, tidak dapat dipidana.

Ditambahkannya, mencermati kasus yang terjadi tersebut, sudah seharusnya, penggunaan pasal 48 dan 49 KUHP, juga harus menjadi acuan polisi, sehingga tidak terburu-buru dalam menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

Menimbang persoalan ini, sambung Aldi, pihaknya menyatakan kesiapan diri untuk melakukan advokasi terhadap tiga warga Aceh tersebut, agar memperoleh keadilan yang seadil-adilnya. “Kami siap memberikan advokasi agar ketiganya bisa dibebaskan oleh hakim,” tukasnya. (*SKY)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Temui Abang Samalanga, Kapolda Aceh Bahas Sinergi Jaga Kamtibmas dan Dukung Pembangunan

POPULARITAS.COM – Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan bersilaturahmi dengan Ketua DPR Aceh...

Lihat aksi premanisme, warga Aceh bisa telp layanan 110
HukumNews

Polisi Terlibat Perampokan Toko Emas di Aceh Selatan Dipecat

POPULARITAS.COM – Polda Aceh menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Briptu...

https://popularitas.com/berita/mawardi-nur-diusulkan-jadi-kepala-bpma-oleh-mualem-rekin-minta-tinjau-ulang/
News

Mawardi Nur diusulkan jadi Kepala BPMA oleh Mualem, Rekin Aceh minta tinjau ulang

POPULARITAS.COM – Pengusulan Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA oleh Gubernur Muzakir Manaf,...

Ziarah ke Makam Habib Bugak, Dirut Bank Aceh : Kita ingin semangat wakaf beliau jadi teladan
News

Ziarah ke Makam Habib Bugak, Dirut Bank Aceh : Kita ingin semangat wakaf beliau jadi teladan

POPULARITAS.COM – Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, gelar ziarah ke...