Keterbatasan fisik, Syukri hasilkan produk berkualitas dari anyaman pandan

POPULARITAS.COM – Syukri dilahirkan dengan keterbatasan fisik. Ya, tangan kanan pria itu tidak sempurna seperti manusia normal lainnya. Namun, kekurangan yang Ia miliki, justru melahirkan karya luar biasa. Bahkan, sebagai penyandang disabilitas, ayah dari Nailus Nafis itu menggerakkan orang lain untuk berkarya.

Bersama 19 orang penyandang difable, Syukri membangun usaha dengan memanfaatkan daun pandang, atau dalam bahasa Aceh dikenal dengan on seuke. Ditangan dinginya, berbagai produk kebutuhan rumah tangga, dan lainnya, seperti sendal, tas, dompet, kipas tangan dan tempat tisu Ia produksi, dan dipasarkan di daerah tempat tinggalnya itu.

“Usaha ini saya dirikan sejak 2018 silam,” kata Syukri kepada popularitas.com yang mendatangi tempat kediamannya di Gampong Kuala, Pidie, Minggu (20/11/2022).

Usaha Syukri dia namai Koperasi Jasa Disabilitas Maju Bersama. Guna meringakan beban para penyandang difabel lainnya, Ia mengikutsertakan 19 orang yang memiliki kekurangan seperti dirinya untuk bekerja memproduksi berbagai jenis anyaman dari daun pandan.

Untuk mendapatkan bahan baku, Syukri membelinya dari perajin tikar, dan selanjutnya, di rumah yag sekaligus menjadi tempat usahanya, berbagai jenis produk kerajinan tangan Ia produksi. Berbagai pesanan datang, baik perorangan, maupun instansi pemerintah dan swasta. “Semua produk yang dihasilkan di sini berbahana baku daun pandan,” terangnya.

Gantungan kunci ini harganya Rp5 ribu, sebutnya. Selain itu juga, terdapat beberapa produk yang kisaran harganya Rp20 ribu hingga paling mahal Rp80 ribu, ujarnya kemudian.

Syukri, pemilik IKM Olahan Oen Seuke dan produk buatannya

Di tempat usaha itu, beberapa orang terlihat sibuk menyelesaikan pesanan, ada yang menyiapkan bahan baku, menjahit sendal, tas, dan ada juga yang mengepak hasil produksi ke dalam kantong-kantong untuk dikirim kepada konsumen.

Menurut Syukri, usaha yang Ia dirikan semata-mata untuk membantu para penyandang disabilitas lainnya, agar dapat bekerja, produktif, dan berkarya dengan segala keterbatasan yang ada. 

Sembari berbincang dengan popularitas.com, Syukri terlihat sibuk menyelesaikan pesanan dari konsumen. Maaf ya, ini ada order dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemkab Pidie sebanyak 350 buah olah daun anyaman pandan, katanya sembari menyelesaikan beberapa proses produksi.

Ia melanjutkan, saat ini, koperasi yang Ia dirikan telah miliki izin, dan dirinya bersama rekan-rekannya hanya menyelesaikan order berdasarkan pesanan dari konsumen saja. “Jadi kami tidak produksi banyak, untuk kemudian dijual dan di pasarkan ke seluruh Aceh,” katanya.

Menurutnya, setiap bulannya, usahanya hanya menyelesaikan pesanan masyarakat sebanyak 200 produk. Ia sendiri tidak ingin spekulasi dengan memproduksi secara terus menerus, alasannya selain faktor butuh modal besar, jaringan pemasaran yang luas, Ia khawatir jika nanti dibuat, tidak terjual. “Kita produksi, kalau gak ada yang beli kan saya, sementara saya harus keluar modal untuk bayar orang kerja,” sebutnya.

Karena itu, Ia berharap, ada pihak yang membantu usahanya dalam pemasaran, sehingga dirinya bersama kawan-kawannya hanya bertugas untuk memproduksi berdasarkan pesanan saja. Ya, harapannya, pemerintah daerah bisa bantu promosi, dan sebagai pihak yang ikut memasarkan dan menjual. “Kalau ada pasarnya, kita siap produksi dalam partai besar,” tegasnya.

Disini, Sambung Syukri, Ia bersama 19 orang rekan-rekannya, senantiasa berharap ada pihak-pihak yang dapat bekerjasama dengan usahanya, agar produksi tidak pernah berhenti, dan orang-orang yang bekerja bersamanya mendapatkan rezeki.

Ragam produk IKM Oen Seuke berbahan anyaman daun pandan

Syukri sendiri mengaku kerap dipanggil oleh instansi pemerintah di Banda Aceh, untuk menjadi pelatih atau instruktur dalam berbagai kegiatan pelatihan yang digelar terkait dengan pengolahan daun pandan.

Pemerintah Pidie sendiri, kerap memberikan perhatian terhadap usahanya dalam berbagai even, seperti penyediaan lapak gratis agar dirinya dapat menjual produk usahanya. Namun kembali kepada persoalan, hal tersebut sifatnya sewaktu-waktu, sementara yang Ia inginkan adalah keberlangsungan pasar, agar proses produksi dapat Ia lakukan setiap hari.

Keinginan Syukri tersebut didasarkan pada niatnya untuk lebih banyak melibatkan kaum difabel di usaha miliknya. Kalau setiap hari ada order, ada pasar yang jelas, Ia ingin merekrut penyandang disabilitas lainnya untuk bekerja di sini.

Harapan terbesar Syukri, sektor swasta, seperti perhotelan, ataupun perbankan, serta intansi lainnya dapat bekerjasama dengan pihaknya untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Contohnya dihotel itukan butuh sendal, kita bisa produksi. Nah, perbankan juga bisa membeli produk kami untuk kebutuhan souvenir, begitu juga maskapai penerbangan, dan instansi swasta lainnya.

Intinya, kami butuh pasar yang bisa kami suplai setiap saat, agar proses produksi dapat terus berlangsung. Dengan begitu, niat dirinya untuk melibatkan lebih banyak penyandang disabilitas dapat Ia wujudkan, demikian Syukri.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.